Saturday, December 23, 2017

Organisasi dan Arsitektur(Makalah Tentang Input Output)

> KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmanirrahim ……….
Syukur Alhamdulillah kami ucapkan kepada allah SWT, atas rahmat dan karunia-nya kita semua dapat menyelesaikan penulisan makalah ini. Sholawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada sang revolusioner kita Nabi Muhammad SAW sehingga kita bias mencapai kesempurnaan dalam hidup melalui ajarannya.
Makalah sistem keamanan dalam E-bisnis ini diharapkan dapat menjadi salah satu rujukan dalam usaha peningkatan mutu pengolahan pembelajaran E-bisnis di lembaga pendidikan tinggi serta dapat dipelajari secara mandiri oleh mahasiswa di dalam maupun di luar KBM. Tiada daya dan upaya yang kami miliki untuk menyelesaikan makalah ini tanpa adanya dukungan dan bantuan berbagai pihak, maka kami ucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Moh Jasri, M.Kom yang  telah memberi pengarahan akan adanya penyusunan makalah ini.
Demikian, kami  dapat menyelesaikan makalah ini walaupun sangat jauh dari kesempurnaan baik dalam hal materi maupun penyajiannya. Namun, semua itu merupakan  proses menuju kesempurnaan. Oleh karena itu, pendapat dan masukan merupakan pertimbangan yang berguna bagi kami dalam penyusunan makalah selanjutnya. Semoga makalah ini bermanfaat dalam proses pembelajaran.
Paiton,Januari2015


Penulis




DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ........................................................................................................... 1
KATA PENGANTAR ........................................................................................................ 2
DAFTAR ISI ...................................................................................................................... 3
BAB I PENDAHULUAN .................................................................................................... 4
        I.            Latar Belakang .................................................................................................... 4
      II.            Rumusan Masalah .............................................................................................. 4
    III.            Tujuan Penulisan ................................................................................................. 5
    IV.            Manfaat Penulisan .............................................................................................. 5
BAB II PEMBAHASAN .................................................................................................... 6
        I.            Definisi Input Output .......................................................................................... 6
      II.            Modul Input Output ............................................................................................ 6
    III.            Peripheral ........................................................................................................... 7
    IV.            Interface ............................................................................................................. 7
      V.            Fungsi Modul ...................................................................................................... 9
    VI.            Cara Kerja Modul Input Output .......................................................................... 11
  VII.            Diagram Dasar Sebuah Peripheral ..................................................................... 12
VIII.            Teknik Penanganan Teknik Input Output ............................................................ 13
    IX.            Konfigurasi DMA ................................................................................................. 17
      X.            Interface aplikasi I/O .......................................................................................... 19
    XI.            Peralatan jaringan .............................................................................................. 19
  XII.            Jam and timer ..................................................................................................... 19
XIII.            Blocking And Non Blocking I/O ........................................................................... 19
BAB III PENUTUP ............................................................................................................ 20
        I.            Kesimpulan ......................................................................................................... 20
      II.            Pesan ................................................................................................................... 20
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................................... 21c
BAB I
PENDAHULUAN
        I.            Latar belakang
Di zaman modern ini telah berkembang berbagai macam bentuk computer dan perangkat pendukung guna meningkatkan kinerja computer baik dari segi internal maupun eksternal system. Agar computer dapat berhubungan dengan lingkungan luar maka dari itu diperlukan perangkat tambahan dan system yang mengatur komunikasi perangkat dengan processor atau CPU yang berada di lingkungan dalam computer. Tanpa dapat berkomunikasi dengan dunia luar computer bukanlah apa-apa. Sebagai contoh pada saat kita ingin melakukan peruses pengolahn data atau sebagainya namun disana tidak terdapat layar monitor computer lalu bagaimanakah kita tahu bahwa kita telah berhasil melakukan proses tersebut?.Maka dari itu agar mempermudah kerja kita computer membutuhkan prangkat tambahan yang disebut peripheral. Kita akan membahas lebih jelas tentang modul I/O padahal aman selanjutnya.
      II.            Rumusan masalah
1.      Definisi Input Output ?
2.      Modul Input Output ?
3.      Peripheral ?
4.      Interface ?
5.      Fungsi model ?
6.      Cara kerja model Input Output ?
7.      Diagram dasar sebuah peripheral ?
8.      Teknik penanganan Input Output ?
9.      Konfigurasi DMA ?
10.  Interface Aplikasi I/O ?
11.  Peralatan Jaringan ?
12.  Jam dan Timer ?
13.  Blocking dan Nonblocking I/O ?

    III.            Tujuan Penulisan
1.      Untuk mengetahui definisi Input Output.
2.      Untuk mengetahui modul Input Output.
3.      Untuk mengetahui peripheral.
4.      Untuk mengetahui interface.
5.      Untuk mengetahui fungsi model.
6.      Untuk mengetahui cara kerja model Input Output.
7.      Untuk mengetahui diagram dasar sebuah peripheral.
8.      Untuk mengetahui teknik penanganan Input Output.
9.      Untuk mengetahui konfigurasi DMA.
10.  Untuk mengetahui Interface Aplikasi I/O
11.  Untuk mengetahui Peralatan Jaringan
12.  Untuk mengetahui Jam dan Time
13.  Untuk mengetahui Blocking dan Nonblocking I/O

   IV.            Manfaat Penulisan
Mahasiswa dapat menjelaskan dan mengimplementasikan segala sesuatu yang berhubungan dengan Input Output yang di jelaskan dalam makalah ini baik di dalam perkuliahan maupun diluar perkuliahan.












BAB II
PEMBAHASAN
        I.            Definisi Input Output
Input Device adalah perangkat keras komputer yang berfungsi sebagai alat untuk memasukkan data atau perintah ke dalam komputer. Perangkat masukkan menerima input dari luar system dapat berupa Signal Input atau Maintanance Input. Signal Input berupa data yang di masukkan kedalam system komputer, Maintanance Input berupa program yang digunakan untuk mengolah data yang di masukkan. Sedangkan Output Device adalah komputer yang berfungsi / perangkat keras komputer yang berfungsi untuk menampilkan keluaran sebagai hasil pengolahan data. Keluaran dapat berupa Hardcopy (hasil di kertas),Softcopy (ke monitor) atapun berupa suara (voice). Jadi Input Output adalah bagian dari struktur sebuah komputer yang berfungsi sebagai pintu gerbang bagi CPU untuk dapat berinteraksi dengan lingkungannya atau “environment”-nya.
      II.            Modul Input Output
Modul I/O Adalah interface atau central switch untuk mengendalikan satu atau lebih peripheral atau perangkat input output. Konektor mekanis berisi fungsi logic untuk komunikasi antara bus dan peripheral. Tidak hanya sekedar modul penghubung, tetapi sebuah piranti yang berisi logika dalam melakukan fungsi komunikasi antara peripheral dan bus computer.
Modul I/O adalah komponen dalam system computer:
1.      Bertanggung jawab atas pengontrolan sebuah perangkat luar.
2.      Bertanggung jawab atas pertukaran data antar perangkat luar tersebut dengan memori utama atau pundengan register-register CPU.
3.      Antarmuka internal dengan computer (CPU dengan memori utama).
4.      Antarmuka internal dengan perangkat external untuk menjalankan fungsi-fungsi pengontrolan.


    III.            Peripheral
Peripheral adalah hardware tambahan yang disambungkan kekomputer, biasanya dengan bantuan kabel ataupun sekarang sudah banyak perangkat peripheral wireless. Peripheral ini bertugas membantu computer menyelesaikan tugas yang tidak dapat dilakukan oleh hardware yang sudah terpasang didalam casing.
Secara umum ada 3 jenis peripheral :
1.      Human Readable Peripheral
Human Readable Peripheral yaitu perangkat yang berhubungan dengan manusia sebagai pengguna komputer.Cocok untuk berkomunikasi dengan pengguna computer.
Contohnya : monitor, keyboard, printer, joystick, disk drive.
2.      Machine Readable Peripheral
Machine Readable Peripheral yaitu perangkat yang berhubungan dengan peralatan. Biasanya berupa modul sensor dan trand user untuk monitoring dan control suatu peralatan atau sistem.cocok untuk berkomunikasi dengan peralatan.
3.      Communication Peripheral
Communication Peripheral yaitu perangkat yang berhubungan dengan komunikasi jarak jauh. Misalnya: NIC dan modem. Cocok untuk berkomunikasi dengan perangkat jarak jauh.Interface ke modul I/O adalah dalam bentuk signal-signal control, status dan data.

   IV.            Interface
Antar muka (Interface) merupakan mekanisme komunikasi antara pengguna (user) dengan sistem. Antar muka (Interface) dapat menerima informasi dari pengguna (user) dan memberikan informasi kepada pengguna (user) untuk membantu mengarahkan alur penelusuran masalah sampai ditemukan suatu solusi.
Interface, berfungsi untuk menginput pengetahuan baru ke dalam basis pengetahuan system pakar (ES), menampilkan penjelasan system dan memberikan panduan pemakaian system secara menyeluruh /step by step sehingga pengguna mengerti apa yang akan dilakukan terhadap suatu sistem. Yang terpenting adalah kemudahan dalam memakai/menjalankan sistem, interaktif, komunikatif, sedangkan kesulitan dalam mengembangkan/ membangun suatu program jangan terlalu diperhatikan.
Jenis perbedaan pada interface :
1.      Perbedaan Level Tegangan (Voltage)
Pembatas tegangan (voltage limiter) juga dikenal sebagai pemotong tegangan (voltage clipper). Rangkaian ini digunakan untuk membatasi tegangan sinyal input pada suatu level tegangan tertentu. Rangkaian ini berguna untuk pembentukan sinyal dan juga untuk melindungi rangkaian dari sinyal2 yang tidak diinginkan. Beberapa aplikasi dari pembatas tegangan adalah noise limiter dan audio limiter.
Contohnya :
- Level TTL            = + 5 Volt dan 0 Vol.
- Level RS-232C    = +25 Volt dan -25 Volt (max.)

2.      Perbedaan Kecepatan Transfer Data (bps)
Kecepatan transfer data dalam dunia komputer dan telekomunikasi adalah jumlah data dalam bit yang melewati suatu medium dalam satu detik. Umumnya dituliskan dalam bit per detik (bit per second) dan disimbolkan bit/s atau bps bukan bits/s. Seringkali disalahartikan dengan bytes per second atau B/s atau Bps.

3.      Perbedaan Protokol
Protokol adalah sebuah aturan atau standar yang mengatur atau mengijinkan terjadinya hubungan, komunikasi, dan perpindahan data antara dua atau lebih titik komputer. Protokol dapat diterapkan pada perangkat keras, perangkat lunak atau kombinasi dari keduanya. Pada tingkatan yang terendah, protocol mendefinisikan koneksi perangkat keras. Protocol digunakan untuk menentukan jenis layanan yang akan dilakukan pada internet.
Contohnya :
- TCP/IP
- SNA
     V.            Fungsi Modul
suatu komponen dalam system computer yang bertanggungjawab atas pengontrolan sebuah perangkat luar atau lebih dan bertanggung jawab pula dalam pertukaran data antara perangkat luar tersebut dengan memori utama atau pundengan register – register CPU.
Fungsi modul dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu :
1.      Control &Timing
Fungsi control dan pewaktuan (control & timing) merupakan hal yang penting untuk mensinkronkan kerja masing – masing komponen penyusun komputer. Dalam sekali waktu CPU berkomunikasi dengan satu atau lebih perangkat dengan pola tidak menentu dan kecepatan transfer komunikasi data yang beragam, baik dengan perangkat internal seperti register – register, memori utama, memori sekunder, perangkat peripheral. Proses tersebut bisa berjalan apabila ada.
fungsi  kontrol  dan  pewaktuan  yang  mengatur  sistem  secara  keseluruhan. Contoh control pemindahan data dari peripheral ke CPU melalui sebuah modul I/O dapat meliputi langkah-langkah penanganan I/O sbb : Permintaan dan pemeriksaan status perangkat dari CPU kemodul I/O, Modul I/O member jawaban atas permintaan CPU, Apabila  perangkat  eksternal  telah  siap  untuk  transfer  data,  maka  CPU  akan mengirimkan perintah ke modul I/O, Modul I/O akan menerima paket data dengan panjang tertentu dari peripheral. Selanjutnya data dikirim ke CPU setelah diadakan sinkronisasi panjang data dan   kecepatan transfer oleh modul I/O sehingga paket – paket data dapat diterima CPU dengan baik.Transfer data tidak akan lepas dari penggunaan sistem bus, maka interaksi CPU dan modul I/O akan melibatkan control dan pewaktuan sebuah arbitrasi bus atau lebih.






2.      CPU Communication
Adapun fungsi komunikasi antara CPU dan modul I/O meliputi proses – proses berikut: Command Decoding, yaitu modul I/O menerima perintah – perintah dari CPU yang dikirimkan sebagai sinyal bagi bus kontrol. Misalnya, sebuah modul I/O untuk disk dapat menerima perintah: Read sector, Scan record ID, Format disk.Data, pertukaran data antara CPU dan modul I/O melalui bus data.
Status  Reporting,  yaitu  pelaporan  kondisi  status  modul  I/O  maupun  perangkat peripheral, umumnya berupa status kondisi Busy atau Ready. Juga status bermacam – macam kondisi kesalahan (error).
Address  Recognition,  bahwa  peralatan  atau  komponen  penyusun  komputer  dapat dihubungi atau dipanggil maka harus memiliki alamat yang unik, begitu pula pada perangkat peripheral, sehingga setiap modul I/O harus mengetahui alamat peripheral yang dikontrolnya.
3.      Device Communication
Komunikasi Perangkat (device communication) Meliputi perintah, informasi status dan data.
4.      Data Buffering
Tujuan  utama  buffering  adalah  mendapatkan penyesuaian data sehubungan perbedaan laju transfer data dari perangkat peripheral dengan kecepatan pengolahan pada CPU. Umumnya laju transfer data dari perangkat peripheral lebih lambat dari kecepatan CPU maupun media penyimpan.
5.      Error Detection
Apabila pada perangkat peripheral terdapat masalah sehingga proses tidak dapat dijalankan, maka modul I/O akan melaporkan kesalahan tersebut. Misal informasi kesalahan pada peripheral printer seperti: kertas tergulung, pinta habis, kertas habis, dan lain – lain. Teknik yang umum untuk deteksi kesalahan adalah penggunaan bit paritas.

 VI.        Cara Kerja Modul Input Output
Perangkat eksternal dihubungkan dengan computer oleh suatu link dengan modul I/O. Link digunakan untuk pertukaran control, status dan antara modul I/O dengan perangkat eksternal.
Data berbentuk sekumpulan bit untuk dikirimkan ke modul I/O atau diterima dari modul I/O. Control signal menentukan fungsi-fungsi yang akan dilakukan perangkat, seperti mengirimkan data ke modul I/O (input atau read), menerima data dari modul I/O (output atau write), report status, atau membentuk fungsi control tertentu ke perangkat. Signal status menandai status perangkat. Misalnya ready/not ready untuk menunjukan kesiapan perangkat untuk mengirimkan data.
Control logic berkaitan dengan perangkat yang mengontrol operasi perangkat dalam memberikan respons yang berasal dari modul I/O. Transducer mengubah data dari energy listrik menjadi energy lain selama berlangsungnya output dari bentuk energy tertentu menjadi energy listrik selama berlangsungnya input. Umumnya, suatu buffer dikaitkan dengan transducer untuk menampung sementara data yang ditransfer di antara modul I/O dan dunia luar. Ukuran buffer yang umum adalah 8 hingga 16 bit.
Prinsip kerja yang dilakukan perangkat input adalah merubah perintah yang dapat dipahami oleh manusia kepada bentuk yang dipahami oleh computer (machine readable form), ini berarti mengubah perintah dalam bentuk yang dipahami oleh manusia kepada data yang dimengerti oleh computer yaitu dengan kode-kode binary (binary encoded information). Perangkat input dapat digolongkan Menjadi dua golongan, yaitu perangkat input langsung dan perangkat input tidak langsung. Perangkat input langsung yaitu input yang digunakan langsung di CPU, tanpa melalui media lain. Sedangkan perangkat input tidak langsung adalah input yang dimasukkan tidak langsung dip roses di CPU.





 VII.            Diagrm Dasar Sebuah Peripheral
1.      Block Kontrol Logika
Terdiri dari 2 jenis signal, yaitu :
a.      Control Signal, adalah sinyal yang berasal dari CPU, berfungsi untuk mengendalikan perangkat perife. Contoh : Signal Read , Write.
b.      Status Signal, adalah signal yang berasal dari peripheral untuk melaporkan kondisi periferal kepada CPU. contoh: Pada printer Kertas Habis, Tinta Habis, Paper Jam
2.      . Block Buffer
Buffer adalah memori berukuran kecil berfungsi sebagai tempat singgah sementara untuk data yang keluar-masuk Modul I/O  Fungsi Buffer adalah sebagai sarana untuk “sinkronisasi” terhadap sistem bus, tujuanya adalah agar data dapat keluar-masuk ke system bus sesuai dengan instruksi yang diberikan CPU.           


3.      . Block Transducer
Transducer adalah alat yang berfungsi untuk merubah atau mengkonversikan suatu bentuk energi tertentu menjadi energi listrik.
Contoh Transducer:
1. Solar Cell , merubah energi cahaya menjadi listrik.         
2. Load Cell , merubah tekanan menjadi listrik.
3. Tachometer , merubah gaya akibat putaran menjadi listrik.
4. Potentiometer , merubah posisi menjadi listrik.
Sensor, adalah alat yang berfungsi untuk mendeteksi keberadaan suatu bentuk energi atau obyek tertentu.
Contoh Sensor :
1. Fototransistor: sensor cahaya yg mengaktifkan electronic switch.
2. Thermostat: sensor panas yang mengaktifkan switch.
VIII.            Teknik penanganan Input Output
Ada tiga cara untuk penanganan Input Output :
1.      Programmed I/O
Pada I/O terprogram, data saling dipertukarkan antara CPU dan modul I/O. CPU mengeksekusi program yang memberikan operasi I/O kepada CPU secara langsung, seperti pemindahan data, pengiriman perintah baca maupun tulis, dan monitoring perangkat. Kelemahan teknik ini adalah CPU akan menunggu sampai operasi I/O selesai dilakukan modul I/O sehingga akan membuang waktu, apalagi CPU lebih cepat proses operasinya. Dalam teknik ini, modul I/O tidak dapat melakukan interupsi kepada CPU terhadap proses–proses yang diinteruksikan padanya. Seluruh proses merupakan tanggung jawab CPU sampai operasi lengkap dilaksanakan.


2.      Interrupt Driven I/O
Teknik interrupt – driven I/O memungkinkan proses tidak membuang – buang waktu. Prosesnya adalah CPU mengeluarkan perintah I/O pada modul I/O, bersamaan perintah I/O dijalankan modul I/O maka CPU akan melakukan eksekusi perintah – perintah lainnya. Apabila modul I/O telah selesai menjalankan instruksi yang diberikan padanya akan melakukan interupsi pada CPU bahwa tugasnya telah selesai. Dalam teknik ini kendali perintah masih menjadi tanggung jawab CPU, baik pengambilan perintah dari memori maupun pelaksanaan isi perintah tersebut. Terdapat selangkah kemajuan dari teknik sebelumnya, yaitu CPU melakukan multitasking beberapa perintah sekaligus sehingga tidak ada waktu tunggu bagi CPU.
Langkah-Langkah Penanganan Interrupt :
a. Perangkat I/O akan mengirimkan sinyal interupsi ke CPU. CPU menyelesaikan operasi yang sedang dijalankannya kemudian merespon interupsi.
b. CPU memeriksa interupsi tersebut, kalau valid maka CPU akan mengirimkan sinyal acknowledgment ke perangkat I/O untuk menghentikan interupsinya.
c. CPU mempersiapkan pengontrolan transfer ke routine interupsi. Hal yang dilakukan adalah menyimpan informasi yang diperlukan untuk melanjutkan operasi yang tadi dijalankan sebelum adanya interupsi. Informasi yang diperlukan berupa: Status prosesor, berisi register yang dipanggil PSW (program status word).Lokasi intruksi berikutnya yang akan dieksekusi.
d. Informasi tersebut kemudian disimpan dalam stack pengontrol sistem.  Kemudian CPU akan menyimpan PC (program counter) eksekusi sebelum interupsi ke stack pengontrol bersama informasi PSW.            
e. Selanjutnya mempersiapkan PC untuk penanganan interupsi. Selanjutnya CPU memproses interupsi sempai selesai. Apabila pengolahan interupsi selasai, CPU akan memanggil kembali informasi yang telah disimpan pada stack pengontrol untuk meneruskan operasi sebelum interupsi.

Metode Penanganan Interrupt :
1.      Multiple Interrupt Lines
Teknik yang paling sederhana adalah menggunakan saluran interupsi berjumlah banyak (Multiple Interrupt Lines) antara CPU dan modul – modul I/O. Namun tidak praktis untuk menggunakan sejumlah saluran bus atau pin CPU ke seluruh saluran interupsi modul – modul I/O.
2.      Software Poll
Alternatif lainnya adalah menggunakan software poll. Prosesnya, apabila CPU mengetahui adanya sebuah interupsi, maka CPU akan menuju ke routine layanan interupsi yang tugasnya melakukan poll seluruh modul I/O untuk menentukan modul yang melakukan interupsi. Kerugian software poll adalah memerlukan waktu yang lama karena harus mengidentifikasi seluruh modul untuk mengetahui modul I/O yang melakukan interupsi.
3.      Daisy Chain
Teknik yang lebih efisien adalah daisy chain, yang menggunakan hardware poll. Seluruh modul I/O tersambung dalam saluran interupsi CPU secara melingkar (chain). Apabila ada permintaan interupsi, maka CPU akan menjalankan sinyal acknowledge yang berjalan pada saluran interupsi sampai menjumpai modul I/O yang mengirimkan interupsi.
4.      Arbitrasi Bus
Teknik berikutnya adalah arbitrasi bus. Dalam metode ini, pertama – tama modul I/O memperoleh kontrol bus sebelum modul ini menggunakan saluran permintaan interupsi. Dengan demikian hanya akan terdapat sebuah modul I/O yang dapat melakukan interupsi.



3.      Teknik Direct Memory Access (DMA)
Teknik yang dijelaskan sebelumnya yaitu I/O terprogram dan Interrupt-Driven I/O memiliki kelemahan, yaitu proses yang terjadi pada modul            I/O masih melibatkan CPU secara langsung. Hal ini berimplikasi pada : Kelajuan transfer I/O yang tergantung pada kecepatan operasi CPU, Kerja CPU terganggu karena adanya interupsi secara langsung, Bertolak dari kelemahan di atas, apalagi untuk menangani transfer data bervolume besar dikembangkan teknik yang lebih baik, dikenal dengan Direct Memory Access (DMA), Prinsip kerja DMA adalah CPU akan mendelegasikan kerja I/O kepada DMA, CPU hanya akan terlibat pada awal proses untuk memberikan instruksi lengkap pada DMA dan akhir proses saja. Dengan demikian CPU dapat menjalankan proses lainnya tanpa banyak terganggu dengan interupsi.

Dalam melaksanakan transfer data secara mandiri, DMA memerlukan           pengambil alihan kontrol bus dari CPU. Untuk itu DMA akan menggunakan bus bila CPU tidak menggunakannya atau DMA memaksa CPU untuk menghentikan sementara penggunaan bus. Teknik terakhir lebih umum digunakan, sering disebut cycle-stealing, karena modul DMA mengambil alih siklus bus. Penghentian sementara penggunaan bus bukanlah bentuk interupsi, melainkan hanyalah penghentian proses sesaat yang berimplikasi hanya pada kelambatan eksekusi CPU saja.
    IX.            Konfigurasi DMA
Ada tiga cara konfigurasi DMA :

1.      Single Bus atau Detached DMA
·         Single bus, DMA controller terpisah dari modul I/O.
·         Sekali transfer menggunakan bus dua kali – modul I/O ke DMA kemudian DMA ke memory.
·         CPU disuspend dua kali.


·         Ketika DMA controller menggunakan haknya Untuk mengakses memori secara langsung, ia Akan menggunakan seluruh atau sebagian dari Arsitektur bus system Guna menjangkau memori
·         Saat itu terjadi, maka DMA akan mengirimkan Sinyal untuk memberitahu bahwa CPU tidak Boleh menggunakan giliran bus, sehingga CPU  Harus menahan diri untuk tidak mengirimkan instruksi/data lewat bus (memakai satu siklus bus)

2.      Integrated DMA –I/O
·         Single Bus, DMA controller terintegrasi dengan Modul I/O.
·         Controller dapat mensupport >1 periferal.
·         Sekali transfer menggunakan bus satu kali – DMA controller ke memory.
·         CPU disuspend satu kali

3.      I/O Bus – DMA
·         Memiliki I/O Bus tersendiri.
·         Bus mensupport semua periferal yang bisa DMA.
·         Sekali transfer menggunakan bus satu kali–DMA controller kememory.
·         CPU disuspend satu.

      X.            Interface Aplikasi I/O
Ketika suatu aplikasi ingin membuka data yang ada dalam suatu disk, sebenarnya aplikasi tersebut harus dapat membedakan jenis disk apa yang akan diaksesnya. Untuk mempermudah pengaksesan, sistem operasi melakukan standarisasi cara pengaksesan pada peralatan I/O. Pendekatan inilah yang dinamakan interface aplikasi I/O.
    XI.            Peralatan Jaringan
Karena adanya perbedaan dalam kinerja dan pengalamatan dari jaringan I/O, maka biasanya sistem operasi memiliki interface I/O yang berbeda dari baca, tulis dan pencarian pada disk. Salah satu yang banyak digunakan pada sistem operasi adalah interface socket.
Socket berfungsi untuk menghubungkan komputer ke jaringan. System call pada socket interface dapat memudahkan suatu aplikasi untuk membuat local socket, dan menghubungkannya ke remote socket. Dengan menghubungkan komputer ke socket, maka komunikasi antar komputer dapat dilakukan.
  XII.            Jam dan Timer
Adanya jam dan timer pada hardware komputer, setidaknya memiliki tiga fungsi, memberi informasi waktu saat ini, memberi informasi lamanya waktu sebuah proses, sebagai trigger untuk suatu operasi pada suatu waktu.
Hardware yang mengukur waktu dan melakukan operasi trigger dinamakan programmable interval timer. Dia dapat di set untuk menunggu waktu tertentu dan kemudian melakukan interupsi. Contoh penerapannya ada pada scheduler, dimana dia akan melakukan interupsi yang akan memberhentikan suatu proses pada akhir dari bagian waktunya.
XIII.            Blocking dan Nonblocking I/O
Ketika suatu aplikasi menggunakan sebuah blocking system call, eksekusi aplikasi itu akan diberhentikan untuk sementara. aplikasi tersebut akan dipindahkan ke wait queue. Dan setelah system call tersebut selesai, aplikasi tersebut dikembalikan ke run queue, sehingga pengeksekusian aplikasi tersebut akan dilanjutkan.








BAB III
PENUTUP
        I.            Kesimpulan
Unit Input/Output (I/O) adalah (masukan) / (keluaran) bagian dari sistem mikroprosesor yang digunakan oleh mikroprosesor itu untuk berhubungan dengan dunia luar.
Unit input adalah (masukan) unit luar yang digunakan untuk memasukkan data dari luar ke dalam mikroprosesor ini, contohnya data yang berasal dari keyboard atau mouse. Sementara unit output (keluaran) biasanya digunakan untuk menampilkan data, atau dengan kata lain untuk menangkap data yang dikirimkan oleh mikroprosesor, contohnya data yang akan ditampilkan pada layar monitor atau printer.
Bagian input (masukan) dan juga keluaran (output) ini juga memerlukan sinyal kontrol, antara lain untuk baca I/O (Input/Ouput Read [IOR]) dan untuk tulis I/O (Input/Output Write [IOW]).

      II.            Pesan
Demikianlah akhir dari sebuah makalah ini dan semoga makalah ini bisa bermanfaat dan berkembang untuk kedepannya serta semoga makalah ini bisa menambah wawasan bagi penulis juga pembaca lain yang baru saja memasuki dunia kerja untuk bisa mengembangkan ilmunya dengan lebih baik lagi.





contoh kumpulan kkp makalah pendahuluan penelitian mahasiswa tentang teknik informatika komputer doc
DAFTAR PUSTAKA
Ø  https://tkjofficial.wordpress.com/2013/12/05/pengertian-periferalpembagiandan-jenis-jenisnya/
Ø  http://muhamad-aslam.blogspot.co.id/2014/09/modul-io-modul-io-adalah-interface-atau.html
Ø  http://rhevtonfhalls.blogspot.co.id/2012/07/definisi-dari-input-device-dan-output.html
Ø  http://muhamadjaelani35.blogspot.co.id/2013/04/pengertian-interface.html
Ø  https://buatberbagisaja.wordpress.com/2011/07/11/rangkaian-dioda-pembatas-tegangan-voltage-limiter/

http://lecturer.ukdw.ac.id/mahas/dossi

No comments:

Post a Comment

Media Pembelajaran Pramuka