Puji
syukur penulis panjatkan ke Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan
rahmat-Nya, serta doa dan motivasi dari berbagai pihak sehingga pada akhirnya
makalah yang disusun terselesaikan.Dengan membuat makalah tentang KARAKTERISTIK
KEWIRAUSAHAANdapat terselesaikan dengan sebaik-baiknya.Saya
mengucapkan terima kasih kepada pihak yang telah membantu penyelesaian
penulisan ini, Terutama kepada teman –
teman satu kelompok saya sehingga makalahtentang“KARAKTERISTIK KEWIRAUSAHAAN” ini terselesaikan.
Serta Semua pihak yang telah membantu ataupun memberikan dorongan baik moril
maupun materil yang dibutuhkan dalam menyelesaikan penulisan ini. Dalam
penulisan ini kami menyadari bahwa penulisan ini masih jauh dari kesempurnaan
dan banyak kekurangan, baik dalam isi maupun cara penyajiannya, karena
keterbatasan ilmu dan pengetahuaan kami. Oleh karena itu, saya mengharapkan
saran dan kritik yang membangun bagi penyempurnaan penulisan ini.
probolinggo,
13 - 11 - 2015
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR................................................................................................................. i
DAFTAR ISI.............................................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN............................................................................................................ 1
A.
LatarBelakang............................................................................................................. 1
B.
RumusanMasalah........................................................................................................ 1
C.
TujuanRumusanMasalah............................................................................................. 1
BAB II PEMBBAHASAN........................................................................................................... 2
A. Definisi Wirausaha dan
Kewirausahaan..................................................................... 2
B. Karakteristik Pribadi
Wirausah................................................................................... 2
C. Peran Wirausaha Bagi Lingkungannya....................................................................... 3
D. Mitos dalam Kewirausahaan...................................................................................... 4
E. Wirausaha, Manajer dan
Organisasi.......................................................................... 5
BAB
IIIPengembangan
Kreativitas........................................................................................ 8
A.
Definisi Kreativitas..................................................................................................... 8
B.
Atribut dari Kreativitas............................................................................................... 8
C.
Proses Kreativitas....................................................................................................... 8
D.
Hubungan Kreativitas dengan
Kewirausahaan.......................................................... 9
E.
Manajemen Kreativitas............................................................................................. 10
PENUTUP............................................................................................................................... 11
A.
Kesimpulan................................................................................................................ 11
B.
Pesan......................................................................................................................... 11
BAB 1
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Sesuai dengan pengelompokkan program
pembangunan di bidang ekonomi menurut Program pembangunan nasional 2000 – 2004
ke dalam tujuh kelompok program antara lain kelompok program pertama, yaitu
menanggulangi kemiskinan dan memenuhi kebutuhan pokok masyarakat dan kelompok
program kedua, yaitu mengembangkan usaha skala mikro, kecil menengah dan
koperasi, maka program-program yang harus dilaksanakan dan penting untuk
digarisbawahi adalah :
Ø
Program penciptaan
iklim usaha yang kondusif
Ø
Program peningkatan
akses kepada sumber daya produktif
Ø
Program pengembangan
kewirausahaan dan kredit usaha kecil menengah berkeunggulan kompetitif.
B.
RUMUSAN MASALAH
a.
Pengertian wirausaha
b.
Menjelaskan karakteristik dari
wirausaha
c.
Menjelaskan pengembangan kreativitas
kewirausahaan
C.
TUJUAN RUMUSAN MASALAH
Di dalam penulisan makalah ini ada
beberapa tujuan yang saya ingin capai diantaranya adalah:
Ø Memahami lebih
dalam tentang pengertian kewirausahaan
Ø Membagi ilmu yang
kita dapat tentang krakteristik kewirausahaan kepada umum
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Definisi Wirausaha dan Kewirausahaan
Wirausaha adalah orang yang mengambil resiko dengan jalan membeli barang sekarang
dan menjual kemudian dengan harga yang tidak pasti (Cantillon).
Wirausaha adalah orang yang memindahkan
sumber-sumber ekonomi dari daerah dengan produktivitas rendah ke daerah dengan
produktivitas dan hasil lebih tinggi (J.B
Say).
Wirausaha adalah orang yang menciptakan cara
baru dalam mengorganisasikan proses produksi (Schumpeter).
Tugas Wirausaha adalah melakukan sesuatu dengan cara yang berbeda, bukan
hanya sekadar dengan cara yang lebih baik.
B.
Karakteristik Pribadi Wirausaha
Sifat kepribadian wirausaha dipelajari guna mengetahui karakteristik
perorangan yang membedakan seorang wirausaha dan bukan wirausaha.
David McCleland mengindikasikan ada korelasi positif antara tingkah laku orang yang
memiliki motif prestasi tinggi dengan tingkah laku wirausaha.
Karakteristik orang-orang yang mempunyai motif prestasi tinggi adalah:
1. Memilih resiko “moderate” Dalam
tindakannya dia memilih melakukan sesuatu yang ada tantangannya, namun dengan
cukup kemungkinan untuk berhasil.
2. Mengambil tanggung
jawab pribadi atas perbuatan-perbuatan. Artinya kecil sekali kecenderungan
untuk mencari “kambing hitam” atas
kegagalan atau kesalahan yang dilakukannya.
3.
Mencari umpan balik (feed back) tentang perbuatan-perbuatannya.
4.
Berusaha melakukan sesuatu dengan cara-cara baru.
Upaya untuk mengungkapkan karakteristik utama wirausaha juga dilakukan
oleh para ahli dengan menggunakan teori letak kendali (locus of control) yang dikemukakan oleh J.B. Rotter. Teori letak
kendali menggambarkan bagaimana meletakkan sebab dari suatu kejadian dalam
hidupnya. Apakah sebab kejadian tersebut oleh faktor dalam dirinya dan dalam
lingkup kendalinya atau faktor diluar kendalinya.
Dua kategori letak kendali menurut Rotter yaitu:
-
Internal
Orang yang beranggapan bahwa dirinya mempunyai kendali atas apa yang akan
dicapainya. Karakteristik ini sejalan dengan karakteristik wirausaha seperti
lebih cepat mau menerima pembaharuan (inovasi).
-
Eksternal
Orang yang beranggapan keberhasilan tidak semata tergantung pada usaha
seseorang, melainkan juga oleh keberuntungan, nasib, atau ketergantungan pada
pihak lain, karena adanya kekuatan besar disekeliling seseorang.
Management Systems International menyebutkan karakteristik pribadi
wirausaha (personal entrepreneurial
characteristics) sebagai berikut:
1.
Mencari peluang
2.
Keuletan
3.
Tanggungjawab terhadap pekerjaan
4.
Tuntutan atas kualitas dan efisiensi
5.
Pengambilan resiko
6.
Menetapkan sasaran
7.
Mencari informasi
8.
Perencanaan yang sistematis dan
pengawasannya
9.
Persuasi dan jejaring/koneksi
10.
Percaya diri
C.
Peran Wirausaha
Bagi Lingkungannya
Dalam pandangan
Schumpeter, seorang wirausaha adalah inovator. Hanya seseorang yang sedang
melakukan inovasi yang dapat disebut sebagai wirausaha. Mereka yang tidak lagi
melakukan inovasi, walaupun pernah, tidak dapat lagi dianggap sebagai
wirausaha. Wirausaha bukanlah jabatan, melainkan suatu peran.
Berdasarkan pengertian tentang wirausaha yang telah dibahas sebelumnya
dapat disimpulkan bahwa peran wirausaha yang utama bagi lingkungannya adalah
sebagai berikut:
-
Memperbaharui dengan “merusak secara
kreatif”.
- Dengan
keberaniannya melihat dan mengubah apa yang sudah dianggap mapan, rutin, dan
memuaskan.
-
Inovator : Menghadirkan hal yang baru di masyarakat.
-
Mengambil dan memperhitungkan resiko
-
Mencari peluang dan memanfaatkannya
-
Menciptakan organisasi baru
D.
Mitos dalam
Kewirausahaan
Berikut ini rincian mitos kewirausahaan yang dikumpulkan oleh Michael
Robert dan Alan Weiss, dan sejumlah bukti yang dikumpulkan dari berbagai sumber
yang menetang mitos tersebut.
1.
Wirausaha adalah pengambil resiko besar.
Wirausaha bukan
pengambil resiko besar, melainkan seorang yang menghitung resiko yang akan
diambilnya. Tantangan ada namun dengan upaya akan dapat dicapai. Wirausaha bijaksana dalam memilih resiko dan bukan penjudi.
2.
Wirausaha adalah pemilik usaha, bukan pegawai.
Yang mengubah
restoran “fast food” McDonald’s menjadi raja dibidang “franchising” adalah Ray Kroc, pimpinan perusahaan, dan bukan
pemiliknya yaitu McDonald bersaudara. Intrepreneur di
dalam perusahaan bukanlah pemilik.
3.
Inovasi hanya di perusahaan kecil.
Inovasi dilakukan dengan ketrampilan atau keahlian dan bukan pembawaan
atau milik budaya tertentu. Ia dilakukan dimana-mana. Musuh inovasi adalah birokrasi yang terdapat di perusahaan besar ataupun
kecil.
4.
Inovasi adalah gagasan besar.
Sebagian keberhasilan besar dimulai dari gagasan baru yang sederhana,
misalnya “walkman” muncul sebagai
produk baru yang sukses berasal dari keinginan tetap mendengar musik secara
pribadi selagi berolahraga.
5.
Wirausaha adalah pencetus gagasan saja.
Seorang inovator terjun langsung menerapkan gagasannya.
6.
Wirausaha menyediakan sarananya termasuk modal sendiri.
Wirausaha tidak
sama dengan kapitalis. Wirausaha menggunakan sarana yang ada
dengan cara baru.
7.
Inovasi datang mencuat bagai kilat dari seorang genius.
-
Ray Kroc memperbaharui bisnis
hamburger dengan mengadakan pengamatan terus-menerus atas restoran McDonald’s.
-
Fred Smith menghasilkan
“undergraduate thesis” model distribusi barang kiriman kecil (parcel) dari
pengamatan di kantor pos dan perusahaan pengiriman UPS. Thesisnya dinilai C-
oleh dosennya, namun gagasannya setelah diterapkan menjadi perusahaan Federal
Express yang sangat sukses.
8.
Wirausaha dilahirkan dan kewirausahaan tidak dapat
dilatihkan.
Seperti ketrampilan dokter atau pengacara, ketrampilan kewirausahaan
dapat dilatihkan.
E.
Wirausaha, Manajer dan Organisasi
Peran wirausaha
pendiri adalah melahirkan suatu organisasi baru, baik sendiri maupun bersama
suatu kelompok. Setelah lahir maka wirausaha pendiri melakukan upaya
pengembangan organisasi hingga sampai organisasi tidak lagi tergantung pada
pendiri. Pelaksanaan organisasi
memerlukan manajemen yang menguatkan organisasi dengan sistem manajemen dan
mengurangi ketidak-pastian dan ketergantungan pada faktor subjektivitas
pendiri.
Dalam diagram berikut ini diperlihatkan bagaimana orientasi manajemen,
yang menciptakan birokrasi, yang berbeda dengan orientasi kewirausahaan, yang
menciptakan inovasi:
GAMBAR 1 : MANAJEMEN VS KEWIRAUSAHAAN
MANAJEMEN KEWIRAUSAHAAN
Stabil Melawan
tradisi
Dengan
yang lalu
BIROKRASI INOVASI
Berdasarkan gambar
diatas, manajemen dan kewirausahaan diperlukan dalam organisasi yang ingin
sukses. Dalam tabel berikut dapat digambarkan bagaimana penggabungannya untuk
dapat menghasilkan organisasi yang ideal.
GAMBAR 2 : MANAJEMEN DAN KEWIRAUSAHAAN
(Matrix Posisi Keunggulan & Permasalahan
Strategis)
IDEAL |
|
JANGKA PANJANG
|
(Optimasi &
|
SIAP DIAMBIL
ALIH
|
|
TIDAK LAYAK
UNTUK TERUS
|
Sumber Daya
Yang Ada) KURANG
KURANG BAIK
KEWIRAUSAHAAN
(Inovasi
dan Pemanfaatan Kesempatan Usaha Baru)
Pengembangan sistem dan budaya organisasi harus dapat menampung manajemen
yang baik dan juga adanya kewirausahaan. Salah satu pola yang ada untuk
menampung kewirausahaan di dalam organisasi mapan adalah wirausaha-intra (intrapreneurs). Pengembangan
kewirausahaan di dalam perusahaan dapat terjadi pada tiga tingkatan, yaitu:
-
Individual
(intrapreneurs / product champions)
-
Kelompok kerja
(entrepreneurial team / skunworks)
-
Oganisasi /
Perusahaan (entrepreneurial organization)
Di Indonesia tidak jarang ditemui perusahaan yang
berada dalam kotak “Tidak Layak Untuk Terus” yaitu baik manajemen dan
kewirausahaan yang dimilikinya belum cukup menyiapkan manajemennya dan sudah
“meninggalkan” perusahaan untuk membangun bisnis baru. Wirausaha pendiri dapat
dianggap sempurna bila organisasi yang didirikannya dapat mencapai kotak
“ideal” yaitu baik manajemennya dan kewirausahaan organisasinya dalam taraf
“baik”.
BAB III
PENGEMBANGAN
KREATIVITAS
A. Definisi Kreativitas
Kreativitas
merupakan kemampuan seseorang dalam membuat sesuatu menjadi baru dalam
keberadaannya. Kreativitas juga
berhubungan dengan adanya perubahan ide. Beberapa contoh orang yang memiliki
kreativitas dalam bidangnya yaitu Pablo
Picasso maestro dalam seni lukis mengatakan bahwa dampak dari kreasi adalah
dampak pertama dari suatu pengrusakan. contoh kumpulan kkp makalah pendahuluan penelitian mahasiswa tentang teknik informatika komputer doc
B. Atribut dari
Kreativitas
Karakteristik
orang yang kreatif terdiri dari beberapa atribut seperti:
a.
Terbuka dengan pengalaman.
b.
Observasi –
melihat sesuatu hal dengan sudut pandang lain.
c.
Memiliki rasa
penasaran tinggi.
d.
Mau menerima
dan mempertimbangkan pendapat berbeda.
e.
Indepen dalam
mengambil keputusan, pikiran dan tindakan.
f.
Percaya diri.
g.
Mau mengambil
resiko terhitung.
h.
Sensitif
terhadap masalah.
i.
Fleksibel
j.
Responsif pada
pemikiran.
k.
Motivasi
tinggi.
l.
Kemampuan untuk
konsentrasi.
m.
Selektif
n.
Bebas dari rasa
takut dan gagal.
o.
Memiliki daya
pikir imajinasi yang baik.
C. Proses Kreativitas
Berdasarkan fungsi
otak dibedakan atas fungsi otak kiri yang menangani berpikir logika, rasional,
dan analitik sedangkan fungsi otak kanan
mengatur tingkat emosional dan pengalaman intuisi.
Kreativitas
memerlukan kedua fungsi otak tersebut.
Berikut ini proses
dari kreativitas :
TAHAP KREATIVITAS
|
AKTIVITAS
|
GAYA PSIKOLOGI
|
Ketertarikan
|
Penelitian lingkungan
|
Intuisi / emosi
|
Persiapan
|
Persiapan perjalanan
|
Detail / perencanaan
|
Pengendapan
|
“mulling things over”
|
Intuisi
|
Penerangan
|
Pengalaman yg ada
|
Intuisi
|
Verifikasi
|
Riset pasar
|
Detail / rational
|
Eksplorasi
|
Captain of industri
|
Detail / rational
|
D. Hubungan
Kreativitas dengan Kewirausahaan
Hubungan kreativitas dengan kewirausahaan sangat erat dan terkadang overlap walaupun tidak sama diantara
keduanya.
Berikut ini bentuk hubungan antara kreativitas dengan
kewirausahaan :
|
3.
Persh
Film
|
|
1.
Mgt
Artis
|
|
|
|
4.
Franchiser
Fast
Food
|
Capacity
Low
High Low
Entrepreneur Capacity
Berdasarkan atas gambar diatas maka hubungan antara kreativitas dengan kewirausahaan
dibedakan atas 4 kategori :
1.
Kategori 1
Perusahaan dengan kreativitas tinggi tetapi sedikit dalam penggunaan
konsep kewirausahaan seperti Manajemen artis yang harus menampilkan artis
berbeda dengan sebelumnya dalam beberapa hal seperti penampilan tetapi hanya
bergerak dalam bidang hiburan dimana artis tersebut terlibat.
2.
Kategori 2
Perusahaan dengan kreativitas rendah tetapi memakai banyak konsep
kewirausahaan yaitu perusahaan
franchising fast food seperti McDonald’s dimana kreativitas rendah karena
perusahaan ini harus mengikuti peraturan dari pemberi franchising (franchisor)
sedangkan berdasarkan kewirausahaan konsep franchising merupakan konsep usaha
yang baik
3.
Kategori 3
Perusahaan dengan
kreativitas tinggi dan tinggi dalam penggunaan konsep kewirausahaan seperti
Perusahaan Film dimana memerlukan kreativitas tinggi dalam menciptakan
film-film bermutu dan diterima masyarakat.
Mereka mengembangkan berbagai jenis film dengan berbagai lapisan penonton atau melakukan diversifikasi produk sesuai
konsep kewirausahaan.
4.
Kategori 4
Perusahaan yang tidak menggunakan kreativitas dan kewirausahaan dalam
melaksanakan kegiatannya seperti pada birokrasi pemerintah (bersifat birokrasi
penuh) yang hanya menjalankan kegiatannya berdasarkan masa lalu saja.
E. Manajemen
Kreativitas
Kreativitas
merupakan nilai penting dalam kompetisi dalam segala bidang. Untuk itu
kreativitas harus dipelihara dan dikembangkan dengan mengaturnya melalui
manajemen kreativitas yang baik. Kreativitas dapat dibentuk atau dikembangkan
dengan beberapa cara seperti berikut ini :
1.
Menciptakan
keterbukaan dengan struktur organisasi desentralisasi.
2.
Mendukung iklim
terciptanya eksperimen-eksperimen kreativitas.
3.
Mendorong sikap
eksperimental.
4.
Mengedarkan
cerita-cerita sukses.
5.
Menekankan
peran dari seorang pemenang.
6.
Menitikberatkan
komunikasi pada semua level manajemen.
7.
Ketersediaan
sumber daya untuk inisiatif baru.
8.
Memastikan bahwa ide-ide baru tidak mudah dimusnahkan.
9.
Mengurangi
birokrasi dari proses alokasi sumber daya.
10.
Menyediakan
penghargaan financial dan non financial bagi suatu kesuksesan yang didapat.
BAB IV
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Wirausaha adalah orang yang mengambil resiko dengan jalan membeli barang sekarang
dan menjual kemudian dengan harga yang tidak pasti (Cantillon). Setiap orang yang berwirausaha harus
mempunyai krakteristik wirausaha agar usahaya dapat berjalan dengan lancer
yaitu : berani mengambil resiko, bertanggung jawab,dll. selain itu, setiap
wirausahawan harus bias mengembangkan kreativitas dalam usahanya.
B.
PESAN
jadilah pembisnis yang berani
mengambil resiko karena itu langkah awal menjadi pembisnis yang sukses
No comments:
Post a Comment