>
KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmanirrahim
……….
Syukur
Alhamdulillah kami ucapkan kepada allah SWT, atas rahmat dan karunia-nya kita semua
dapat menyelesaikan penulisan makalah ini. Sholawat dan salam semoga tetap tercurahkan
kepada sang revolusioner kita Nabi Muhammad SAW sehingga kita bias mencapai kesempurnaan
dalam hidup melalui ajarannya.
Makalah sistem keamanan dalam E-bisnis ini diharapkan dapat menjadi salah satu rujukan
dalam usaha peningkatan mutu pengolahan pembelajaran E-bisnis di lembaga pendidikan tinggi serta dapat dipelajari secara mandiri oleh
mahasiswa di dalam maupun di luar KBM. Tiada daya dan upaya yang kami miliki untuk
menyelesaikan makalah ini tanpa adanya dukungan dan bantuan berbagai pihak,
maka kami ucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Moh Jasri, M.Kom yang telah memberi pengarahan akan adanya
penyusunan makalah ini.
Demikian,
kami dapat menyelesaikan makalah ini walaupun
sangat jauh dari kesempurnaan baik dalam hal materi maupun penyajiannya. Namun,
semua itu merupakan proses menuju kesempurnaan.
Oleh karena itu, pendapat dan masukan merupakan pertimbangan yang berguna bagi
kami dalam penyusunan makalah selanjutnya. Semoga makalah ini bermanfaat dalam
proses pembelajaran.
Paiton,Januari2015
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ........................................................................................................... 1
KATA PENGANTAR ........................................................................................................ 2
DAFTAR ISI ...................................................................................................................... 3
BAB I PENDAHULUAN .................................................................................................... 4
I.
Latar Belakang .................................................................................................... 4
II.
Rumusan Masalah .............................................................................................. 4
III.
Tujuan Penulisan ................................................................................................. 5
IV.
Manfaat Penulisan .............................................................................................. 5
BAB II PEMBAHASAN .................................................................................................... 6
I.
Definisi Input Output .......................................................................................... 6
II.
Modul Input Output ............................................................................................ 6
III.
Peripheral ........................................................................................................... 7
IV.
Interface ............................................................................................................. 7
V.
Fungsi Modul ...................................................................................................... 9
VI.
Cara Kerja Modul Input Output .......................................................................... 11
VII.
Diagram Dasar Sebuah Peripheral ..................................................................... 12
VIII.
Teknik Penanganan Teknik Input Output ............................................................ 13
IX.
Konfigurasi DMA ................................................................................................. 17
X.
Interface aplikasi I/O .......................................................................................... 19
XI.
Peralatan jaringan .............................................................................................. 19
XII.
Jam and timer ..................................................................................................... 19
XIII.
Blocking And Non Blocking I/O ........................................................................... 19
BAB III PENUTUP ............................................................................................................ 20
I.
Kesimpulan ......................................................................................................... 20
II.
Pesan ................................................................................................................... 20
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................................... 21c
BAB I
PENDAHULUAN
I.
Latar
belakang
Di zaman modern ini
telah berkembang berbagai macam bentuk computer dan perangkat pendukung guna
meningkatkan kinerja computer baik dari segi internal maupun eksternal system. Agar
computer dapat berhubungan dengan lingkungan luar maka dari itu diperlukan
perangkat tambahan dan system yang mengatur komunikasi perangkat dengan
processor atau CPU yang berada di lingkungan dalam computer. Tanpa dapat
berkomunikasi dengan dunia luar computer bukanlah apa-apa. Sebagai contoh pada
saat kita ingin melakukan peruses pengolahn data atau sebagainya namun disana
tidak terdapat layar monitor computer lalu bagaimanakah kita tahu bahwa kita
telah berhasil melakukan proses tersebut?.Maka dari itu agar mempermudah kerja
kita computer membutuhkan prangkat tambahan yang disebut peripheral. Kita akan
membahas lebih jelas tentang modul I/O padahal aman selanjutnya.
II.
Rumusan masalah
1. Definisi Input Output
?
2. Modul Input Output ?
3. Peripheral ?
4. Interface ?
5. Fungsi model ?
6. Cara kerja model
Input Output ?
7. Diagram dasar sebuah
peripheral ?
8.
Teknik penanganan Input Output ?
9.
Konfigurasi DMA ?
10. Interface
Aplikasi I/O ?
11. Peralatan Jaringan ?
12. Jam dan Timer ?
13. Blocking dan
Nonblocking I/O ?
III.
Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui
definisi Input Output.
2. Untuk mengetahui
modul Input Output.
3. Untuk mengetahui
peripheral.
4. Untuk mengetahui
interface.
5. Untuk mengetahui
fungsi model.
6. Untuk mengetahui cara
kerja model Input Output.
7. Untuk mengetahui
diagram dasar sebuah peripheral.
8. Untuk mengetahui
teknik penanganan Input Output.
9. Untuk mengetahui
konfigurasi DMA.
10. Untuk mengetahui Interface
Aplikasi I/O
11. Untuk mengetahui Peralatan Jaringan
12. Untuk mengetahui Jam dan Time
13. Untuk mengetahui Blocking dan
Nonblocking I/O
IV.
Manfaat Penulisan
Mahasiswa dapat menjelaskan
dan mengimplementasikan segala sesuatu yang berhubungan dengan Input Output yang di jelaskan dalam makalah ini baik di dalam
perkuliahan maupun diluar perkuliahan.
BAB II
PEMBAHASAN
I.
Definisi
Input Output
Input Device
adalah perangkat keras komputer yang berfungsi sebagai alat untuk memasukkan
data atau perintah ke dalam komputer. Perangkat masukkan menerima input dari
luar system dapat berupa Signal
Input atau Maintanance Input. Signal Input berupa data yang di masukkan kedalam system komputer, Maintanance Input berupa program yang digunakan untuk mengolah data yang
di masukkan. Sedangkan Output Device adalah komputer yang berfungsi / perangkat
keras komputer yang berfungsi untuk menampilkan keluaran sebagai hasil
pengolahan data. Keluaran dapat berupa Hardcopy (hasil di kertas),Softcopy (ke
monitor) atapun berupa suara (voice). Jadi Input Output adalah bagian dari struktur sebuah
komputer yang berfungsi sebagai pintu gerbang bagi CPU untuk dapat berinteraksi
dengan lingkungannya atau “environment”-nya.
II.
Modul Input Output
Modul I/O Adalah interface atau central switch untuk
mengendalikan satu atau lebih peripheral atau perangkat input output. Konektor
mekanis berisi fungsi logic untuk komunikasi antara bus dan peripheral. Tidak
hanya sekedar modul penghubung, tetapi sebuah piranti yang berisi logika dalam
melakukan fungsi komunikasi antara peripheral dan bus computer.
Modul I/O adalah komponen dalam system computer:
1.
Bertanggung jawab atas pengontrolan
sebuah perangkat luar.
2.
Bertanggung jawab atas pertukaran data
antar perangkat luar tersebut dengan memori utama atau pundengan
register-register CPU.
3.
Antarmuka internal dengan computer (CPU
dengan memori utama).
4.
Antarmuka internal dengan perangkat external
untuk menjalankan fungsi-fungsi pengontrolan.
III.
Peripheral
Peripheral adalah hardware tambahan yang
disambungkan kekomputer, biasanya dengan bantuan kabel ataupun sekarang sudah
banyak perangkat peripheral wireless. Peripheral ini bertugas membantu computer
menyelesaikan tugas yang tidak dapat dilakukan oleh hardware yang sudah
terpasang didalam casing.
Secara umum
ada 3 jenis peripheral :
1.
Human Readable Peripheral
Human Readable Peripheral yaitu perangkat yang berhubungan
dengan manusia sebagai pengguna komputer.Cocok untuk berkomunikasi dengan
pengguna computer.
Contohnya : monitor, keyboard, printer, joystick, disk drive.
2.
Machine Readable Peripheral
Machine Readable Peripheral
yaitu perangkat
yang berhubungan dengan peralatan. Biasanya berupa modul sensor dan trand
user untuk monitoring dan control suatu peralatan atau sistem.cocok untuk
berkomunikasi dengan peralatan.
3.
Communication Peripheral
Communication Peripheral yaitu perangkat yang berhubungan dengan
komunikasi jarak jauh. Misalnya: NIC dan modem. Cocok untuk berkomunikasi
dengan perangkat jarak jauh.Interface ke modul I/O adalah dalam bentuk
signal-signal control, status dan data.
IV.
Interface
Antar muka
(Interface) merupakan mekanisme komunikasi antara pengguna (user) dengan
sistem. Antar muka (Interface) dapat menerima informasi dari pengguna (user)
dan memberikan informasi kepada pengguna (user) untuk membantu mengarahkan alur
penelusuran masalah sampai ditemukan suatu solusi.
Interface,
berfungsi untuk menginput pengetahuan baru ke dalam basis pengetahuan system
pakar (ES), menampilkan penjelasan system dan memberikan panduan pemakaian
system secara menyeluruh /step by step sehingga pengguna mengerti apa yang akan
dilakukan terhadap suatu sistem. Yang terpenting adalah kemudahan dalam
memakai/menjalankan sistem, interaktif, komunikatif, sedangkan kesulitan dalam
mengembangkan/ membangun suatu program jangan terlalu diperhatikan.
Jenis perbedaan
pada interface :
1. Perbedaan Level Tegangan (Voltage)
Pembatas tegangan (voltage limiter) juga dikenal
sebagai pemotong tegangan (voltage clipper). Rangkaian ini digunakan untuk
membatasi tegangan sinyal input pada suatu level tegangan tertentu. Rangkaian
ini berguna untuk pembentukan sinyal dan juga untuk melindungi rangkaian dari
sinyal2 yang tidak diinginkan. Beberapa aplikasi dari pembatas tegangan adalah
noise limiter dan audio limiter.
Contohnya :
-
Level TTL = + 5 Volt dan 0 Vol.
-
Level RS-232C = +25 Volt dan -25 Volt
(max.)
2. Perbedaan
Kecepatan Transfer Data (bps)
Kecepatan
transfer data dalam dunia komputer
dan telekomunikasi
adalah jumlah data dalam bit
yang melewati suatu medium dalam satu detik. Umumnya dituliskan dalam bit per
detik (bit per second) dan disimbolkan bit/s atau bps
bukan bits/s. Seringkali disalahartikan dengan bytes per second
atau B/s atau Bps.
3. Perbedaan
Protokol
Protokol adalah sebuah aturan atau standar yang mengatur atau
mengijinkan terjadinya hubungan, komunikasi, dan perpindahan data antara dua
atau lebih titik komputer. Protokol dapat diterapkan pada perangkat keras,
perangkat lunak atau kombinasi dari keduanya. Pada tingkatan yang terendah,
protocol mendefinisikan koneksi perangkat keras. Protocol digunakan untuk
menentukan jenis layanan yang akan dilakukan pada internet.
Contohnya :
- TCP/IP
- SNA
V.
Fungsi
Modul
suatu komponen dalam system computer yang bertanggungjawab
atas pengontrolan sebuah perangkat luar atau lebih dan bertanggung jawab pula
dalam pertukaran data antara perangkat luar tersebut dengan memori utama
atau pundengan register – register CPU.
Fungsi modul dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu :
1. Control
&Timing
Fungsi control dan pewaktuan (control & timing)
merupakan hal yang penting untuk mensinkronkan kerja masing – masing komponen
penyusun komputer. Dalam sekali waktu CPU berkomunikasi dengan satu atau lebih
perangkat dengan pola tidak menentu dan kecepatan transfer komunikasi data yang
beragam, baik dengan perangkat internal seperti register – register, memori
utama, memori sekunder, perangkat peripheral. Proses tersebut bisa berjalan
apabila ada.
fungsi kontrol dan pewaktuan
yang mengatur sistem secara keseluruhan. Contoh control
pemindahan data dari peripheral ke CPU melalui sebuah modul I/O dapat meliputi
langkah-langkah penanganan I/O sbb : Permintaan dan pemeriksaan status
perangkat dari CPU kemodul I/O, Modul I/O member jawaban atas permintaan CPU,
Apabila perangkat eksternal telah siap
untuk transfer data, maka CPU akan mengirimkan
perintah ke modul I/O, Modul I/O akan menerima paket data dengan panjang
tertentu dari peripheral. Selanjutnya data dikirim ke CPU setelah diadakan
sinkronisasi panjang data dan kecepatan transfer oleh modul I/O sehingga
paket – paket data dapat diterima CPU dengan baik.Transfer data tidak akan
lepas dari penggunaan sistem bus, maka interaksi CPU dan modul I/O akan
melibatkan control dan pewaktuan sebuah arbitrasi bus atau lebih.
2. CPU
Communication
Adapun fungsi komunikasi antara CPU dan modul I/O meliputi
proses – proses berikut: Command Decoding, yaitu modul I/O menerima perintah –
perintah dari CPU yang dikirimkan sebagai sinyal bagi bus kontrol. Misalnya,
sebuah modul I/O untuk disk dapat menerima perintah: Read sector, Scan record
ID, Format disk.Data, pertukaran data antara CPU dan modul I/O melalui bus
data.
Status Reporting, yaitu pelaporan
kondisi status modul I/O maupun perangkat
peripheral, umumnya berupa status kondisi Busy atau Ready. Juga status bermacam
– macam kondisi kesalahan (error).
Address Recognition, bahwa
peralatan atau komponen penyusun komputer dapat
dihubungi atau dipanggil maka harus memiliki alamat yang unik, begitu pula pada
perangkat peripheral, sehingga setiap modul I/O harus mengetahui alamat
peripheral yang dikontrolnya.
3. Device
Communication
Komunikasi Perangkat (device communication) Meliputi perintah,
informasi status dan data.
4. Data
Buffering
Tujuan utama buffering adalah
mendapatkan penyesuaian data sehubungan perbedaan laju transfer data dari
perangkat peripheral dengan kecepatan pengolahan pada CPU. Umumnya laju
transfer data dari perangkat peripheral lebih lambat dari kecepatan CPU maupun
media penyimpan.
5. Error
Detection
Apabila pada perangkat peripheral terdapat masalah
sehingga proses tidak dapat dijalankan, maka modul I/O akan melaporkan
kesalahan tersebut. Misal informasi kesalahan pada peripheral printer seperti:
kertas tergulung, pinta habis, kertas habis, dan lain – lain. Teknik yang umum
untuk deteksi kesalahan adalah penggunaan bit paritas.
VI.
Cara Kerja Modul Input Output
Perangkat eksternal dihubungkan dengan computer oleh
suatu link dengan modul I/O. Link digunakan untuk pertukaran control, status
dan antara modul I/O dengan perangkat eksternal.
Data berbentuk sekumpulan bit untuk dikirimkan ke modul
I/O atau diterima dari modul I/O. Control signal menentukan fungsi-fungsi yang
akan dilakukan perangkat, seperti mengirimkan data ke modul I/O (input atau
read), menerima data dari modul I/O (output atau write), report status, atau
membentuk fungsi control tertentu ke perangkat. Signal status menandai status
perangkat. Misalnya ready/not ready untuk menunjukan kesiapan perangkat untuk
mengirimkan data.
Control logic berkaitan dengan perangkat yang mengontrol
operasi perangkat dalam memberikan respons yang berasal dari modul I/O.
Transducer mengubah data dari energy listrik menjadi energy lain selama
berlangsungnya output dari bentuk energy tertentu menjadi energy listrik selama
berlangsungnya input. Umumnya, suatu buffer dikaitkan dengan transducer untuk
menampung sementara data yang ditransfer di antara modul I/O dan dunia luar.
Ukuran buffer yang umum adalah 8 hingga 16 bit.
Prinsip kerja yang dilakukan perangkat input adalah
merubah perintah yang dapat dipahami oleh manusia kepada bentuk yang dipahami
oleh computer (machine readable form), ini berarti mengubah perintah dalam
bentuk yang dipahami oleh manusia kepada data yang dimengerti oleh computer
yaitu dengan kode-kode binary (binary encoded information). Perangkat input
dapat digolongkan Menjadi dua golongan, yaitu
perangkat input langsung dan perangkat input tidak langsung. Perangkat input
langsung yaitu input yang digunakan langsung di CPU, tanpa melalui media lain.
Sedangkan perangkat input tidak langsung adalah input yang dimasukkan tidak
langsung dip roses di CPU.

VII.
Diagrm
Dasar Sebuah Peripheral
1. Block
Kontrol Logika
Terdiri dari 2 jenis signal, yaitu :
a.
Control Signal, adalah
sinyal yang berasal dari CPU, berfungsi untuk mengendalikan perangkat perife.
Contoh : Signal Read , Write.
b.
Status Signal, adalah
signal yang berasal dari peripheral untuk melaporkan kondisi periferal kepada
CPU. contoh: Pada printer Kertas Habis, Tinta Habis, Paper Jam
2.
. Block Buffer
Buffer adalah memori berukuran kecil berfungsi
sebagai tempat singgah sementara untuk data yang keluar-masuk Modul I/O Fungsi Buffer adalah sebagai sarana untuk
“sinkronisasi” terhadap sistem bus, tujuanya adalah agar data dapat
keluar-masuk ke system bus sesuai dengan instruksi yang diberikan CPU.
3.
. Block Transducer
Transducer adalah alat yang berfungsi untuk
merubah atau mengkonversikan suatu bentuk energi tertentu menjadi energi
listrik.
Contoh Transducer:
1. Solar Cell , merubah energi cahaya menjadi
listrik.
2. Load Cell , merubah tekanan menjadi
listrik.
3. Tachometer , merubah gaya akibat putaran
menjadi listrik.
4. Potentiometer , merubah posisi menjadi
listrik.
Sensor, adalah alat yang berfungsi untuk
mendeteksi keberadaan suatu bentuk energi atau obyek tertentu.
Contoh Sensor :
1. Fototransistor: sensor cahaya yg
mengaktifkan electronic switch.
2. Thermostat: sensor panas yang mengaktifkan
switch.
VIII.
Teknik
penanganan Input Output
Ada tiga
cara untuk penanganan Input Output :
1. Programmed
I/O
Pada I/O terprogram, data
saling dipertukarkan antara CPU dan modul I/O. CPU mengeksekusi program yang
memberikan operasi I/O kepada CPU secara langsung, seperti pemindahan data,
pengiriman perintah baca maupun tulis, dan monitoring perangkat. Kelemahan
teknik ini adalah CPU akan menunggu sampai operasi I/O selesai dilakukan modul
I/O sehingga akan membuang waktu, apalagi CPU lebih cepat proses operasinya.
Dalam teknik ini, modul I/O tidak dapat melakukan interupsi kepada CPU terhadap
proses–proses yang diinteruksikan padanya. Seluruh proses merupakan tanggung
jawab CPU sampai operasi lengkap dilaksanakan.
2.
Interrupt Driven I/O
Teknik interrupt – driven
I/O memungkinkan proses tidak membuang – buang waktu. Prosesnya adalah CPU
mengeluarkan perintah I/O pada modul I/O, bersamaan perintah I/O dijalankan
modul I/O maka CPU akan melakukan eksekusi perintah – perintah lainnya. Apabila
modul I/O telah selesai menjalankan instruksi yang diberikan padanya akan
melakukan interupsi pada CPU bahwa tugasnya telah selesai. Dalam teknik ini
kendali perintah masih menjadi tanggung jawab CPU, baik pengambilan perintah
dari memori maupun pelaksanaan isi perintah tersebut. Terdapat selangkah
kemajuan dari teknik sebelumnya, yaitu CPU melakukan multitasking beberapa
perintah sekaligus sehingga tidak ada waktu tunggu bagi CPU.
Langkah-Langkah
Penanganan Interrupt :
a. Perangkat I/O akan
mengirimkan sinyal interupsi ke CPU. CPU menyelesaikan operasi yang sedang dijalankannya kemudian merespon
interupsi.
b. CPU memeriksa
interupsi tersebut, kalau valid maka CPU akan mengirimkan sinyal acknowledgment
ke perangkat I/O untuk menghentikan interupsinya.
c. CPU mempersiapkan
pengontrolan transfer ke routine interupsi. Hal yang dilakukan adalah menyimpan
informasi yang diperlukan untuk melanjutkan operasi yang tadi dijalankan
sebelum adanya interupsi. Informasi yang diperlukan berupa: Status
prosesor, berisi register yang dipanggil PSW (program status word).Lokasi
intruksi berikutnya yang akan dieksekusi.
d. Informasi tersebut
kemudian disimpan dalam stack pengontrol sistem. Kemudian
CPU akan menyimpan PC (program counter) eksekusi sebelum interupsi ke stack pengontrol bersama informasi PSW.
e. Selanjutnya
mempersiapkan PC untuk penanganan interupsi. Selanjutnya CPU memproses
interupsi sempai selesai. Apabila pengolahan interupsi selasai, CPU akan memanggil kembali
informasi yang telah disimpan pada stack pengontrol untuk meneruskan operasi
sebelum interupsi.
Metode Penanganan Interrupt :
1.
Multiple Interrupt Lines
Teknik yang paling sederhana adalah
menggunakan saluran interupsi berjumlah banyak (Multiple Interrupt Lines)
antara CPU dan modul – modul I/O. Namun tidak praktis untuk menggunakan
sejumlah saluran bus atau pin CPU ke seluruh saluran interupsi modul – modul
I/O.
2.
Software Poll
Alternatif lainnya adalah menggunakan software poll. Prosesnya, apabila CPU mengetahui adanya sebuah interupsi, maka CPU akan
menuju ke routine layanan interupsi yang tugasnya melakukan poll seluruh modul
I/O untuk menentukan modul yang melakukan interupsi. Kerugian software poll adalah
memerlukan waktu yang lama karena harus mengidentifikasi seluruh modul untuk
mengetahui modul I/O yang melakukan interupsi.
3.
Daisy
Chain
Teknik yang lebih efisien
adalah daisy chain, yang
menggunakan hardware poll.
Seluruh modul I/O tersambung dalam saluran interupsi CPU secara melingkar (chain).
Apabila ada permintaan interupsi, maka CPU akan menjalankan sinyal acknowledge yang berjalan pada
saluran interupsi sampai menjumpai modul I/O yang mengirimkan interupsi.
4.
Arbitrasi
Bus
Teknik berikutnya adalah arbitrasi bus. Dalam metode ini,
pertama – tama modul I/O memperoleh kontrol bus sebelum modul ini menggunakan
saluran permintaan interupsi. Dengan demikian hanya akan terdapat sebuah modul
I/O yang dapat melakukan interupsi.
3.
Teknik Direct Memory Access (DMA)
Teknik yang dijelaskan sebelumnya yaitu I/O
terprogram dan Interrupt-Driven I/O memiliki kelemahan, yaitu proses yang
terjadi pada modul I/O masih
melibatkan CPU secara langsung. Hal
ini berimplikasi pada : Kelajuan
transfer I/O yang tergantung pada kecepatan operasi CPU, Kerja CPU terganggu
karena adanya interupsi secara langsung, Bertolak dari kelemahan di atas,
apalagi untuk menangani transfer data bervolume besar dikembangkan teknik yang
lebih baik, dikenal dengan Direct Memory Access (DMA), Prinsip kerja DMA
adalah CPU akan mendelegasikan kerja I/O kepada DMA, CPU hanya akan terlibat
pada awal proses untuk memberikan instruksi lengkap pada DMA dan akhir proses
saja. Dengan demikian CPU dapat menjalankan proses lainnya tanpa banyak
terganggu dengan interupsi.

Dalam melaksanakan transfer data
secara mandiri, DMA memerlukan pengambil
alihan kontrol bus dari CPU. Untuk itu DMA akan menggunakan bus bila CPU tidak
menggunakannya atau DMA memaksa CPU untuk menghentikan sementara penggunaan
bus. Teknik terakhir lebih umum digunakan, sering disebut cycle-stealing,
karena modul DMA mengambil alih siklus bus. Penghentian sementara penggunaan
bus bukanlah bentuk interupsi, melainkan hanyalah penghentian proses sesaat
yang berimplikasi hanya pada kelambatan eksekusi CPU saja.
IX.
Konfigurasi DMA
Ada tiga cara konfigurasi DMA :
1.
Single Bus atau Detached DMA

·
Single bus, DMA controller terpisah dari modul
I/O.
·
Sekali transfer menggunakan bus dua kali –
modul I/O ke DMA kemudian DMA ke memory.
·
CPU disuspend dua kali.
·
Ketika DMA controller menggunakan
haknya Untuk mengakses memori secara langsung, ia Akan menggunakan seluruh atau
sebagian dari Arsitektur bus system Guna menjangkau memori
·
Saat itu terjadi, maka DMA akan
mengirimkan Sinyal untuk memberitahu bahwa CPU tidak Boleh menggunakan giliran
bus, sehingga CPU Harus menahan diri
untuk tidak mengirimkan instruksi/data lewat bus (memakai satu siklus bus)
2.
Integrated DMA –I/O

·
Single Bus, DMA controller terintegrasi dengan Modul I/O.
·
Controller dapat mensupport >1 periferal.
·
Sekali transfer menggunakan bus satu kali – DMA controller ke memory.
·
CPU disuspend satu kali
3.
I/O Bus – DMA

·
Memiliki I/O Bus tersendiri.
·
Bus mensupport semua periferal yang bisa DMA.
·
Sekali transfer menggunakan bus satu kali–DMA controller kememory.
·
CPU disuspend satu.
X.
Interface Aplikasi I/O
Ketika suatu aplikasi ingin membuka data
yang ada dalam suatu disk, sebenarnya aplikasi tersebut harus dapat membedakan
jenis disk apa yang akan diaksesnya. Untuk mempermudah pengaksesan, sistem
operasi melakukan standarisasi cara pengaksesan pada peralatan I/O. Pendekatan
inilah yang dinamakan interface aplikasi I/O.
XI.
Peralatan Jaringan
Karena adanya perbedaan dalam kinerja dan
pengalamatan dari jaringan I/O, maka biasanya sistem operasi memiliki interface
I/O yang berbeda dari baca, tulis dan pencarian pada disk. Salah satu yang
banyak digunakan pada sistem operasi adalah interface socket.
Socket berfungsi untuk
menghubungkan komputer ke jaringan. System call pada socket
interface dapat memudahkan suatu aplikasi untuk membuat local socket,
dan menghubungkannya ke remote socket. Dengan menghubungkan komputer ke
socket, maka komunikasi antar komputer dapat dilakukan.
XII.
Jam dan Timer
Adanya jam dan timer pada hardware
komputer, setidaknya memiliki tiga fungsi, memberi informasi waktu saat ini,
memberi informasi lamanya waktu sebuah proses, sebagai trigger untuk suatu
operasi pada suatu waktu.
Hardware yang mengukur
waktu dan melakukan operasi trigger dinamakan programmable interval
timer. Dia dapat di set untuk menunggu waktu tertentu dan kemudian
melakukan interupsi. Contoh penerapannya ada pada scheduler, dimana dia
akan melakukan interupsi yang akan memberhentikan suatu proses pada akhir dari
bagian waktunya.
XIII.
Blocking dan Nonblocking I/O
Ketika suatu aplikasi menggunakan sebuah
blocking system call, eksekusi aplikasi itu akan diberhentikan untuk
sementara. aplikasi tersebut akan dipindahkan ke wait queue. Dan setelah
system call tersebut selesai, aplikasi tersebut dikembalikan ke run
queue, sehingga pengeksekusian aplikasi tersebut akan dilanjutkan.
BAB III
PENUTUP
I.
Kesimpulan
Unit
Input/Output (I/O) adalah (masukan) /
(keluaran) bagian dari sistem mikroprosesor yang digunakan oleh
mikroprosesor itu untuk berhubungan dengan dunia luar.
Unit
input adalah
(masukan) unit luar yang digunakan untuk memasukkan data dari luar ke dalam mikroprosesor
ini, contohnya data yang berasal dari keyboard atau mouse. Sementara unit output (keluaran) biasanya
digunakan untuk menampilkan data, atau dengan kata lain untuk menangkap data
yang dikirimkan oleh mikroprosesor, contohnya data yang akan ditampilkan pada
layar monitor atau printer.
Bagian input (masukan) dan
juga keluaran (output) ini juga memerlukan sinyal kontrol, antara lain untuk
baca I/O (Input/Ouput Read [IOR]) dan untuk tulis I/O (Input/Output
Write [IOW]).
II.
Pesan
Demikianlah
akhir dari sebuah makalah ini dan semoga makalah ini bisa bermanfaat dan
berkembang untuk kedepannya serta semoga makalah ini bisa menambah wawasan bagi
penulis juga pembaca lain yang baru saja memasuki dunia kerja untuk bisa
mengembangkan ilmunya dengan lebih baik lagi.
contoh kumpulan kkp makalah pendahuluan penelitian mahasiswa tentang teknik informatika komputer doc
DAFTAR PUSTAKA
Ø
https://tkjofficial.wordpress.com/2013/12/05/pengertian-periferalpembagiandan-jenis-jenisnya/
Ø
http://muhamad-aslam.blogspot.co.id/2014/09/modul-io-modul-io-adalah-interface-atau.html
Ø
http://rhevtonfhalls.blogspot.co.id/2012/07/definisi-dari-input-device-dan-output.html
Ø
http://muhamadjaelani35.blogspot.co.id/2013/04/pengertian-interface.html
Ø
https://buatberbagisaja.wordpress.com/2011/07/11/rangkaian-dioda-pembatas-tegangan-voltage-limiter/
http://lecturer.ukdw.ac.id/mahas/dossi
No comments:
Post a Comment