Kata Pengantar
Dengan
menyebut nama Allah SWT yang Maha
Pengasih lagi Maha Penyayang, kami panjatkan puja dan puji syukur kehadirat
Allah SWT atas kehadirannya yang telah
melimpahkan rahmat, hidayat, dan inayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan
tugas makalah ini yang berjudul tentang “
ARTI INTERNET DAN KEHADIRAN INTERNET DI DUNIA INDUSTRI” .
Makalah ini kami telah susun maksimal dan mendapatkan
bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini.
Untuk itu kami mengucapkan bnyak terima kasih kepada semua pihak yang telah
berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa
masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasa. Oleh karena itu, dengan tangan
terbuka kami kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat
memperbaiki makalah ini.
Akhir kata, saya berharap semoga makalah ini dapat
bermanfaat dan menjadi inovasi bagi para pembaca
Probolinggo,
25 0ktober 20015
Penyusun
DAFTAR ISI
Kata
pengantar.....................................................................................................i
Daftar isi…..........................................................................................................ii
BAB I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang...................................................................................1
1.2 Rumusan
Masalah...............................................................................2
1.3 Tujuan
Penulisan ................................................................................2
BAB II. MATERI DAN
PENJELASAN
2.1
Pengantar Internet................................................................................3
2.2
Pengertian Internet...............................................................................3
2.3 Dampak
Positif Internet.......................................................................4
2.4 Dampak Negatif
Internet......................................................................5
BAB III. ISI
DAN PEMBAHASAN
3.1 Definisi dan pengertian industri............................................................7
3.2 Jenis dan Macam-Macam Industri.......................................................7
3.3
Pemanfaatan Internet Bagi Efisiensi Perusahaan.................................8
3.4 Dampak
Internet Terhadap Bisnis....................................................10
3.5 Manfaat
Internet di Bidang Ekonomi dan Industri.........................10
BAB IV. PENUTUP
4.1 Kesimpulan.........................................................................................12
4.2
Saran..................................................................................................12
Daftar Pustaka
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 LATAR
BELAKANG
Globalisasi
telah menyebabkan banyak perubahan pada masyarakat lokal yang terinspirasi oleh
pengaruh internasional. Dahulu, masalah yang terjadi pada masyarakat tertentu
hampir dapat dipastikan tidak akan menjadi masalah atau potensi masalah di
masyarakat lainnya. Perubahan-perubahan yang terjadi dari luar pada saat itu
relatif mengalami resistensi yang besar terlebih dahulu. Namun, kini secara
umum dunia telah mengalami “transformasi global”, yaitu perubahan yang sangat
mendasar dalam berbagai bidang kehidupan. Sejumlah faktor yang diduga telah
mendorong terjadinya transformasi global tersebut, antara lain (Rosenau, 1990 :
7-20) :
1.
Adanya pergeseran global dari industrial order menuju
post-industrial order yang diwarnai oleh adanya perkembangan, inovasi dan
kreasi baru yang pesat di bidang teknologi, khususnya teknologi komunikasi,
transportasi serta teknologi informasi.
2.
Terhubungnya dunia melalui rangkaian jaringan yang
kompleks maka muncul pula isu-isu baru seperti lingkungan, terorisme,
cybercrime dan lain-lain, yang merupakan produk langsung dari teknologi baru,
gagasan dan nilai yang mengglobal serta interdependensi dunia yang semakin
besar.
3.
Dengan tersimpulkannya jaringan-jaringan masalah yang
berlingkup global maka dapat diperkirakan bahwa kapabilitas negara akan
berkurang dalam melakukan penanganan secara memuaskan atas isu-isu baru
tersebut. Hal ini tentunya karena isu-isu baru tersebut seringkali tidak
sepenuhnya berada dalam jangkauan yuridiksi mereka.
4.
Umpan balik terhadap seluruh interaksi dari dinamika
dan kekuatan yang mendorong perubahan global tersebut.
Dalam era globalisasi seperti
sekarang ini, teknologi telah mengalami perkembangan yang cukup pesat khususnya
di bidang teknologi informasi. Perkembangan teknologi informasi telah membawa
dampak lain pada dunia. Dunia kini tengah dilanda demam internet. Oleh karena
itu, kami mengangkat makalah ini dengan judul “ARTI KEHADIRAN INTERNET DI DUNIA INDUSTRI”.
1.2 Rumusan
Masalah
1. Apakah
pengertian internet?
2. Bagaimana
Konsep Dampak positif dan negative internet?
3. Bagaimana
dampak internet di dunia Industri?
1.3 Tujuan
Penulisan
1. Mengetahui
sejarah atau istilah dan pengertian internet secara global
2. Dapat
mengetahui apakah internet punya dampak dalam dunia Industri
3. Dapat
mengetahui peran pentingnya Internet dalam dunia Industri
BAB II
MATERI DAN PENJELASAN
2.1 PENGANTAR INTERNET
Dampak
teknologi internet yang maju dengan pesat ini akan dan telah merubah pola
kehidupan manusia. Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat pada
saat sekarang ini membuat aliran informasi menjadi semakin mudah dan cepat.
Akses untuk mendapat suatu informasi dengan adanya bantuan teknologi menjadi
sangat mudah dan gampang dan tidak dapat dipungkiri sangat membantu dalam
kehidupan pribadi setiap individu. Walaupun saat ini baru sebagian orang
yang sudah terbiasa menggunakan internet, namun kecepatan internet memasuki
kehidupan manusia sungguh luar biasa. Di Amerika Serikat sudah lebih dari 25
persen rumah tangga yang memiliki komputer yang memiliki akses internet
(Tappscott, 1996). Walaupun belum ada data resmi berapa persen dari rumah
tangga yang memiliki komputer dan
akses pada internet di Indonesia, kini makin banyak rumah tangga yang memiliki
komputer dan akses pada internet.
2.2 PENGERTIAN INTERNET
Di era
globalisasi sekarang ini, kita sudah tidak asing lagi dengan yang namanya
internet. Internet merupakan sarana untuk mendapatkan berbagai macam informasi
yang dibutuhkan oleh seluruh lapisan masyarakat. Internet pada awalnya muncul
pada tahun 1969 di AS, yaitu teknologi yang diawali oleh proyek yang dilakukan
oleh departemen AS. Proyek yang disebut ARPA ini bertugas untuk melakukan
penelitian yang bermanfaat bagi kelancaran dan kemajuan tugas-tugas militer AS,
karena berbasis komputer maka dinamakan dengan ARPANET.
Internet
adalah sistem informasi global berbasis komputer. Jadi, bergaul dengan internet
sama juga bergaul dengan komputer. Internet tidak akan ada tanpa
komputer. Ibarat kapal tanpa nahkoda, kan tidak bisa jalan
juga! Begitu juga dengan internet, tanpa adanya komputer kita tidak
bisa mengakses internet. Untuk mengakses internet kita hanya membutuhkan
seperangkat komputer, modem, dan saluran telepon. Bahkan saat ini tidak perlu
mempergunakan jaringan telepon, cukup dengan menggunakan wireless internet.
jadi, sangat gampang untuk mengakses internet. Internet telah merevolusi cara dunia melakukan bisnis baik di tingkat
lokal dan global. Dari cara mengumpulkan data untuk merekrut karyawan pada
perusahaan, cara bisnis menggunakan Internet sangat banyak, sebagai manfaat
dari Internet untuk komunitas bisnis. Orang telah menemukan berbagai manfaat
internet untuk bisnisnya. Banyak perusahaan kecil dan besar telah memanfaatkan
Internet demi menunjang bisnis mereka. Bahkan ada yang dinamakan bisnis Online
dimana semata-mata menjadikan Internet sebagai bisnis utama.
Banyak perusahaan, terutama yang menerapkan perdagangan online, telah
mengintegrasikan situs Web mereka dengan sistem back-office seperti database,
paket akuntansi dan kontrol stok dan penelusuran pelanggan mereka. Hal ini
dapat mengurangi biaya administrasi dan meningkatkan layanan pelanggan dengan
memberikan informasi yang cepat dan mudah tentang kemajuan order kepada
pelanggan.
Adanya Internet mendobrak batasan ruang dan waktu. Sebuah perusahaan di
Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses pasar Amerika
dibandingkan dengan perusahaan di Eropa, atau bahkan dengan perusahaan di
Amerika. Perlu diingat, hal yang sebaliknya (perusahaan luar mengakses pasar
Indonesia) dapat juga dilakukan dengan mudah.
Hilangnya batasan ruang dan waktu dengan adanya Internet membuka peluang
baru untuk melakukan pekerjaan dari jarak jauh. Istilah teleworker atau
teleworking mulai muncul. Seorang pekerja dapat melakukan pekerjaannya dari
rumah tanpa perlu pusing dengan masalah lalulintas. Kesemua hal di atas
menunjukkan adanya peluang-peluang baru di dalam bisnis dengan adanya Internet.
Manfaat
internet dalam dunia industri memang
sungguh besar. Kehadiran dan perkembangan internet telah memberikan banyak
manfaat di berbagai bidang kehidupan manusia. Arus informasi dan ilmu
pengetahuan yang bebas diakses, membuat banyaknya daerah yang buta akan
informasi perlahan-lahan menjadi mengerti.
2.3 Dampak Positif Internet
1. Menciptakan
basis bagi klien atau pelanggan
Untuk mendapatkan klien atau
pelanggan baru dan menciptakan basis klien tidak selalu dapat diperoleh dengan
mudah. Internet merupakan salah satu alternatif wadah yang tepat untuk
dijadikan sebagai tempat untuk basis pertemuan jutaan orang di seluruh dunia.
Dengan demikian untuk mendapatkan pelanggan baru lebih mudah dengan adanya
kelompok yang besar di internet tersebut.
2. Analisa
produk dan pasar
Internet dapat dijadikan tempat yang
baik untuk melakukan riset pemasaran karena produsen atau perusahaan dapat
langsung berhadapan dengan pelanggan. Analisa pasar akan membantu perusahaan
untuk mendapatkan ide dalam pengembangan produk baru yang sesuai dengan
keinginan dan kebutuhan pelanggan.
3. Nasehat dan
bantuan pakar di bidangnya
Banyak pakar yang ada di internet
yang mempublikasikan karyanya untuk diketahui publik. Sering pula kita
memperoleh nasehat dan bantuan secara gratis dari para pakarnya tentang masalah
yang kita hadapi. Jika kita membandingkannya dengan mendapatkan nasihat dari
konsultan, maka kita harus membayar dengan harga yang sangat mahal.
4. Rekruitmen
tenaga kerja dan penyedian lowongan kerja
Sekarang ini rekruitmen tenaga kerja
melalui internet semakin digemari oleh perusahaan-perusahaan. Di internet
terdapat banyak sekali daftar lowongan kerja dan bahkan juga pelamar pun sering
pula mempromosikan dirinya melalui internet. Sehingga dengan begitu antara
yang membutuhkan tenaga kerja dan pencari pekerjaan dapat saling bertemu di
internet.
5. Akses
informasi dan penyebaran informasi
Mempublikasikan berita melalui
internet dapat tersebar luas melebihi media lainnya. Dalam hal akses informasi,
melalui internet pun jauh lebih cepat jika dibandingkan dengan menggunakan fax
atau pos. Kita semua dapat mengakses informasi dan menyebarkan informasi dari
dan ke penjuru dunia dan juga dapat membuat hubungan secara interaktif dan
langsung melalui komputer. Kontak secara interaktif tersebut akan menarik
dengan adanya penggunaan chat dan video conferencing.
6. Riset
peluang bisnis baru
Banyak yang memanfaatkan internet
untuk mencari ide inovatif. Pengguna internet sering memperoleh ide baru tidak
hanya disebabkan oleh kebiasaan penelitiannya, tetapi juga ada nya suasana
kooperatif di antara pemakai internet. Internet sering pula dijadikan forum
komunikasi antara para ahli di bidangnya masin-masing.
7. Pemasaran
dan Periklanan
Membuat website bisnis manfaat
karena orang dapat memasarkan produk dan layanan mereka tanpa menggunakan
teknik pemasaran tradisional seperti brosur, surat dan iklan surat kabar.
Pemasaran online dapat menghemat uang perusahaan yg seharusnya dapat digunakan
untuk cara tradisional iklan.
2.4` Dampak negatif Internet
Internet
diciptakan untuk memudahkan kehidupan manusia, tapi bagaimanapun juga, internet
memiliki sisi negatif yang tak bisa dihindari oleh siapapun, khususnya para siswa
sekolah. Siswa sekolah adalah anak berusia muda, usia seperti ini umumnya labil
dan cenderung ingin tahu. Berikut beberapa contoh pengaruh internet terhadap
prestasi belajar siswa dari segi negatif.
a. Banyaknya
situs hiburan seperti situs musik atau film, akan membuat karyawan, terlena dan lupa waktu. Situs-situs seperti ini boleh dikonsumsi
sebagai hiburan untuk membuat otak tidak jenuh, tapi kalau sampai lupa waku bekerja tentu akan merugikan
perusahaan.
b. Saat
ini banyak sekali situs jejaring sosial yang dikenal oleh karyawan-karyawan
perusahaan, hal ini bisa menyebabkan karyawan lupa waktu dan sibuk mencari
hiburan lewat jejaring sosial. Tak hanya itu, jejaring sosial yang seharusnya
bisa meningkatkan sosialisasi para karyawan, kadang malah menjauhkan karyawan
dari teman sekantornya. Mereka lebih suka berinteraksi dengan teman-teman di
dunia maya daripada teman di sekitar mereka. Hal ini bisa berdampak buruk,
karena umumnya yang dibicarakan dengan teman di dunia maya bukanlah hal-hal
yang berhubungan dengan pekerjaan. Ini
menjadi salah satu pengaruh internet terhadap perusahaan yang siswa secara negatif karena karyawan menjadi lupa akan
pekerjaannya.
c. Penipuan.
Hal ini memang merajalela di bidang manapun. Internet pun tidak luput dari
serangan penipu. Cara yang terbaik adalah tidak mengindahkan hal ini atau
mengkonfirmasi informasi yang Anda dapatkan pada penyedia informasi tersebut.
d. Karena
sifatnya yang ‘real time’ (langsung), cara belanja dengan menggunakan Kartu kredit
adalah cara yang paling banyak digunakan dalam dunia internet. Para penjahat
internet pun paling banyak melakukan kejahatan dalam bidang ini. Dengan sifat
yang terbuka, para penjahat mampu mendeteksi adanya transaksi (yang menggunakan
Kartu Kredit) on-line dan mencatat kode Kartu yang digunakan. Untuk selanjutnya
mereka menggunakan data yang mereka dapatkan untuk kepentingan kejahatan
mereka.
e. Persaingan menjadi lebih ketat karena
terjadi perlombaan dalam pelayanan dan harga.
f. Memasuki
perdagangan dalam dunia maya, keamanan data dari ancaman para peretas menjadi sebuah prioritas,
sehingga menimbulkan pos biaya baru.
g. Munculnya
berbagai modus kriminal baru.
h. Mengurangi
sifat sosial manusia karena cenderung lebih suka berhubungan lewat internet daripada
bertemu secara langsung (face to face).
BAB III
ISI DAN PEMBAHASAN
3.1 Definisi dan pengertian industri
Industri adalah suatu usaha atau kegiatan pengolahan bahan mentah atau barang setengah jadi menjadi barang jadi barang jadi yang memiliki nilai tambah untuk mendapatkan keuntungan. Usaha perakitan atau assembling dan juga reparasi adalah bagian dari industri. Hasil industri tidak hanya berupa barang, tetapi juga dalam bentuk jasa.
Industri adalah suatu usaha atau kegiatan pengolahan bahan mentah atau barang setengah jadi menjadi barang jadi barang jadi yang memiliki nilai tambah untuk mendapatkan keuntungan. Usaha perakitan atau assembling dan juga reparasi adalah bagian dari industri. Hasil industri tidak hanya berupa barang, tetapi juga dalam bentuk jasa.
3.2 Jenis dan Macam-Macam Industri
A. Jenis / macam-macam industri berdasarkan tempat bahan baku
1. Industri ekstraktif
Industri ekstraktif adalah industri yang bahan baku diambil langsung dari alam sekitar.
- Contoh : pertanian, perkebunan, perhutanan, perikanan, peternakan, pertambangan, dan lain lain.
2. Industri nonekstaktif
Industri nonekstaktif adalah industri yang bahan baku didapat dari tempat lain selain alam sekitar.
3. Industri fasilitatif
Industri fasilitatif adalah industri yang produk utamanya adalah berbentuk jasa yang dijual kepada para konsumennya.
- Contoh : Asuransi, perbankan, transportasi, ekspedisi, dan lain sebagainya.
B. Golongan / macam industri berdasarkan besar kecil modal
1. Industri padat modal
adalah industri yang dibangun dengan modal yang jumlahnya besar untuk kegiatan operasional maupun pembangunannya
2. Industri padat karya
adalah industri yang lebih dititik beratkan pada sejumlah besar tenaga kerja atau pekerja dalam pembangunan serta pengoperasiannya.
C. Jenis-jenis / macam industri berdasarkan klasifikasi atau penjenisannya
Berdasarkan SK Menteri Perindustrian No.19/M/I/1986
1. Industri kimia dasar
contohnya seperti industri semen, obat-obatan, kertas, pupuk, dsb
2. Industri mesin dan logam dasar misalnya industri pesawat terbang,kendaraan bermot or,tekstil, dll
3. Industri kecil
Contoh seperti industri roti, kompor minyak, makanan ringan, es, minyak goreng curah, dll.
4.Aneka industri
misal seperti industri pakaian, industri makanan dan minuman, dan lain-lain.
A. Jenis / macam-macam industri berdasarkan tempat bahan baku
1. Industri ekstraktif
Industri ekstraktif adalah industri yang bahan baku diambil langsung dari alam sekitar.
- Contoh : pertanian, perkebunan, perhutanan, perikanan, peternakan, pertambangan, dan lain lain.
2. Industri nonekstaktif
Industri nonekstaktif adalah industri yang bahan baku didapat dari tempat lain selain alam sekitar.
3. Industri fasilitatif
Industri fasilitatif adalah industri yang produk utamanya adalah berbentuk jasa yang dijual kepada para konsumennya.
- Contoh : Asuransi, perbankan, transportasi, ekspedisi, dan lain sebagainya.
B. Golongan / macam industri berdasarkan besar kecil modal
1. Industri padat modal
adalah industri yang dibangun dengan modal yang jumlahnya besar untuk kegiatan operasional maupun pembangunannya
2. Industri padat karya
adalah industri yang lebih dititik beratkan pada sejumlah besar tenaga kerja atau pekerja dalam pembangunan serta pengoperasiannya.
C. Jenis-jenis / macam industri berdasarkan klasifikasi atau penjenisannya
Berdasarkan SK Menteri Perindustrian No.19/M/I/1986
1. Industri kimia dasar
contohnya seperti industri semen, obat-obatan, kertas, pupuk, dsb
2. Industri mesin dan logam dasar misalnya industri pesawat terbang,kendaraan bermot or,tekstil, dll
3. Industri kecil
Contoh seperti industri roti, kompor minyak, makanan ringan, es, minyak goreng curah, dll.
4.Aneka industri
misal seperti industri pakaian, industri makanan dan minuman, dan lain-lain.
3.3
Pemanfaatan Internet Bagi Efisiensi Perusahaan
Kehadiran
Internet harus diakui telah menghadirkan kemungkinan- kemungkinan baru dalam
hidup manusia. Melalui teknologi ini para ahli manajemen semakin yakin bahwa
yang namanya ‘Virtual Organization’ bukanlah suatu impian belaka. Dalam konsep
‘Virtual Organization’, suatu organisasi (apakah dalam bentuk perusahaan, LSM,
atau yayasan) tidak harus hadir dalam physicall space di suatu tempat
tertentu. Sehingga, para karyawan bisa bekerja dalam tempat yang berbeda tanpa
kehilangan koordinasi dan hubungan dengan teman-temannya di kantor pusat. Tidak
mengherankan bila dengan konsep tersebut, di suatu kantor hanya dibutuhkan
seorang sekretaris dan office boy.
Kehadiran fasilitas seperti video conference, net meeting, chatting semakin memperkuat argumentasi para ahli manajemen bahwa konsep ‘virtual organization’ merupakan salah satu alternatif yang harus diperhitungkan dalam pembuatan struktur organisasi di masa depan. Namun, pertanyaannya kemudian adalah bagaimana pemanfaatan internet bagi perusahaan di Indonesia?
Disadari atau tidak, potensi penggunaan teknologi Internet bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia sangatlah besar. Hal ini didukung oleh kenyataan struktur geografis Indonesia yang tersusun oleh wilayah yang cukup luas dan berkepulauan. Meskipun konsentrasi penduduk Indonesia masih terdapat di wilayah Jawa, namun potensi daerah di luar Jawa pun harus diperhitungkan oleh suatu perusahaan. Dengan struktur geografis seperti ini tidaklah mengherankan jika perusahaan yang berkeinginan untuk meng-cover konsumen dalam skala nasional harus menempatkan cabang-cabangnya di daerah lain. Contoh kasus yang cukup menarik bisa kita lihat pada perusahaan yang bergerak di industri asuransi jiwa. Kita mengetahui salah satu key succes factor perusahaan asuransi jiwa, selain Teknologi Informasi, adalah coverage area. Artinya, suatu perusahaan asuransi jiwa akan berpotensi untuk mendapatkan premi dalam jumlah besar apabila perusahaan tersebut mampu untuk melakukan pendekatan, melalui agen-agen nya, ke berbagai potential customer yang tersebar di daerah-daerah. Dan kalau perusahaan asuransi jiwa ingin melakukan hal ini, maka mau tidak mau perusahaan jiwa tersebut harus membuka cabang di daerah lain. Fenomena yang terjadi sekarang pun ekspansi perusahaan jiwa ke daerah lain tidak berhenti, walaupun selama periode krisis ekonomi.
Dengan semakin tersebarnya kantor-kantor cabang, perusahaan asuransi itu semakin berpotensi untuk mendapatkan new customer—yang akhirnya menghasilkan premi, namun di sisi lain banyaknya kantor cabang itu juga akan memunculkan biaya komunikasi yang cukup besar. Apalagi dengan struktur industri telekomunikasi di Indonesia yang masih termonopoli, maka struktur biaya telekomunikasi memiliki kontribusi yang tidak kecil dalam keseluruhan biaya operasi. Ditambah lagi dengan adanya rencana kenaikan biaya telepon yang telah disampaikan Dirut Telkom ke DPR.
Kembali ke contoh kasus tadi, maka kita melihat bahwa perusahaan di Indonesia akan dapat berpeluang untuk menghemat biaya komunikasi dengan menggunakan berbagai macam fasilitas yang terdapat di Internet. Untuk telepon interlokal misalnya, perusahaan tersebut bisa menggunakan fasilitas mail, chatting sampai penggunaan teknologi VOIP (Voice Over Internet Protocol).
Perusahaan seperti Total IndonĂ©sie—perusahaan minyak yang berbasis di Perancis, telah menggunakan fasilitas mail dan chating dalam koordinasi antara kantor pusat di Jakarta dengan field di Balikpapan. Untuk regional meeting misalnya, para Branch Manager tidak perlu kehadirannya secara fisik di Jakarta. Cukup melalui fasilitas video conference dan net meeting, maka perusahaan tersebut akan menghemat biaya seperti penginapan hotel, biaya transportasi pesawat dsb. Tentunya hal ini hanya akan terjadi apabila terdapat koneksi Internet di masing-masing kantor baik pusat maupun cabang.
VOIP sebagai sarana komunikasi di prediksikan akan menjadi trend komunikasi di kemudian hari. Karena memang salah satu keunggulan dari VOIP ini terletak pada faktor penghematannya yang drastis dibandingkan biaya pulsa telepon reguler. Malah sebenarnya percakapan melalui VOIP ini free of charge, namun beberapa provider VOIP masih mengenakan suatu beban biaya tertentu ke konsumen. Walaupun begitu beban biaya yang dikenakan tersebut masih jauh lebih kecil ketimbang beban biaya pulsa yang dikenakan oleh Telkom. Dan memang harus diakui bahwa peluang pemanfaatan teknologi Internet guna menekan biaya komunikasi di Indonesia masih terbuka lebar, mengingat biaya komunikasi melalui telepon masih sangat mahal dan mungkin akan bertambah mahal. Perusahaan-perusahaan lokal sangat disarankan untuk menggali potensi utilitas Internet.
Kehadiran fasilitas seperti video conference, net meeting, chatting semakin memperkuat argumentasi para ahli manajemen bahwa konsep ‘virtual organization’ merupakan salah satu alternatif yang harus diperhitungkan dalam pembuatan struktur organisasi di masa depan. Namun, pertanyaannya kemudian adalah bagaimana pemanfaatan internet bagi perusahaan di Indonesia?
Disadari atau tidak, potensi penggunaan teknologi Internet bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia sangatlah besar. Hal ini didukung oleh kenyataan struktur geografis Indonesia yang tersusun oleh wilayah yang cukup luas dan berkepulauan. Meskipun konsentrasi penduduk Indonesia masih terdapat di wilayah Jawa, namun potensi daerah di luar Jawa pun harus diperhitungkan oleh suatu perusahaan. Dengan struktur geografis seperti ini tidaklah mengherankan jika perusahaan yang berkeinginan untuk meng-cover konsumen dalam skala nasional harus menempatkan cabang-cabangnya di daerah lain. Contoh kasus yang cukup menarik bisa kita lihat pada perusahaan yang bergerak di industri asuransi jiwa. Kita mengetahui salah satu key succes factor perusahaan asuransi jiwa, selain Teknologi Informasi, adalah coverage area. Artinya, suatu perusahaan asuransi jiwa akan berpotensi untuk mendapatkan premi dalam jumlah besar apabila perusahaan tersebut mampu untuk melakukan pendekatan, melalui agen-agen nya, ke berbagai potential customer yang tersebar di daerah-daerah. Dan kalau perusahaan asuransi jiwa ingin melakukan hal ini, maka mau tidak mau perusahaan jiwa tersebut harus membuka cabang di daerah lain. Fenomena yang terjadi sekarang pun ekspansi perusahaan jiwa ke daerah lain tidak berhenti, walaupun selama periode krisis ekonomi.
Dengan semakin tersebarnya kantor-kantor cabang, perusahaan asuransi itu semakin berpotensi untuk mendapatkan new customer—yang akhirnya menghasilkan premi, namun di sisi lain banyaknya kantor cabang itu juga akan memunculkan biaya komunikasi yang cukup besar. Apalagi dengan struktur industri telekomunikasi di Indonesia yang masih termonopoli, maka struktur biaya telekomunikasi memiliki kontribusi yang tidak kecil dalam keseluruhan biaya operasi. Ditambah lagi dengan adanya rencana kenaikan biaya telepon yang telah disampaikan Dirut Telkom ke DPR.
Kembali ke contoh kasus tadi, maka kita melihat bahwa perusahaan di Indonesia akan dapat berpeluang untuk menghemat biaya komunikasi dengan menggunakan berbagai macam fasilitas yang terdapat di Internet. Untuk telepon interlokal misalnya, perusahaan tersebut bisa menggunakan fasilitas mail, chatting sampai penggunaan teknologi VOIP (Voice Over Internet Protocol).
Perusahaan seperti Total IndonĂ©sie—perusahaan minyak yang berbasis di Perancis, telah menggunakan fasilitas mail dan chating dalam koordinasi antara kantor pusat di Jakarta dengan field di Balikpapan. Untuk regional meeting misalnya, para Branch Manager tidak perlu kehadirannya secara fisik di Jakarta. Cukup melalui fasilitas video conference dan net meeting, maka perusahaan tersebut akan menghemat biaya seperti penginapan hotel, biaya transportasi pesawat dsb. Tentunya hal ini hanya akan terjadi apabila terdapat koneksi Internet di masing-masing kantor baik pusat maupun cabang.
VOIP sebagai sarana komunikasi di prediksikan akan menjadi trend komunikasi di kemudian hari. Karena memang salah satu keunggulan dari VOIP ini terletak pada faktor penghematannya yang drastis dibandingkan biaya pulsa telepon reguler. Malah sebenarnya percakapan melalui VOIP ini free of charge, namun beberapa provider VOIP masih mengenakan suatu beban biaya tertentu ke konsumen. Walaupun begitu beban biaya yang dikenakan tersebut masih jauh lebih kecil ketimbang beban biaya pulsa yang dikenakan oleh Telkom. Dan memang harus diakui bahwa peluang pemanfaatan teknologi Internet guna menekan biaya komunikasi di Indonesia masih terbuka lebar, mengingat biaya komunikasi melalui telepon masih sangat mahal dan mungkin akan bertambah mahal. Perusahaan-perusahaan lokal sangat disarankan untuk menggali potensi utilitas Internet.
Sebetulnya
yang berkepentingan di sini tidak hanya kaum industriawan saja, melainkan
pemerintah juga, karena penciptaan efisiensi baik di tingkat perusahaan atupun
pada level industri otomatis akan meningkatkan daya saing. Ketika daya saing
meningkat maka output yang dihasilkan secara nasional akan menghasilkan devisa
yang tidaklah kecil. Terlebih lagi di iklim perdagangan bebas yang akan
bergulir nanti, perlindungan pemerintah terhadap industri lokal tidak terletak
pada penciptaan benteng UU terhadap arus barang dari luar, melainkan lebih
kearah penciptaan iklim persaingan yang sehat antar perusahaan dan ketersediaan
infrastruktur dalam arti luas yang memungkinkan efisiensi industri bisa terwujud.
3.4
Dampak Internet Terhadap Bisnis
1.
Menggeser
kekuatan dari penjual ke pembeli dengan mengurangi harga ketika melakukan
perubahan suplier (vendor lainnya hanya satu click jaraknya).
2.
Menyediakan
informasi harga dan produk yang banyak dan lebih lengkap.
3.
Mengurangi
biaya transaksi. Bandingkan transaksi bank melalui internet dan melalui ATM.,
begitu juga pemrosesan tiket melalui internet dibandingkan melalui travel
agent. Memang penghematan ini dampak nyatanya dirasakan oleh bisnis
berukuran besar.
4.
Kecepat
jangkauan dan aksebilitas informasi dari internet, serta biaya rendah untuk
mendistribusikan.
3.5
Manfaat Internet di Bidang Ekonomi dan Industri
Dalam
bidang ekonomi teknologi informasi berkembang sangat pesat. Dari kemajuan
teknologi dapat kita rasakan manfaat positifnya antara lain:
- Pertumbuhan ekonomi yang
semakin tinggi
- Terjadinya industrialisasi
- Produktifitas dunia industri
semakin meningkat. Kemajuan teknologi akan meningkatkan kemampuan
produktivitas dunia industri baik dan aspek teknologi industri maupun pada
aspek jenis produksi. Investasi dan reinvestasi yang berlangsung secara
besar-besaran yang akan semakin meningkatkan produktivitas dunia ekonomi.
Di masa depan, dampak perkembangan teknologi komputer di dunia industri
akan semakin penting. Tanda-tanda telah menunjukkan bahwa akan segera
muncul teknologi bisnis yang memungkinkan konsumen secara individual
melakukan kontak langsung dengan pabrik sehingga pelayanan dapat
dilaksanakan secara langsung dan selera individu dapat dipenuhi, dan yang lebih
penting konsumen tidak perlu pergi ke toko.
- Persaingan dalam dunia kerja
sehingga menuntut pekerja untuk selalu menambah skill dan pengetahuan yang
dimiliki. Kecenderungan perkembangan teknologi dan ekonomi, akan berdampak
pada penyerapan tenaga kerja dan kualifikasi tenaga kerja yang diperlukan.
Kualifikasi tenaga kerja dan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan akan
mengalami perubahan yang cepat. Akibatnya, pendidikan yang diperlukan
adalah pendidikan yang menghasilkan tenaga kerja yang mampu mentransformasikan
pengetahuan dan skill sesuai dengan tuntutan kebutuhan tenaga kerja yang
berubah tersebut.
- Terjadinya pengangguran bagi
tenaga kerja yang tidak mempunyai kualifikasi yang sesuai dengan yang
dibutuhkan
- Sifat konsumtif sebagai akibat
kompetisi yang ketat pada era globalisasi akan juga melahirkan generasi
yang secara moral mengalami kemerosotan.
- Konsumtif, boros dan memiliki
jalan pintas yang bermental “instant”.
BAB
IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Dampak
teknologi internet yang maju dengan pesat ini akan dan telah merubah pola
kehidupan manusia. Walaupun saat ini baru sebagian orang yang sudah terbiasa
menggunakan internet, namun kecepatan internet memasuki kehidupan manusia
sunguh luar biasa. Di Amerika Serikat sudah lebih dari 25 persen rumah tangga
yang memiliki komputer yang memiliki akses internet (Tappscott, 1996). Walaupun
belum ada data resmi berapa persen dari rumah tangga yang memiliki komputer dan
akses pada internet di Indonesia, kini makin banyak rumah tangga yang memiliki
komputer dan akses pada internet. Aspek psikologi yang terkait dengan komputer
dan internet jauh lebih luas dari apa yang dikemukakan di atas. Jadi kehidupan
seseorang dapat hancur melalui internet karena perilaku adiksinya terhadap internet.
Pada
dasarnya, teknologi internet merupakan sesuatu yang bersifat netral, dalam
artian bahwa teknologi tersebut tidak bersifat baik ataupun jahat. Akan tetapi
dengan keluasan fungsi dan kecanggihan teknologi informasi yang terkandung di
dalamnya ditambah semakin merebaknya globalisasi dalam kehidupan mendorong para
pelaku kejahatan untuk menggunakan internet sebagai sarananya.
4.2 Saran
Kita
sebaiknya memilah-milah informasi yang ada di internet. Kerja sama yang baik
dari segala pihak, khususnya dari pihak pemerintah dan masyarakat diharapkan
dapat memberi perubahan berarti dalam pengawasan laju perkembangan internet di
Indonesia. Mari bersama-sama kita ciptakan suatu iklim penggunaan internet yang
baik. Ambil manfaatnya dan buang mudharatnya.
DAFTAR PUSTAKA
(http://onlinebooks.library.upenn.edu/)
Uphoff, Norman, Local Institutional
Development: An Analytical Sourcebook with Cases, Kumarian Press, West Hartford
Connecticut, 1986
Tabb, William K., Tabir Politik
Globalisasi, Lafadl Pustaka, Yogyakarta, 2003
Anderson, Benedict, Imagined
Communities; Komunitas - Komunitas Terbayang, Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 2001
Babbie, Earl, The Practice of Social
Research, Wardsworth Inc, California, 1983
No comments:
Post a Comment