KATA PENGANTAR
Dengan
mengucapkan puji syukur
kehadirat tuhan yang maha esa, kami telah dapat menyelesaikan buku ini, buku
ini berisi ringkasan materi, dan uraian
materi yang diberikan mengacu pada tujuan pembelajaran yang berlaku pada
saat ini. materi disajikan dalam bahasa yang tepat, lugas, dan jelas sehingga
mudah di pahami mahasiswa.
Perlu juga disadari, tujuan kuliah tidak hanya
menciptakan mahasiswa yang cerdas tetapa juga mahasiswa yang jujur, bertanggung
jawab dan peduli terhadap sesama.
Demikian dari
kami, semoga buku ini dapat diterima dan bermanfaat serta dapat menjadi
sarana besar utama, hasilnya pun semoga
dapat di terapkan dalam kehidupan sehari-hari.keberhasilan anda ada di tangan
anda,belajar terus dan jangan lupa berdo’a,sukses selalu untuk semua.
I
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR....................................................................................... I
DAFTAR ISI................................................................................................... II
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LatarBelakang Masalah............................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah....................................................................................................... 1
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Gerbang Logika.................................................................................. 2
2.2. Rangkaian Terpadu (IC)..................................................................... 2
BAB II TEORI
3.1. Rangkaian Dasar Gerbang Logika....................................................... 4
3.1. Rangkaian Dasar Gerbang Logika....................................................... 4
1. Gerbang NOT (NOT GATE)........................................................................................ 4
2. Gerbang AND (AND GATE)......................................................................................... 4
3. Gerbang OR(OR GATE)............................................................................................... 5
4. Gerbang NAND................................................................................ 5
5. Gerbang NOR.................................................................................. 5
6. Gerbang X-OR................................................................................. 6
7. Gerbang X-NOR............................................................................... 6
3.2.
Rangkaian Gerbang Kombinasi......................................................................................... 7
1.Perancangan Rangkaian Kombinasi.................................................... 7
2.Gerbang NAND (NOT And)................................................................. 9
3.Decoder…………………………………………………………………………………………… 10
BAB III PENUTUP
KESIMPULAN…………………………………………………………………………………………..11
KESIMPULAN…………………………………………………………………………………………..11
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................
II
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1. Latar
Belakang Masalah
“Gerbang yang diterjemahkan dari istilah asing
gate, adalah elemen dasar dari semua rangkaian yang menggunakan sistem digital. Boleh jadi mereka mengena l istilah
pencacah (counter), multiplekser ataupun encoder dan decoder dalam teknik digital,
tetapi adakalanya mereka tidak tahu dari apa dan bagaimana alat-alat tersebut
dibentuk. Ini dikarenakan oleh mudahnya mendapatkan fungsi tersebut dalam
bentuk satu serpih IC (Integrated Circuit). Bagi yang telah mengetahui dari apa
dan bagaimana suatu fungsi digital seperti halnya pencacah dibentuk hal
ini tak akan menjadi masalah, namun bagi pemula dan autodidak yang terbiasa
menggunakan serpih IC berdasarkan penggunaannya akan menjadi memiliki pendapat
yang salah mengenai teknik digital. Untuk itulah artikel berikut yang
ditujukan bagi pemula ditulis. Semua fungsi digital pada dasarnya tersusun atas gabungan
beberapa gerbang logika dasar yang disusun berdasarkan fungsi yang
diinginkan. Gerbang-gerbang dasar ini bekerja atas dasar logika tegangan yang
digunakan dalam teknik digital. Logika tegangan adalah asas dasar bagi gerbang-gerbang
logika”. (Hodges D. , Jacson, Nasution S).”
1.2. Rumusan Masalah
Permasalahan yang dibahas dalam makalah ini
adalah mempelajari dan memahami tentang gerbang
logika AND, NOT, OR dan NAND dengan
menggunakan program Electronics
Workbench (EWB) kemudian merealisasikannya dengan membangun
sendiri sebuah premasalahan mengunakan gerbang NOT OR dan matrik AND. Dimana sebagai
implementasi gerbang NAND dan di lanjutkan dengan menggunakan IC dan
penerapan Dekoder.
BAB II PEMBAHASAN
“Gerbang
logika atau gerbang
logik adalah suatu entitas dalam elektronika dan matematika boolean yang
mengubah satu atau beberapa masukan logik menjadi sebuah sinyal keluaran logik.
Gerbang
logika
terutama diimplementasikan secara elektronis menggunakan dioda atau transistor,
akan tetapi dapat pula dibangun menggunakan susunan komponen-komponen yang
memanfaatkan sifat-sifat elektromagnetik (relay). Logika merupakan dasar
dari semua penalaran (reasoning). Untuk menyatukan beberapa logika, kita
membutuhkan operator logika dan untuk membuktikan kebenaran dari logika,
kita dapat menggunakan tabel kebenaran. Tabel kebenaran menampilkan hubungan
antara nilai kebenaran dari proposisi atomik. Dengan tabel kebenaran, suatu
persamaan logika ataupun proposisi bisa dicari nilai kebenarannya. Tabel
kebenaran pasti mempunyai banyak aplikasi yang dapat diterapkan karena
mempunyai fungsi tersebut. Salah satu dari aplikasi tersebut yaitu dengan
menggunakan tabel kebenaran kita dapat mendesain suatu rangkaian logika.
Dalam makalah ini akan dijelaskan bagaimana peran dan kegunaan tabel kebenaran
dalam proses pendesainan suatu rangkaian logika.
Gerbang yang diterjemahkan dari istilah asing
gate, adalah elemen dasar dari semua rangkaian yang menggunakan sistem digital.
Semua fungsi digital pada dasarnya tersusun atas gabungan beberapa gerbang logika dasar yang disusun berdasarkan fungsi yang
diinginkan. Gerbang
-gerbang dasar
ini bekerja atas
dasar logika tegangan yang digunakan dalam teknik digital.Logika tegangan
adalah asas dasar bagi gerbang-gerbang logika. Dalam teknik digital
apa yang dinamakan logika tegangan adalah dua kondisi tegangan yang saling
berlawanan. Kondisi tegangan “ada tegangan” mempunyai istilah lain “berlogika
satu” (1) atau “berlogika tinggi” (high), sedangkan “tidak ada tegangan”
memiliki istilah lain “berlogika nol” (0) atau “berlogika rendah” (low). Dalam
membuat rangkaian logika kita menggunakan gerbang-gerbang logika yang sesuai
dengan yang dibutuhkan. Rangkaian digital adalah sistem yang mempresentasikan
sinyal sebagai nilai diskrit. Dalam sebuah sirkuit digital,sinyal
direpresentasikan dengan satu dari dua macam kondisi yaitu 1 (high, active,
true,) dan 0 (low, nonactive,false).” (Sendra, Smith, Keneth C)
2.2. Rangkaian Terpadu (IC) Untuk Gerbang -Gerbang Dasar
“Setelah mengenal gerbang-gerbang dasar yang digunakan dalam teknik digital, bagi para pemula mengkin saja timbul pertanyaan dimana gerbang-gerbang ini dapat diperoleh? Jawabannya mudah sekali, karena gerbang- gerbang ini telah dijual secara luas dipasaran dalam IC tunggal (single chip). Yang perlu diperhatikan sekarang adalah dari jenis apa dan bagaimana penggunaan dari kaki-kaki IC yang telah didapat. Sebenarnya informasi dari IC-IC yang ada dapat dengan mudah ditemukan dalam buku data sheet IC yang sekarang ini banyak dijual. Namun sedikit contoh berikut mungkin akan me mpermudah pencarian. Berikut adalah keterangan mengenai IC-IC yang mengandung gerbang-gerbang logika dasar yang dengan mudah dapat dijumpai dipasaran.
Catatan:
- Ada dua golongan besar IC yang
umum digunakan yaitu TTL dan CMOS.
- IC dari jenis TTL memiliki mutu
yang relatif lebih baik daripada CMOS dalam hal daya yang dibutuhkan dan
kekebalannya akan desah.
- IC TTL membutuhkan catu tegangan
sebesar 5 V sedangkan CMOS dapat diberi catu tegangan mulai 8 V sampai 15
V. Hali ini harus diingat benar-benar karena kesalahan pemberian catu akan
merusakkan IC.
- Karena adanya perbedaan tegangan
catu maka tingkat tegangan logika juga akan berbeda. Untuk TTL logika satu
diwakili oleh tegangan sebesar maksimal 5 V sedangkan untuk CMOS diwakili
oleh tegangan yang maksimalnya sebesar catu yang diberikan, bila catu yang
diberikan adalah 15 V maka logika satu akan diwakili oleh tegangan
maksimal sebesar 15 V. Logika pada TTL dan CMOS adalah suatu tegangan yang
harganya mendekati nol.
- Untuk TTL nama IC yang biasanya
terdiri atas susunan angka dimulai dengan angka 74 atau 54 sedangkan untuk
CMOS angka ini diawali dengan 40.”(Ian Robertson Sinclair, Suryawan)
BAB II TEORI

“Gerbang NOT atau juga bisa disebut dengan pembalik (inverter) memiliki fungsi membalik logika tegangan inputnya pada outputnya. Sebuah inverter (pembalik) adalah gerbang dengan satu sinyal masukan dan satu sinyal keluaran dimana keadaan keluaranya selalu berlawanan dengan keadaan masukan. Membalik dalam hal ini adalah mengubah menjadi lawannya. Karena dalam logika tegangan hanya ada dua kondisi yaitu tinggi dan rendah atau “1” dan “0”, maka membalik logika tegangan berarti mengubah “1” menjadi "0” atau sebaliknya mengubah nol menjadi satu. Simbul atau tanda gambar pintu NOT ditunjukkan pada gambar di atas.
Gerbang AND (AND GATE) atau dapat pula disebut gate AND ,adalah suatu
rangkaian logika yang mempunyai beberapa jalan masuk (input) dan hanya
mempunyai satu jalan keluar (output). Gerbang AND mempunyai dua atau
lebih dari dua sinyal masukan tetapi hanya satu sinyal keluaran. Dalam gerbang AND, untuk menghasilkan sinyal keluaran
tinggi maka semua sinyal masukan harus bernilai tinggi.
Gerbang OR berbeda dengan gerbang NOT yang hanya memiliki satu input, gerbang ini
memiliki paling sedikit 2 jalur input. Artinya inputnya bisa lebih dari dua,
misalnya empat atau delapan. Yang jelas adalah semua gerbang logika selalu
mempunyai hanya satu output. Gerbang OR akan
memberikan sinyal keluaran tinggi jika salah satu atau semua sinyal masukan
bernilai tinggi, sehingga dapat dikatakan bahwa gerbang OR hanya memiliki
sinyal keluaran rendah jika semua sinyal masukan bernilai rendah.
4. Gerbang NAND
Gerbang NAND adalah suatu NOT-AND, atau suatu fungsi AND yang dibalikkan. Dengan kata lain bahwa gerbang NAND akan menghasilkan sinyal keluaran rendah jika semua sinyal masukan bernilai tinggi.
Gerbang NOR adalah suatu NOT-OR, atau suatu fungsi OR
yang dibalikkan sehingga dapat dikatakan bahwa gerbang NOR akan
menghasilkan sinyal keluaran tinggi jika semua sinyal masukanya bernilai
rendah.
Gerbang X-OR akan menghasilkan sinyal keluaran rendah jika semua sinyal masukan
bernilai rendah atau semua masukan bernilai tinggi atau dengan kata lain bahwa
X-OR akan menghasilkan sinyal keluaran rendah jika sinyal masukan bernilai sama
semua.
Gerbang X-NOR akan menghasilkan sinyal keluaran tinggi jika semua
sinyal masukan bernilai sama (kebalikan dari gerbang X-OR).
Gambar1: Rangkain gerbang logika.
“Semua rangkaian logika dapat digolongkan atas dua jenis, yaitu
rangkaian kombinasi (combinational circuit) dan rangkaian berurut (sequential
circuit). Perbedaan kedua jenis rangkaian ini terletak pada sifat keluarannya.
Keluaran suatu rangkaian kombinasi setiap saat hanya ditentukan oleh masukan
yang diberikan saat itu. Keluaran rangkaian berurut pada setiap saat, selain ditentukan
oleh masukannya saat itu, juga ditentukan oleh keadaan keluaran saat
sebelumnya, jadi juga oleh masukan sebelumnya. Jadi, rangkaian berurut tetap
mengingat keluaran sebelumnya dan dikatakan bahwa rangkaian ini mempunyai
ingatan (memory). Kemampuan mengingat pada rangkaian berurut ini diperoleh
dengan memberikan tundaan waktu pada lintasan balik (umpan balik) dari keluaran
ke masukan. Secara diagram blok, kedua jenis rangkaian logika ini dapat
digambarkan seperti pada Gambar 1.” (Albert Paul Malvino, Ph.D.)
Gambar 3. Model Umum Rangkaian Logika
“Rangkaian kombinasi mempunyai komponen-komponen masukan, rangkaian
logika, dan keluaran, tanpa umpan balik. Persoalan yang dihadapi dalam
perancangan (design) suatu rangkaian kombinasi adalah memperoleh fungsi
Boole beserta diagram rangkaiannya dalam bentuk susunan gerbang-gerbang.
Seperti telah diterangkan sebelumnya, fungsi Boole merupakan hubungan aljabar
antara masukan dan keluaran yang diinginkan. Langkah pertama dalam merancang setiap
rangkaian logika adalah menentukan apa yang hendak direalisasikan oleh
rangkaian itu yang biasanya dalam bentuk uraian kata-kata (verbal). Berdasarkan
uraian kebutuhan ini ditetapkan jumlah masukan yang dibutuhkan serta jumlah
keluaran yang akan dihasilkan. Masing-masing masukan dan keluaran diberi nama
simbolis. Dengan membuat tabel kebenaran yang menyatakan hubungan masukan dan
keluaran yang diinginkan, maka keluaran sebagai fungsi masukan dapat dirumuskan
dan disederhanakan dengan cara-cara yang telah diuraikan dalam bab-bab
sebelumnya.
Berdasarkan persamaan yang diperoleh
ini, yang merupakan fungsi Boole dari pada rangkaian yang dicari, dapat
digambarkan diagram rangkaian logikanya Ada kalanya fungsi Boole yang
sudah disederhanakan tersebut masih harus diubah untuk memenuhi kendala yang
ada seperti jumlah gerbang dan jenisnya yang tersedia, jumlah masukan setiap
gerbang, waktu perambatan melalui keseluruhan gerbang (tundaan waktu),
interkoneksi antar bagian-bagian rangkaian, dan kemampuan setiap gerbang untuk
mencatu (drive) gerbang berikutnya. Harga rangkaian logika umumnya
dihitung menurut cacah gerbang dan cacah masukan keseluruhannya. Ini berkaitan
dengan cacah gerbang yang dikemas dalam setiap kemasan.
Gerbang-gerbang logika yang tersedia di pasaran pada umumnya dibuat dengan teknologi rangkaian terpadu (Integrated Circuit, IC). Pemaduan (integrasi) gerbang-gerbang dasar seperti NOT, AND, OR, NAND, NOR, XOR pada umumnya dibuat dalam skala kecil (Small Scale Integration, SSI) yang mengandung 2 sampai 6 gerbang dalam setiap kemasan. Kemasan yang paling banyak digunakan dalam rangkaian logika sederhana berbentuk DIP (Dual- In-line Package), yaitu kemasan dengan pen-pen hubungan ke luar disusun dalam dua baris sejajar. Kemasan gerbang-gerbang dasar umunya mempunyai 14-16 pen, termasuk pen untuk catu daya positif dan nol (Vcc dan Ground). Setiap gerbang dengan 2 masukan membutuhkan 3 pen (1 pen untuk keluaran) sedangkan gerbang 3 masukan dibutuhkan 4 pen. Karena itu, satu kemasan 14 pen dapat menampung hanya 4 gerbang 2 masukan atau 3 gerbang 3 masukan.
Dalam praktek kita sering terpaksa menggunakan gerbang-gerbang yang tersedia di pasaran yang kadang-kadang berbeda dengan kebutuhan rancangan kita. Gerbang yang paling banyak tersedia di pasaran adalah gerbang-gerbang dengan 2 atau 3 masukan. Umpamanya, dalam rancangan kita membutuhkan gerbang dengan 4 atau 5 masukan dan kita akan mengalami kesulitan memperoleh gerbang seperti itu. Karena itu kita harus mengubah rancangan sedemikian sehingga rancangan itu dapat direalisasikan dengan gerbang-gerbang dengan 2 atau 3 masukan. Kemampuan pencatuan daya masing-masing gerbang juga membutuhkan perhatian. Setiap gerbang mampu mencatu hanya sejumlah tertentu gerbang lain di keluarannya (disebut sebagai fan-out). Ini berhubungan dengan kemampuan setiap gerbang dalam menyerap dan mencatu arus listrik. Dalam perancangan harus kita yakinkan bahwa tidak ada gerbang yang harus mencatu terlalu banyak gerbang lain di keluarannya. Ini sering membutuhkan modifikasi rangakaian realisasi yang berbeda dari rancangan semula. Mengenai karakteristik elektronik gerbang-gerbang logika dibahas dalam Lampiran A.” (Albert Paul Malvino, Ph.D.)
“Gerbang NAND dan NOR merupakan gerbang universal, artinya hanya dengan menggunakan jenisgerbang NAND saja atau NOR sajadapat menggantikan fungsi dari 3 gerbang dasar yang lain (AND, OR, NOT). Multilevel, artinya: dengan mengim plementasikan gerbang NAND atau NOR, akan ada banyak level / tingkatan mulai dari sisitem input sampai kesisi output. Keuntungan pemakaian NAND saja atau NOR saja dalam sebuah rangkaian digital adalah dapat mengoptimalkan pemakaian seluruh gerbang yang terdapat dalam sebuah IC, sehingga menghemat biaya
Gerbang NAND adalah pengembangan dari gerbang AND. Gerbang ini sebenarnya adalah gerbang AND yang
pada outputnya dipasang gerbang NOT. Gerbang yang paling sering
digunakan untuk membentuk rangkaian kombinasi adalah gerbang NAND dan NOR,
dibanding dengan AND dan OR. Dari sisi aplikasi perangkat luar, gerbang NAND
dan NOR lebih umum sehingga gerbang-gerbang tersebut dikenal sebagai gerbang
yang “universal”. Gerbang-gerbang NOT, AND dan OR dapat di-substitusi ke
dalam bentuk NAND saja, dengan hubungan seperti gambar 2.
Gambar 4. Substitusi Beberapa Gerbang Dasar
Menjadi NAND
Rangkaian Asal Rangkaian Dengan NAND saja
Gambar 5, impelemtasi Gerbang NAND
Untuk mendapatkan persamaan dengan menggunakan NAND saja, maka persamaan
asal harus dimodifikasi sedemikian rupa, sehingga hasil akhir yang didapatkan
adalah persamaan dengan NAND saja. Gerbang NAND sangat banyak di
pakai dalam computer modern dan mengeti pemakaiannya sangat berharga bagi kita,
untuk merancang jaringan gerbang NAND ke NAND, gunakan prosedur tabel
kombinasi untuk ungkapan jumlah hasil kali,
Dalam perancangan logika, gerbang logika siskrit tidak selalu
digunakan ttapi biasanya beisi banyak gerbang, karena itu, biasanya lebih
disukai untuk memanfaatkan satu jenis gerbang, dan bukan campuran beberapa
gerbang untuk alasan ini konversi gerbang digunakan untuk menyatukan suatu
fungsi gerbang tertentu dengan cara mengombinasikan beberapa gerbang yang
bertipe sama, suatu misal implementasi gerbang NAND ke dalam gerbang NO,
gerbang AND dan gerbang OR (Kf Ibrahim, “Tehnik Digital”)
Pertimbangan lain nya dalam impelemtasi fungis boole berkaitan dengan
jenis gate yang digunakan, seringkali di rasakan perlu nya untuk
mengimplimentasikan fungsi boole dengan hanya menggunakan gate-gate NAND saja,
walaupun mungkin tidak merupakan implementasi gate minimum, teknik tersebut
memiliki keuntungan dan keteraturan yang dapat menyederhanakan proses pembuatan
nya di pabrik. (wiliam steling).
3. Decoder
“Decoder adalah suatu rangkaian logika kombinasional yang
mampu mengubah masukan kode biner n-bit ke m-saluran keluaran sedemikian rupa
sehingga setiap saluran keluaran hanya satu yang akan aktif dari beberapa
kemungkinan kombinasi masukan. Gambar 2.14 memperlihatkan diagram dari
decoder dengan masukam n = 2 dan keluaran m = 4 ( decoder 2 ke 4). Setiap n
masukan dapat berisi logika 1 atau 0, ada 2N kemungkinan kombinasi dari
masukan atau kode-kode. Untuk setiap kombinasi masukan ini hanya satu dari m
keluaran yang akan aktif (berlogika 1), sedangkan keluaran yang lain adalah
berlogika 0. Beberapa decoder didisain untuk menghasilkan keluaran low pada
keadan aktif, dimana hanya keluaran low yang dipilih akan aktif sementara
keluaran yang lain adalah berlogika 1.
BAB III PENUTUP
KESIMPULAN
A. Gerbang
logika atau gerbang
logik adalah suatu entitas dalam elektronika dan matematika boolean yang
mengubah satu atau beberapa masukan logik menjadi sebuah sinyal keluaran logik.
B. Semua rangkaian logika dapat
digolongkan atas dua jenis, yaitu rangkaian kombinasi (combinational circuit)
dan rangkaian berurut (sequential circuit). Perbedaan kedua jenis rangkaian ini
terletak pada sifat keluarannya.
C. Gerbang-gerbang logika yang tersedia
di pasaran pada umumnya dibuat dengan teknologi rangkaian terpadu (Integrated
Circuit, IC). Pemaduan (integrasi) gerbang-gerbang dasar seperti NOT, AND,
OR, NAND, NOR, XOR pada umumnya dibuat dalam skala kecil (Small Scale
Integration, SSI) yang mengandung 2 sampai 6 gerbang dalam setiap kemasan.
D. Gerbang NAND dan NOR merupakan gerbang universal, artinya
hanya dengan menggunakan jenisgerbang NAND saja atau NOR sajadapat menggantikan
fungsi dari 3 gerbang dasar yang lain (AND, OR, NOT).










makasih sudah share
ReplyDeletelampu servis hp