KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat tuhan yang maha esa, kami telah dapat
menyelesaikan buku ini, buku ini berisi ringkasan materi, dan uraian materi yang diberikan mengacu pada tujuan
pembelajaran yang berlaku pada saat ini. materi disajikan dalam bahasa yang
tepat, lugas, dan jelas sehingga mudah di pahami mahasiswa.
Perlu juga disadari, tujuan
kuliah tidak hanya menciptakan mahasiswa yang cerdas tetapa juga mahasiswa yang
jujur, bertanggung jawab dan peduli terhadap sesama.
Demikian dari kami, semoga buku ini dapat diterima dan bermanfaat
serta dapat menjadi sarana besar utama,
hasilnya pun semoga dapat di terapkan dalam kehidupan sehari-hari.keberhasilan
anda ada di tangan anda,belajar terus dan jangan lupa berdo’a,sukses selalu
untuk semua.
i
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR.................................................................................................... i
DAFTAR ISI.................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar
belakang................................................................................................. 1
1.2 Rumusan
Masalah............................................................................................ 3
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Sistem Informasi
Eksekutif............................................................. 4
2.2 . Sejarah Sistem Informasi
Eksekutif...........................................................................................
6
2.3. Komponen
dalam Sistem Informasi Eksekutif................................................
6
2.4. Konsep Dasar Sistem Informasi
Eksekutif................................................................................. 7
2.5. Faktor-Faktor Penentu Keberhasilan Sistem Informasi
Eksekutif ............................................. 7
2.6. Langkah -
langkah untuk meningkatkan sistem
informasi............................... 8
2.7. Alasan EIS
di butuhkan untuk kebutuhan informasi yang up to
date.............. 9
2.8 Kelebihan
dan Kekurangan Sistem Informasi Eksekutif (SIE)........................ 9
2.9 Contoh
beserta alasan penggunaan SIE pada suatu
perusahaan........................ 10
BAB III PENUTUP
4.1 Kesimpul........................................................................................................ 13
4.2 Saran ......................................................................................................... 13
DAFTAR PUSTAKA....................................................................................................... 14
Ii
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dengan
berkembangnya teknologi informasi, mengubah manusia dalam menyelesaikan semua
perkerjaannya. Tidak hanya dalam perkerjaannya saja tetapi dalam segala aspek
kehidupan manusia, seperti pada saat pencarian informasi, pengambilan
keputusan, membuat penilaian dan perkiraan untuk perencanaan dan
pengendalian atau analisis pribadi dilakukan dengan
mengunakan komputerisasi. Perancangan sistem informasi
memungkinkan pemakai mengakses data dan informasi
lingkungan berdasarkan subsistem fungsional dan
menggantikan teknologi atau sistem penyimpanan data-data konvensional ke
dalam bentuk data-data yang dapat disimpan dalam komputer sehingga
meningkatkan efisiensi dalam pencarian data dan perawatan data. Informasi
adalah data yang diolah menjadi bahan yang lebih berguna dan berarti bagi
penerimanya.
Dengan
informasi sebuah lembaga, dalam hal ini perguruan tinggi dapat mengetahui
tingkat produktivitas, kemajuan, dan aktivitas yang terjadi
pada perguruan tinggi tersebut. Oleh sebab itu dalam perguruan
tinggi tersebut diperlukan sebuah sistem informasi yang dapat
mengolah dan merangkum data yang berhubungan dengan akademis dan
kepegawaian. Sistem informasi ini disebut
Sistem Informasi Eksekutif (SIE). Kebutuhan informasi akademis dan
kepegawaian akan semakin kompleks. SIE harus mampu menangani, mengolah dan
merangkum data dari database SIA dan SIK. SIE juga perlu memberikan tingkatan
pengguna dalam hal akses terhadap data-data tersebut, tidak semua dapat
mengakses data tertentu dan melakukan perubahan terhadapnya. Sehingga
masing-masing pengguna hanya akan memperoleh hak kuasa terhadap informasi yang
diinginkan.
Sistem informasi manajemen muncul dengan publikasi
yang luas pada tahun 1960an. SIM ada yang memandang sebagai sentral, namun pada
prakteknya SIM merupakan perkembangan atau perluasan dari sistem pelaporan
untuk manajer tingkat bawah. Dalam tahun 1970an Sistem penunjang keputusan
(DSS) telah memberikan bantuan untuk tugas pembuatan keputusan spesifik. DSS
bisa digunakan oleh personel di organisasi secara keseluruhan, tapi biasanya
hanya digunakan oleh personel di organisasi secara keseluruhan, tapi biasanya
hanya digunakan oleh staff dan manajer menengah dan bawah.
Karena beberapa alasan dukungan yang diberikan DSS
kepada eksekutif hanyalah sedikit, maka dalam pengembangannya muncullah Sistem
Informasi Eksekutif (EIS) atau Sistem Penunjang Eksekutif (ESS).
Sistem informasi organisasi yang dimaksudkan untuk digunakan oleh eksekutif
perusahaan baru saja berkembang. Permulaan yang terlambat ini disebabkan oleh
kegiatan eksekutif yang tidak terstruktur baik, dan para spesialis informasi
lebih sukar memahami pemecahan keputusan di tingkat eksekutif daripada di
tingkatan managemen yang lebih bawah. Lambat laun penggunaan komputer bergerak
merambat naik dan sekarang mendapat perhatian eksekutif. Sistem Informasi
eksekutif sekarang merupakan salah satu area komputasi bisnis yang termarak.
Sistem Informasi Eksekutif (Executive Information System) atau EIS
merupakan suatu sistem yang khusus dirancang bagi manager pada tingkat
perencanaan strategis. EIS adalah penyediaan informasi ke manajer senior. Dalam
konteksnya, komputer diasumsikan terlibat dalam memperoleh dan mengatur
informasi (klarifikasi, analisis dan menyediakan alternatif keputusan). Data
berbentuk rekaman dalam jumlah besar tidak cocok digunakan secara langsung.
Dapat juga menjadi tidak berguna akibat terlalu padat, kurang lengkap atau
tidak siap diakses. EIS digunakan oleh satu atau lebih manajer senior.Meskipun
aturan dan tanggung jawabnya berbeda, mereka bekerjasama dalam merumuskan,
menjalankan, dan melacak strategi. Mereka tidak peduli dengan transaksi harian
yang detil, tapi peduli dengan gejala tren transakasi atau permasalahan yang
muncul. Manajer senior kadang peduli dengan hubungan antar personal di
lingkungan bisnis. EIS harus mendukung setidaknya sebagian fungsi berikut:
• Pemunculan ide
• Perencanaan
• Analisis
• Pengambilan keputusan
• Komunikasi
• Motivasi
• Pengawasan dan pengendalian
• Perencanaan
• Analisis
• Pengambilan keputusan
• Komunikasi
• Motivasi
• Pengawasan dan pengendalian
EIS
juga merupakan suatu sistem berbasis komputer yang melayani kebutuhan
informasi top executive. EIS menyediakan akses yang cepat berupa
informasi yang tepat waktu dan langsung mengakses laporan manajemen. EIS sangat
user-friendly, didukung oleh grafik-grafik, dan menyediakan laporan-laporan
dengan kemampuan drill-down.EIS juga mudah dihubungkan dengan layanan informasi
on-line dan elektronik mail[Turban,1996]. “Executive Information System (EIS)
is a highly interactive MIS system providing managers and executive flexible
access toinformation for monitoring operating result and general business
conditions [alter,1996]”. EIS dirancang untuk membantu eksekutif mencari
informasi yang dibutuhkan. Eksekutif dapat memilih format-format secara grafis
dan tabular [Paul Gray,1994]. Mengapa harus EIS. Karena eksekutif memerlukan
informasi baik internal maupun external. Oleh sebab itu EIS lah yang dapat
memenuhi kebutuhan eksekutif ini. Sesuai apa yang disimpulkan oleh Watson, et
al[1991] tentang konsep mengapa diperlukan EIS adalah sebagai berikut sesuai
dengan keperluan :
a. Eksternal
- meningkatkan persaingan
- dengan cepat mengantisipasi perubahan lingkungan
- kebutuhan untuk menjadikan lebih proaktif
- kebutuhan untuk mengakses database external
- meningkatkan regulasi pemerintah
- meningkatkan persaingan
- dengan cepat mengantisipasi perubahan lingkungan
- kebutuhan untuk menjadikan lebih proaktif
- kebutuhan untuk mengakses database external
- meningkatkan regulasi pemerintah
b. Internal
- kebutuhan informasi yang tepat
- kebutuhan perbagikan komunikasi
- kebutuhan mengakses data operasional
- kebutuhan meng-update status pada aktifitas yang berbeda
- kebutuhan untuk meningkatkan keefektifan
- kebutuhan untuk mengenal data historis
- kebutuhan untuk mengakses data perusahaan
- kebutuhan untuk informasi yang lebih akurat
- kebutuhan informasi yang tepat
- kebutuhan perbagikan komunikasi
- kebutuhan mengakses data operasional
- kebutuhan meng-update status pada aktifitas yang berbeda
- kebutuhan untuk meningkatkan keefektifan
- kebutuhan untuk mengenal data historis
- kebutuhan untuk mengakses data perusahaan
- kebutuhan untuk informasi yang lebih akurat
1.2. Rumusan Masalah
Rumusan Masalah dalam penyusunan makalah ini adalah
sebagai berikut :
1. Apa Pengertian System Informasi Eksekutif itu ?
2. Bagaimana Sejarah Sistem Informasi Eksekutif
itu ?
3. Apa
saja Komponen dalam Sistem Informasi Eksekutif itu ?
4. Apa Konsep Dasar Sistem Informasi Eksekutif
itu ?
5. Faktor-Faktor apa saja dalam Penentu Keberhasilan
Sistem Informasi Eksekutif ?
6. Langkah - langkah apa saja yang dilakukan
eksekutif untuk meningkatkan sistem informasi ?
7. Mengapa EIS
di butuhkan untuk kebutuhan informasi yang up to date ?
8. Apa
saja Kelebihan dan Kekurangan dar Sistem Informasi Eksekutif (SIE) ?
9. Berikan contoh
beserta alasan penggunaan SIE pada suatu perusahaan ?
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Pengertian System Informasi Eksekutif
Istilah Eksekutif memang diterangkan secara bebas,
Eksekutif sering dikaitkan dengan perencanaan dan jangka panjang dan
berorientasi pada kesejahteraan perusahaan. Jika tidak ada sistem informasi
eksekutif dan hanya ada sistem informasi fungsional, manajer puncak akan
menerima semua informasi dari subsistem - subistem fungsional dan para
eksekutif harus menyarikan dan mensintesiskan data menjadi suatu bentuk yang
berarti bagi mereka. Sistem informasi eksekutif membebaskan eksekutif dari
tugas tersebut. Berikut ini beberapa pandangan tentang apa yang harus dilakukan
oleh Eksekutif :
•
Menurut Henri Fayol, semua manajer melakukan fungsi-fungsi manajemen yang sama:
merencanakan, mengorganisasikan, menyusun staff, mengarahkan dan mengendalikan.
Perencanaan sangat ditentukan pada tingkat eksekutif, sedangkan fungsi-fungsi lain
oleh tingkat yang lebih rendah.
•
Peran-peran manajerial Mintzberg, semua manajer melakukan semua peran, tetapi
orientasinya berbeda untuk tiap tingkatan. Salah satu peran keputusan adalah
negotiator. Salah satu contoh, seorang manajer puncak berunding dalam
menggabungkan usaha (merger), dan manajer tingkat bawah/rendah berunding
tentang tanggal penerimaan dengan pemasok.
•
Agenda dan jaringan Kotter, menurut Prof. John P. Kotter dari Harvard para
eksekutif mengatasi tantangan pekerjaan mengikuti strategi tiga tahap: (a)
menetapkan agenda - tujuan yang harus dicapai perusahaan (panjang, mencegah,
dan jangka pendek); (b) membangun jaringan kerjasama diantara orang-orang yang
harus menyelesaikan agenda tersebut; (c) menetapkan lingkungan norma dan nilai
yang tepat sehingga anggota jaringan dapat bekerja mencapai agenda itu.
Sistem
informasi eksekutif juga disebut sebagai sistem pendukung eksekutif. Sistem ini
merupakan sistem informasi yang menyediakan fasilitas yang fleksibel bagi
eksekutif dalam mengakses informasi eksternal dan internal yang berguna untuk
mengindentifikasi masalah. Pemakai yang awam dengan komputer pun tidak sulit
mengoperasikannya karena sistem dilengkapi antarmuka yang sangat memudahkan
pemakai untuk menggunakannya. Sistem Informasi Eksekutif dirancang untuk membantu
eksekutif mencari informasi yang diperlukan pada saat mereka membutuhkannya dan
dalam bentuk apapun yang paling bermanfaat [Pengenalan Sistem Informasi,
Raymond Mcleod, Jr.]. Model dari Sistem Informasi Eksekutif digambarkan pada
Gambar 1 Sebagai implementasinya, pemakai SIE dapat melakukan permintaan
informasi, memilih sendiri format grafik, tampilan informasi yang dikehendaki.
Kemampuan drill down yang tersedia pada sistem ini
memungkinkan eksekutif dapat melihat lebih rinci suatu
informasi. Drill down berarti eksekutif dapat memulai dari
gambaran sekilas dan kemudian secara bertahap mengambil informasi yang lebih
terinci.
1. Menyediakan
akses terhadap seluruh jenis informasi
2. menyediakan
keluwesan pelaporan dan menyediakan perangkat untuk menganalisis informasi
3. Membantu
eksekutif mengidentifikasi masalah
Gambar 1 Sistem
Informasi Eksekutif Untuk melayani permintaan informasi, diperlukan suatu
sistem yang disebut dengan sistem informasi eksekutif. Tugas SIE adalah
mendokumentasikan seluruh informasi yang ada, sehingga informasi tersebut dapat
dimanfaatkan sebagai basis informasi dan dapat diakses kapan pun dan dimana
pun, maka diputuskan untuk membuat suatu sistem informasi eksekutif berbasis
web dengan nama sistem informasi eksekutif yang diharapkan mempunyai
fitur-fitur untuk menangani permintaan data dari para jajaran. Sistem Informasi
Eksekutif merupakan implementasi Sistem Informasi Organisasi, yang dapat dibagi
menjadi subsitem berdasarkan cara pengelompokan pemakai didalam organisasi
[Sistem Informasi Manajemen, Raymond Mcleod, Jr.]. Struktur ini digambarkan dalam Gambar 2,
yang memperlihatkan garis-garis pemisah, tetapi ini bukanlah pemisahan fisik.
Sebagian besar basisdata yang digunakan oleh suatu subsistem organisasi dapat
juga digunakan oleh yang lain.
Subsistem
fungsional adalah sistem informasi yang disesuaikan bagi kegiatan dalam area
ini, dimana terdapat dua subsistem yaitu sistem informasi akademis dan sistem
informasi kepegawaian yang disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan pemakai atas
informasi mengenai area-area fungsional, mendapatkan publikasi luas di beberapa
area dan sedikit kurang diarea lain. Model Sistem Informasi Eksekutif diperlihatkan pada
Gambar 3 basis data berisi data dari SIA (sistem informasi akademis) dan SIK
(sistem informasi kepegawaian) yang digunakan eksekutif untuk mendapatkan
informasi dan publikasi yang luas.Perangkat lunak EIS menggunakan isi basis
data untuk menghasilkan tampilan yang telah disusun sebelumnya yang diturunkan
ke workstation eksekutif dan disimpan di database eksekutif.
Eksekutif memasukkan permintaan informasi dan menerima tampilan.
Dalam model sistem informasi eksekutif diatas
eksekutif melakukan dialog dengan perangkat lunak sistem informasi eksekutif
dengan memasukkan instruksi kedalam sistem melalui menu. Pemilihan menu
dilakukan dengan mouse. Penggunaan keyboarddikurangi. Informasi
dapat ditampilkan dalam bentuk tabel atau narasi. Istilah yang berkembang dari
kegiatan SIE adalah drill down. Sistem informasi eksekutif memantau seberapa
baik organisai berjalan dalam hal tujuannya dan faktor penentu keberhasilannya.
Eksekutif yang menerima konsep faktor-faktor penentu keberhasilan menggunakan
sistem informasi eksekutif mereka untuk memantau setiap faktor penentu
keberhasilan dalam hal ini adalah instansi pendidikan misalnya kualitas staf
pengajar, materi yang berbobot, fasilitas universitas.
Sistem informasi eksekutif memvisualisasikan
perbandingan kinerja yang dianggarkan dengan kinerja aktual dengan bentuk
multimedia yang menampilkan tabel atau narasi, sehingga eksekutif dapat
mendapatkan informasi yang perlu diperhatikan oleh eksekutif untuk memutuskan
suatu tindakan yang diperlukan. Peran utama dari SIE adalah membuat sintesis, atau menyarikan data dan informasi
bervolume besar untuk meningkatkan kegunaannya. Pengambilan sari ini disebut
pemampatan informasi, dan menghasilkan suatu gambaran operasi organisasi.
Dengan menyatukan komputer ke dalam sistem informasi mereka, peluang baru akan terbuka bagi
pengambilan dan analisis informasi yang sebelumnya tidak pernah tersedia pada
tingkat eksekutif.
Jadi dapat kita simpulkan bahwa Pengertian Sistem
Informasi Eksekutif adalah Merupakan suatu sistem yang menyediakan informasi
bagi Eksekutif mengenai kinerja keseluruhan perusahaan, informasi dapat diambil
dengan mudah dan dalam berbagai tingkat rincian dan memudahkan serta mendukung
keterangan dan pembuatan keputusan kebutuhan dari eksekutif senior dengan
menyediakan kemudahan akses terhadap keduanya internal dan eksternal keterangan
relevan untuk bertemu gol strategis dari organisasi. Ini biasanya
dipertimbangkan sebagai satu bentuk dikhususkan dari satu sistem mendukung
keputusan (DSS).
2.2.
Sejarah Sistem Informasi Eksekutif
Secara umum, sistem informasi eksekutif dikembangkan
seperti mainframe program berbasis komputer. Tujuannya adalah untuk melindungi
sekumpulan data dan untuk menyediakan kinerja penjualan atau statistik riset
pemasaran untuk membuat keputusan, seperti halnya petugas keuangan, direktur
pemasaran, dan petugas eksekutif pemimpin. Obyektif adalah untuk mengembangkan
aplikasi komputer itu akan menyoroti keterangan untuk memuaskan eksekutif
senior kebutuhan. Secara khas, sebuah EIS menyediakan data hanya perlu untuk
mendukung keputusan level eksekutif dari pada data bagi seluruh perusahaan.Hari
ini, aplikasi dari EIS tidak hanya pada hirarki perusahaan, tetapi juga di
komputer pribadi pada satu daerah jaringan lokal.
EIS sekarang seberangi platform perangkat keras
komputer dan mengintegrasikan keterangan menyimpan pada mainframe, mesin
komputer pribadi, dan minicomputers. Sebagai beberapa perusahaan jasa klien
mengadopsi sistem informasi perusahaan yang terakhir, karyawan dapat
mempergunakan komputer pribadi mereka untuk memperoleh akses ke datan
perusahaan dan memutuskan data yang adalah relevan untuk pembuatan keputusan
mereka. Perbuatan pengaturan ini semua, pengguna mampu untuk menyesuaikan akses
mereka ke perusahaan sesuai data dan menyediakan keterangan relevan terhadap
keduanya bagian atas dan tingkat yang lebih rendah di perusahaan.
2.3 Komponen Sistem
Informasi Eksekutif
Secara
umum komponen dari EIS dapat tergolong seperti :
A. Hardware
(Perangkat Keras)
Ketika
membicarakan tentang perangkat keras untuk satu lingkungan EIS, kita harus
memfokuskan pada perangkat keras yang dibutuhkan pertemuan eksekutif. Eksekutif
harus diletakkan yang pertama dan kebuthan eksekutif harus didefinisikan
sebelum perangkat keras dapat terpilih. Perangkat keras komputer dasar diperlukan
untuk suatu EIS meliputi empat komponen:
-Input Device / alat
masukan : Alat ini mengijinkan eksekutif untuk memasuki, verifikasi, dan
perbaharui data dengan seketika.
-Central Processing
Unit : Adalah pusat komponen karena ini dapat mengontrol komponen mesin
komputer yang lain.
-File Penyimpanan
Data : Eksekutif dapat mempergunakan ini secara terpisah untuk menyimpan
keterangan bisnis, dan bagian ini juga dapat membantu eksekutif mencari
keterangan informasi bisnis historis dengan mudah.
-Output Device / alat
keluaran : Eksekutif dapat menggunkan alat ini untuk membaca rekaman visual dan
sistem ini memerlukan dukungan dan hardware komputer yang tidak begitu mahal.
Alat ini juga dapat meningkatkan akses dari keterangan EIS untuk banyak
pengguna yang lain dengan suatu perusahaan.
B. Software
(Perangkat Lunak)
Memilih
perangkat lunak penting untuk mendesain satu EIS yang efektif. Oleh sebab itu,
komponen perangkat lunak dan bagaimana cara mengintegrasikan data ke dalam
suatu sistem sangatlah penting. Perangkat lunak dasar yang diperlukan untuk
satu EIS meliputi empat komponen:
1. Teks yang mendasari perangkat lunak. Bentuk paling
umum dari teks dapat di dokumentasikan.
2. Database : Database heterogen bercokol pada satu
jangkauan spesifik Vendor dan platform komputer membuka akses eksekutif bagi
Eksekutif.
3. Dasar grafis : Grafis dapat mengarahkan volume dari
teks dan statistik ke dalam keterangan visual untuk Eksekutif. Jenis grafis
yang khas adalah: bagan gugus berkala, diagram, peta, grafis gerak, bagan
urutan, dan perbandingan mengorientasi graf (bagan balok).
4. Dasar model : EIS memodelkan data yang mengandung data
statistik rutin dan khusus, keuangan, dan analisa kuantitatif lain.
2.4
Konsep Dasar Sistem Informasi Eksekutif
Para
eksekutif membangun EIS atas dasar konsep-konsep manajemen. Ada 3 konsep yang
perlu dibahas, yaitu: faktor-faktor penentu keberhasilan (critical success
factors), management by exception, dan model mental. Dengan Penjelasan sebagai
berikut :
a. Faktor Penentu
Keberhasilan (Critical Success Factor)
Adalah
hal-hal (factor) yang menentukan keberhasilan atau kegagalan segala jenis
kegiatan organisasi. Factor-faktor ini dalam setiap perusahaaan berbeda-beda
tergantung dari kegiatan yang dilakukan. Tahun 1961 D. Donald Daniel dari
McKinsey & Company menciptakan faktor-faktor keberhasilan. Faktor-faktor
ini bervariasi dari satu perusahaan ke perusahaan lain. Untuk industri
kendaraan bermotor, CSF (critical success factors) yang diyakini adalah model,
jaringan dealer yang efisien, dan pengendalian biaya manufaktur yang efisien.
Sebagai contoh misalnya sebagai berikut CSF dari industri asuransi jiwa adalah
pengembangan personil manajemen agen, pengendalian personil administratif, dan
inovasi menciptakan produk-produk asuransi.
b. Management by
Exception (MBE)
Perbandingan
antara kinerja yang direncanakan dengan kinerja actual. Sehingga informasi
dapat langsung didapat dan digunakan untuk menyelesaikan setiap permasalahan
seperti perangkat lunak EIS yang dapat mengidentifikasi
perkecualian-perkecualian secara otomatis dan membuatnya diperhatikan oleh
eksekutif.
c. Model Mental
Peran
utama EIS adalah membuat sintesis, atau menyarikan data dan informasi bervolume
besar untuk meningkatkan kegunaannya. Pengambilan sari ini disebut pemampatan
informasi (information compression) dan menghasilkan suatu gambaran atau model
mental dari operasi perusahaan.
Tahun
1973, P.N. Johnson – Lavid menciptakan istilah model mental, yakni
“memungkinkan perorangan untuk membuat penilaian dan perkiraan, untuk memahami
fenomena, untuk memutuskan tindakan yang perlu diambil dan untuk mengendalikan
pelaksanaannya dan di atas semuanya untuk mengalami kejadian melalui pengganti
(proxy).
2.5. Faktor-Faktor
Penentu Keberhasilan Sistem Informasi Eksekutif
Rockart
dan Delong mengidentifikasi 8 faktor penentu keberhasilan EIS, yaitu :
1. Sponsor eksekutif yang mengerti dan berkomitmen,
Eksekutif tingkat puncak, lebih baik CEO karena harus berfungsi sebagai sponsor
eksekutif EIS dengan mendorong penerapannya.
2. Sponsor operasi, kalau sponsor eksekutif sibuk dapat
diberikan kepada eksekutif lebih rendah, misal wakil presiden eksekutif.
Sponsor operasi bekerjasama dengan eksekutif pemakai dan spesialis informasi
untuk memastikan pekerjaan itu terlaksana.
3. Staff jasa informasi yang sesuai, tidak saja mengerti
teknologi informasi tetapi juga mengerti cara eksekutif menggunakan sistem itu.
4. Teknologi informasi yang sesuai H/W dan S/W tidak
lebih dan tidak kurang.
5. Manajemen data, data harus selalu mutakhir dengan
mengidentifikasi tanggal dan jam dimasukkan dalam sistem. Juga perlu analisis
melalui drill-down dengan bertanya kepada manajer data atau keduanya.
6. Kaitan yang jelas dengan tujuan bisnis, EIS harus
berhasilmemecahkan masalah-masalah spesifik/untuk memenuhi kebutuhan yang dapat
ditangani teknologi informasi.
7. Manajemen atas : Penolakan organisasi. Jika seorang
eksekutif menolak EIS, perlu upaya untuk mendapatkan dukungan. Untuk itu perlu
identifikasi masalah tersebut, kemudian menerapkan EIS dengan prototyping untuk
mengatasi masalah tersebut.
8. Manajemen atas penyebaran dan evolusi sistem : Jika
manajer tingkat atas mulai menerima informasi dari EIS, maka manajer tingkat
bawah menginginkan informasi yang sama, karena mereka ingin mengantisipasi
masalah dan memecahkannya sebelum manajer tingkat atas mengangap masalah
tersebut tidak terkendali.
2.6 Langkah - langkah
eksekutif untuk meningkatkan sistem informasi
Lima
langkah untuk pencapaian pengembangan tersebut :
1. Menyimpan inventarisasi dari transakasi informasi yang
masuk, yaitu memelihara record data dan menyimpan ke database, dan dapat dibuat
laporan. Studi Jones dan McLeod mengemukakan bahwa eksekutif
biasanya menganggap sumber dan media tertentu dapat memberikan kontribusi yang
lebih banyak dari apa sebenarnya ia berikan. Dengan bukti sam , sumber dan
media yang lain mungkin ia remehkan. Eksekutif. Dibantu oleh sekretarisnya.
Dapat memelihara catatan data yang sama seperti yang ada pada studi jones dan
McLeod. Data yang dicatat tersebut dimasukan kedalam DBMS. Kemudian meraka
dapat membuat laporan yang dapat digunakan untuk mejawab tujuh pertanyaan yang
dikemukakan oleh jones dan McLeod bila meraka berhubungan dengan system yang
dimilikinya
2. Merangsang terjadinya sumber yang bernilai tinggi.
Dengan adanya sumber yang bernilai tinggi maka eksekutif mengkomunikasikan
sumber tersebut ke setiap anggota dengan melakukan konferensi. eksekutif
kemudian dapat melakukan cara yang lebih mudah untuk mengkomunikasikan sumber
tersebut. CEO bank memberikan contoh yang baik mengenai cara melakukan hal ini.
Mungkin sebagian besar informasi yang bernilai tinggi yang ia terima berasal
dari komite manajemennya. Agar setiap anggota merasa mempunyai kesempatan yang
sama untuk berpartisipasi, CEO memutuskan untuk menggunakan meja bundar untuk
melakukan konferensi.
3. Mengambil manfaat dari peluang yang ada, ketika
informasi datang, eksekutif harus dapat memperolehnya. Ketika secuil informasi
datang, eksekutif harus menangkapnya. Wakil direktur bidang keuang menjalankan
strategi ini dengan menempatkan meja kerjanya menghadap tembok, sehingga ia
membelakangi pintu masuk. Nampaknya hal ini seperti untuk menghindari
informasi, padahal sebenarnya maksudnya kebalikannya. Seperti yang ia jelaskan,
ketika seseorang memasuki kantornya, ia tidak ingin melakukan percakapan dengan
tamu tersebut sambil melihat tumpukan kertas kerja yang belum selesai
dikerjakan. Dengan penempatan mejanya menghadap tembok. Ia dapat menghadapi
tamunya dengan konsentrasi penuh tanpa gangguan kertas kerja yang belum ia
selesaikan.
4. Menyesuaikan sistem dengan kebutuhan perorangan,
eksekutif menggunakan gaya atau cara pengumpulan informasi yang berbeda. Dalam
studi jones dan Mcleod, datanya menunjukan bahwa tiap eksekutif mempunyai gaya
atau cara pengumpulan informasi yang berbeda-beda. Apa yang terbaik bagi
eksekutif adalah bila ia tidak berkerja untuk orang lain. CEO dari perusahaan
pengecer mengerjakan apa yg menjadi perkejaannya sendiri.
5. Memanfaatkan teknologi, memanfaatkan staf pelayan
informasi untuk mengembangkan sistem dalam perusahaan itu sendiri. Minat
terhadapat EIS telah meningkat mulai akhir tahun 1980-an. Banyak perusahaan
besar yang telah mempekerjakan staf pelayanan informasi untuk mengembangkan
system dalam perusahaan itu sendiri. Sekarang ini ada lebih dari 30 perusahaan
yang memasuk dan menawarkan software EIS, hardware, dan pelayanan konsultasi.
Kita akan mengakhiri pembahasan kita kali ini dengan menampilkan pilihan dan
beberapa dasar untuk melakukan implementasi yang baik.
2.7 Alasan EIS di
butuhkan untuk kebutuhan informasi yang up to date
Beberapa
alasan mengapa EIS yang dibutuhkan untuk mengatasi berbagai macam kebutuhan
akan informasi yang up to date.
a. Eksternal
- meningkatan
kompetisi
- Lingkungan
yang dengan cepat berubah
- Keharusan
untuk selalu proaktif
- Kebutuhan
untuk mengakses external database
b. Internal
- Kebutuhan
akan informasi yang up to date
- Kebutuhan
akan komunikasi
- Kebutuhan
akan informasi yang lebih akurat
- Kebutuhan
untuk meningkatkan keefektifan
Tujuan
dari Executive Information Sistem adalah menghasilkan target informasi
yang selalu up to date untuk meningkatkan
performance dari suatu perusahaan dengan memberikan perhatian khusus pada
tujuan akhir dan prioritasdari perusahaan tersebut.
2.8 Kelebihan dan
Kekurangan Sistem Informasi Eksekutif (SIE)
Semua
sistem memliki kekurangan dan kelebihan. Akan tetapi, itu semua tergantung dari
penggunaan dan pengguna. SIE pun juga memiliki kekurangan dan kelebihan
sendiri. Pada postingan kali ini, saya membahas tentang Kelebihan dan
Kekurangan Sistem Informasi Eksekutif (SIE).
Dimana penjelasan Sistem
Informasi Eksekutif sendiri saya
jelaskan pada postingan lain.
Berikut Kelebihan
Sistem Informasi Eksekutif (SIE) tersebut:
·
Mempermudah para
eksekutif untuk menggunakan pengalamannya dalam dunia komputer.
·
Menyediakan
pengiriman tepat waktu dari keterangan rangkuman perusahaan.
·
Keterangan yang
disediakan semakin mudah dimengerti.
·
Biasanya menawarkan
efisiensi untuk membuat keputusan.
·
Melakukan penyaringan
data untuk manajemen.
·
Meningkatkan
pemeriksaan keterangan.
·
Dapat Mengakses dan
memadukan jangkauan data internal dan eksternal yang bersifat luas.
Sedangkan Kekurangan
Sistem Informasi Eksekutif (SIE), yaitu:
·
Memiliki fungsi yang
terbatas, tidak dapat melakukan perhitungan kompleks.
·
Pada perusahaan kecil
mungkin membutuhkan biaya lebih untuk membuat implementasi.
·
Karena sistemnya
besar, sehingga sulit untuk mengaturnya.
·
Pembuatannya harus dapat
memenuhi kebutuhan informasi bagi eksekutif senior.
·
Eksekutif mungkin
menghadapi beban terlalu berat untuk membuat keterangannya.
2.9 Contoh beserta
alasan penggunaan SIE pada suatu perusahaan
Di Indonesia sudah
banyak perusahaan yang telah menggunakan Sistem Informasi Eksekutif, contohnya
yaitu Bank Mandiri
Bank
Mandiri yang didirikan pada tanggal 2 Oktober 1998 merupakan bagian dari
program restrukturisasi perbankan yang dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia.
Empat bank milik pemerintah yang bergabung menjadi bank Mandiri tersebut adalah
Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, Bank Ekspor Impor Indonesia dan Bank
Pembangunan Indonesia.
Dari penyatuan empat
bank pemerintah yang memiliki core banking system yang berbeda-beda, data
center yang berbeda-beda, serta infrastruktur baik hardware, software maupun
jaringan yang berbeda-beda maka pada awal bank Mandiri \ melakukan evaluasi
atas core banking sistem dari keempat bank legacy. Dan pada akhirnya bank
Mandiri memutuskan untuk mengembangkan SIE nya dengan cara memodifikasi sistem
core banking Bank Exim (BEST) untuk memenuhi kebutuhan standar produk awal bank
Mandiri yang kemudian disebut dengan MASTER (Mandiri Sistem Terpadu).
Berdasar
hasil evaluasi atas core banking sistem dari keempat bank legacy tersebut
sistem core banking Bank Eximlah yang dianggap terbaik dari keempat sistem yang
ada pada keempat legacy bank dan yang paling memungkinkan untuk
direkomendasikan sebagai standar sistem paling memungkinkan untuk
diimplementasikan sesuai dengan time frame legal merger.
Sistem core banking
bank Exim telah diimplementasikan pada lebih dari 200 cabang, dan terdapat 40
karyawan bank Exim memahami sistem tersebut dengan baik.
MASTER
hanya sebuah solusi sementara jangka pendek untuk dapat secepatnya beroperasi dalam
satu platform. MASTER tidak dapat mendukung kebutuhan bisnis dan visi bank
Mandiri untuk masa mendatang karena MASTER dibuat pada pertengahan tahun 1980an
untuk keperluan bank dengan segmen korporasi, sedangkan bank Mandiri menyasar
pada segmen yang berbeda denga bank Exim yaitu segmen ritel.
Selain
itu, arsitektur sistem MASTER dikembangkan dengan konsep branch- centric yang
tidak dapat mendukung konsep hub and spoke. Disamping itu database yang
dimiliki oleh MASTER ini cukup terbatas dan tidak dapat memenuhi kebutuhan
customer view dan segmentasi nasabah yang diperlukan.
Selanjutnya dilakukan
benchmarking aplikasi MASTER yang dilakukan di IBM Center Rochester dan
diketahui bahwa MASTER tidak dapat memenuhi kebutuhan bank Mandiri. Dari sini,
pihak manajemen bank Mandiri sepakat untuk mengganti core banking sistemnya
dengan sistem off- the-shelf from the market yang dapat mendukung bisnis dan
visi bank Mandiri, dan tidak mendesain ulang sistem MASTER.
Setelah itu dilakukan
penggantian sistem MASTER ke system eMAS (Enterprise Mandiri Advanced System)
yang project pilotnya dilakukan dalam dua tahap. Sistem eMAS dijalankan senilai
US$ 173 juta selama 3 tahun yang mencakup empat inisiatif utama yaitu:
·
Memperkaya dan
memperbarui delivery channel.
·
Membangun sistem core
banking baru yang terintegrasi.
·
Membangun MIS
didukung teknologi Data Warehouse terkini.
·
Memperkuat dan
memperbarui sistem infrastruktur yang reliable.
didukung oleh anggota
tim sebanyak 500 orang, 32 proyek, 18 sistem interfaces dan 128 sub modul. Pada
bank Mandiri, ada beberapa hal yang menjadi perhatian dalam pengelolaan data,
yaitu:
·
Timeless: data harus
tersedia pada watunya untuk mengantisipasi perubahan bisnis yang cepat.
·
Usability: data harus
sesuai dengan kebutuhan user.
·
Completeness: data
yang lengkap akan dapat memberikan gambaran bisnis yang lebih baik, sehingga
pada saat pemasukan data (data entry), field-field penting telah dibuat
mandatory dan default value.
·
Correctness:
ketepatan data untuk digunakannya parameter table untuk meminimalisir kesalahan
pengetikan (typing error).
·
Precision: memastikan
bahwa data tetap lengkap dan sesuai (tidak ada data yang hilang atau berubah).
·
Lack of abiguity:
kesamaan persepsi atas data diperlukan untuk menghindari misinterpretasi.
Untuk mendukung penyediaan
data dan informasi yang lengkap, akurat, tepat waktu dan konsisten maka
dibentuk Enterprise Information Architecture yang bersifat "agile &
adaptive" dan comply dengan Basel II.
Saat ini, sebagian
besar proses pelaporan telah berjalan secara otomatis, meski terdapat beberapa
yang masih diperlukan adanya intervensi atau pengontrolan dari unit terkait
dalam hal ini eksekutif untuk dilakukan adjustment sesuai keputusan manajemen,
maupun adanya temuan audit internal dan eksternal.
Walaupun
demikian, diakui pihak IT bank Mandiri, bahwa masih terasa terdapat kekurang
optimalan waktu pemrosesan pembentukan data menjadi informasi, serta kurangnya
pemahaman terhadap kebutuhan laporan dan data yang tersedia. Untuk itu
diperlukan upaya performance tuning pada database maupun program, termasuk
simplifikasi laporan dan reengineering proses pembentukan laporan.
Pihak
bank Mandiri telah melakukan pengantisipasian external shocks dengan
menggunakan Business Intelligence (BI). Saat ini analisiss Business Intelligence
sudah digunakan oleh unit bisnis untuk pengambilan berbagai keputusan
strategis, meskipun sementara ini penggunaannya masih dalam tahap sales dan
marketing product.
Tetapi,
untuk lebih mengoptimalkan penggunaannya perlu disusun datamart (subset dari
Data warehouse yang berisi data yang lebih spesifik yang bersifat
departemental) yang lebih komprehensif dan peningkatan pemahaman, baik oleh IT
maupun user, yaitu pihak manajemen puncak yang tetkait untuk menghindari adanya
kesalahan interpretasi (mis- interpretation).
Semua sistem
Informasi Eksekutif PT. Bank Mandiri dikembangkan oleh Berca Tim, dengan
teknologi yang digunakan adalah :
DB Server: Oracle DB 10g R2 di SunOS
IBM DataStage sebagai Engine ETL
OLAP CUBE (MOLAB): Essbase Oracle
Front End: SAP Excelsius BO dan SAP BO Webi
BAB
III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Sistem Informasi
Eksekutif (EIS) memiliki peranan yang sangat penting dalam perkembangan sistem
informasi dewasa ini. Sistem Informasi Eksekutif (EIS) merupakan
sistem terkomputerisasi yang memberi eksekutif akses yang mudah ke informasi
internal dan eksternal yang relevan dengan faktor keberhasilan kebutuhannya.
3.2. Saran
Dalam sistem
informasi komputerisasi atau elektronik dapat memungkinkan semua orang untuk
bisa mengakses informasi-informasi yang ada, baik informasi yang bersifat umum
maupun yang khusus (rahasia). Dengan demikian maka harus ada sistem pengaman
data yang sangat baik untuk menjaga informasi khusus atau data-data yang
bersifat rahasia tersebut.
DAFTAR
PUSTAKA
http://itconsep.wordpress.com/course-work/makalah-tik-01/
Yuhefizar,
ilmukomputer.com
http://skripsi-artikel-makalah.blogspot.com/2010/03/makalah-sistem-informasi.html
http://arhami.files.wordpress.com/2011/08/sistem-informasi-eksekutif.pdf
http://giriayoga.com/2011/10/20/perkembangan-sistem-informasi-eksekutif-dan-penerapannya-
di-indonesia/
http://www.scribd.com/doc/52824394/Bab13-Sistem-Informasi-Eksekutif
No comments:
Post a Comment