KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat tuhan yang maha esa, kami telah dapat
menyelesaikan buku ini, buku ini berisi ringkasan materi, dan uraian materi yang diberikan mengacu pada tujuan
pembelajaran yang berlaku pada saat ini. materi disajikan dalam bahasa yang
tepat, lugas, dan jelas sehingga mudah di pahami mahasiswa.
Perlu juga disadari, tujuan
kuliah tidak hanya menciptakan mahasiswa yang cerdas tetapa juga mahasiswa yang
jujur, bertanggung jawab dan peduli terhadap sesama.
Demikian dari kami, semoga buku ini dapat diterima dan bermanfaat
serta dapat menjadi sarana besar utama,
hasilnya pun semoga dapat di terapkan dalam kehidupan sehari-hari.keberhasilan
anda ada di tangan anda,belajar terus dan jangan lupa berdo’a,sukses selalu
untuk semua.
contoh kumpulan kkp makalah pendahuluan penelitian mahasiswa tentang teknik informatika komputer doc
contoh kumpulan kkp makalah pendahuluan penelitian mahasiswa tentang teknik informatika komputer doc
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR..................................................................... i
DAFTAR ISI.................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah................................................................ 1
1.2. Rumusan Masalah......................................................................... 1
BAB II Pembahasan
2.1. Definisi Cache Memory................................................................ 2 2.2. Elemen Rancangan........................................................................ 2
2.3. Algoritma Penggantian.................................................................. 4
2.4. Write Policy................................................................................... 4
2.5. Jumlah Cache................................................................................. 5
BAB III Penutup
3.1. Kesimpulan.................................................................................... 6
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................... 7
KATA PENGANTAR..................................................................... i
DAFTAR ISI.................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah................................................................ 1
1.2. Rumusan Masalah......................................................................... 1
BAB II Pembahasan
2.1. Definisi Cache Memory................................................................ 2 2.2. Elemen Rancangan........................................................................ 2
2.3. Algoritma Penggantian.................................................................. 4
2.4. Write Policy................................................................................... 4
2.5. Jumlah Cache................................................................................. 5
BAB III Penutup
3.1. Kesimpulan.................................................................................... 6
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................... 7
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. LATAR
BELAKANG
Akhir - akhir ini perkembangan IT di Dunia
sangat pesat, mulai dari perkembangan sofware hingga hardware seperti
prosesor dan memoril. Takdapat dipungkiri lagi computer sekarang sangat
membantu manusia dalam mengerjakan tugas manusia. Perusahaan-perusahaan
persaingan computer sekarang semakin ketat yang mengakibatkan harga bisa dijangkau masyarakat
menengah kebawah. Perbedaan kecepatan operasi
antara prosesor dan memori utama bisa menjadi kendala bagi dicapainya efisiensi kerja sistem
komputer. Kendala ini menyebabkan diperlukannya
cache, yakni memori berkapasitas kecil tetapi berkecepatan tinggi,yang dipasang di antara prosesor dan memori utama. Cache umumnya
menggunakan memori statik yang mahal
harganya, sedangkan memori utama menggunakan memori dinamik yang jauh lebih
murah. Disini saya akan mencoba menerangkan apa itu cache memory.
1.2.RUMUSAN
MASALAH
Adapun masalah yang kami ambil dalam
makalah ini, yaitu
1. Bagaiamana cara kerja cache memory?
2. Bagaiamana cara kerja mapping pada
memory?
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Definisi
Cache Memory
Memori utama yang digunakan sisterm
komputer pada awalnya dirasakan masih lambat kerjanya dibandingkan dengan
kinerja CPU, sehingga perlu dibuat sebuah memori yang dapat membantu kerja
memori utama tersebut, sebagai perbandingan waktu akses memori cache lebih
cepat 5-10 kali dibandingkan memori utama. Cache memory adalah memori yang memiliki kecepatan sangat tinggi yang digunakan
sebagai perantara antara RAM dan CPU. Memori ini mempunyai kecepatan yang lebih
tinggi daripada RAM. Memori ini digunakan untuk menjembatani perbedaan
kecepatan CPU yang sangat tinggi dengan kecepatan RAM yang jauh lebih rendah.
Jika processor membutuhkan suatu data, pertama-tama ia akan mencarinya pada
cache. Jika data ditemukan, processor akan langsung membacanya dengan delay
yang sangat kecil. Tetapi jika data tidak ditemukan, processor akan mencarinya
pada RAM. Cache memori ada dua macam, yaitu
Cache memori yang terdapat pada internal
processor, cache memory jenis ini kecepatan aksesnya sangat tinggi dan harganya
sangat mahal. Hal ini bisa terlihat pada processor yang berharga mahal seperti
P4, P3, AMD-Athlon, dll. Semakin tinggi kapasitas L1,L2 cache memori maka
semakin mahal dan semakin cepat processor.
Cache memori yang terdapat di luar
processor, yaitu berada pada motherboard, memori jenis ini kecepatan aksesnya
sangat tinggi, meskipun tidak secepat cache memori jenis pertama (yang ada pada
internal processor). Semakin besar kapasitasnya maka semakin mahal dan cepat.
Hal ini bisa kita lihat pada motherboard dengan beraneka ragam kapasitas cache
memori, yaitu 256 kb, 512 kb, 1 Mb, 2 Mb, dll.
Cache memori biasanya mempunyai beberapa
level yang menunjukkan tingkat kedekatannya dengan microprocessor. Contoh, L1
cache ada pada chip yang sama dengan microprocessor (built-in), sedangkan L2
cache adalah cache memory yang merupakan chip tersendiri yang terpisah dari
microprocessor.
2.2. Elemen
Rancangan
Ukuran Cache
Semakin besar kapasitas cache tidak
berarti semakin cepat prosesnya, dengan ukuran besar maka akan terlalu banyak
gate pengalamatannya sehingga akan memperlambat proses. Kita bisa melihat
beberapa merek processor, misalnya AMD mengeluarkan processor K5 dan K6 dengan
cache yang besar (1 MB) tetapi kinerjanya tidak bagus. Kemudian Intel pernah
mengeluarkan processor tanpa cache untuk alas an harga yang murah, yaitu seri
Intel Celeron pada tahun 1998-an hasil kinerjanya sangat buruk terutama untuk
operasi data besar, floating point, dan 3D. Karena kinerja cache sangat
sensitif terhadap sifat beban kerja, maka tidaklah mungkin untuk mencapai
ukuran cache yang optimum. Sejumlah penelitian telah menganjurkan bahwa ukuran cache yang
ideal adalah antara 1 KB dan 512 KB.
Ukuran Blok
Adanya sifat lokalitas referensi
menyebabkan nilai ukuran blok sangatlah penting. Apabila blok berukuran besar
ditransfer ke cache akan menyebabkan hit ratio mengalami penurunan karena
banyaknya data yang dikirim di sekitar referensi. Tetapi bila terlalu kecil,
dimungkinkan memori yang akan dibutuhkan CPU tidak tercakup. Apabila blok
berukuran besar ditransfer ke cache, maka akan terjadi :
Blok-blok yang berukuran lebih besar
mengurangi jumlah blok yang menempati cache. Karena setiap pengambilan blok
menindih isi cache yang lama, maka sejumlah kecil blok akan menyebabkan data
menjadi tertindih setelah blok itu diambil.Dengan meningkatnya ukuran blok maka
jarak setiap word tambahan menjadi lebih jauh dari word yang diminta, sehingga
menjadi lebih kecil kemungkinannya digunakan dengan cepat.
Hubungan antara ukuran blok dan hit ratio
sangat rumit untuk dirumuskan, tergantung pada karakteristik lokalitas
programnya dan tidak terdapat nilai optimum yang pasti telah ditemukan. Ukuran
antara 4 hingga 8 satuan yang dapat dialamati (word atau byte) cukup beralasan
untuk mendekati nilai optimum.
Mapping (Pemetaan)
Saluran cache lebih sedikit dibandingkan
dengan blok memori utama sehingga diperlukan algoritma untuk pemetaan blok-blok
memori utama ke dalam saluran cache. Selain itu, diperlukan juga alat untuk
menentukan blok memori utama mana yang sedang memakai saluran cache. Pemilihan
fungsi pemetaan akan menentukan bentuk organisasi cache. Terdapat tiga metode
yang digunakan yaitu
Pemetaan Langsung (Direct Mapping)
Pemetaan langsung adalah teknik yang
paling sederhana, yaitu teknik ini memetakan blok memori utama hanya ke sebuah
saluran cache saja. Jika suatu block ada di cache, maka tempatnya sudah
tertentu. Keuntungan dari direct mapping adalah sederhana dan murah. Sedangkan
kerugian dari direct mapping adalah suatu blok memiliki lokasi yang tetap (jika
program mengakses 2 blok yang di map ke line yang sama secara berulang-ulang,
maka cache-miss sangat tinggi).
Pemetaan asosiatif mengatasi kekurangan
pemetaan langsung dengan cara mengizinkan setiap blok memori utama untuk
dimuatkan ke sembarang saluran cache. Dengan pemetaan assosiatif, terdapat
fleksibilitas penggantian blok ketika blok baru dibaca ke dalam cache.
Kekurangan pemetaan asosiatif yang utama adalah kompleksitas rangkaian yang
diperlukan untuk menguji tag seluruh saluran cache secara parallel, sehingga
pencarian data di cache menjadi lama.
Pemetaan Asosiatif Set (Set Associative
Mapping)
Pada pemetaan ini, cache dibagi dalam
sejumlah sets. Setiap set berisi sejumlah line. Pemetaan asosiatif set
memanfaatkan kelebihan-kelebihan pendekatan pemetaan langsung dan pemetaan
asosiatif.
2.3.
Algoritma Penggantian
Algoritma penggantian adalah suatu
mekanisme pergantian blok-blok dalam memori cache yang lama dengan data baru.
Dalam pemetaan langsung tidak diperlukan algoritma ini, namun dalam pemetaan
assosiatif dan asosiatif set, algoritma ini mempunyai peranan penting untuk
meningkatkan kinerja cache memori.
Banyak algoritma penggantian yang telah
dikembangkan, algoritma yang paling efektif adalah Least Recently Used (LRU), yaitu mengganti blok data yang terlama berada dalam cache
dan tidak memiliki referensi. Algoritma lainnya adalah First In First Out (FIFO), yaitu mengganti blok
data yang awal masuk. KemudianLeast Frequently Used (LFU) adalah mengganti blok data yang mempunyai referensi paling
sedikit. Teknik lain adalah algoritma Random, yaitu penggantian tidak
berdasarkan pemakaian datanya, melainkan berdasar slot dari beberapa slot
kandidat secara acak.
2.4. Write
Policy
Apabila suatu data telah diletakkan pada
cache maka sebelum ada penggantian harus dicek apakah data tersebut telah
mengalami perubahan. Apabila telah berubah maka data pada memori utama harus
di-update. Masalah penulisan ini sangat kompleks, apalagi memori utama dapat
diakses langsung oleh modul I/O, yang memungkinkan data pada memori utama
berubah,lalu bagaimana dengan data yang telah dikirim pada cache? Tentunya
perbedaan ini menjadikan data tidak valid.
Teknik yang dikenal diantaranya, write
through, yaitu operasi penulisan melibatkan data pada memori utama dan
sekaligus pada cache memori sehingga data selalu valid. Kekurangan teknik ini
adalah menjadikan lalu lintas data ke memori utama dan cache sangat tinggi
sehingga mengurangi kinerja system, bahkan bisa terjadi hang.
Teknik lainyya adalah write back, yaitu
teknik meminmasi penulisan dengan cara penulisan pada cache saja. Pada saat
akan terjadi penggantian blok data cache maka baru diadakan penulisan pada
memori utama. Masalah yang timbul adalah manakala dat di memori utama belum
di-update telah diakses modul I/O sehingga data di memori utama tidak valid.
Penggunaan multi cache terutama untuk
multi prosesor akan menjumpai masalah yang lebih kompleks. Masalah validasi
data tidak hanya antara cache dan memori utama saja, namun antar cache juga
harus diperhatikan. Pendekatan penyelesaian masalah yang dapat dilakukan adalah
dengan :
Bus Watching with
Write Through
Yaitu setiap cache controller akan
memonitoring bus alamat untuk mendeteksi adanya operasi tulis. Apabila ada
operasi tulis di alamat yang datanya digunakan bersama maka cache controller
akan menginvalidasi data cache-nya.
Hardware Transparency
Yaitu adanya perangkat keras tambahan yang
menjamin semua updating data memori utama melalui cache direfleksikan pada
seluruh cache yang ada.
Non Cacheable Memory
Yaitu hanya bagian memori utama tertentu
yang digunakan secara bersama. Apabila ada pengaksesan data yang tidak di-share merupakan kegagalan cache.
2.5. Jumlah
Cache
Letak cache terbagi menjadi dua macam
yaitu di dalam keping processor yang disebut on chip cache atau cache internal, dan yang terletak di luar keping processor
yang disebut off chip cache atau cache eksternal. Cache internal diletakkan dalam processor
sehingga tidak memerlukan bus eksternal, akibatnya waktu aksesnya akan cepat
sekali, apalagi panjang lintasan internal bus processor sangat pendek untuk
mengakses cache internal. Cache internal selanjutnya disebut cache level 1 (L1). Cache eksternal berada
diluar keping chip prosesor yang diakses melalui bus eksternal. Cache eksternal
masih diperlukan untuk mengantisipasi permintaan akses alamat yang belum
tercakup dalam cache internal. Cache eksternal lalu disebute dengan cache level 2 (L2).
Terdapat perkembangan untuk memisah cache
data dan cache instruksi yang disebutunified cache yang memiliki keuntungan, yaitu
memiliki hit rate yang tinggi karena telah dibedakan antara informasi data dan
informasi instruksi. Selain itu hanya sebuah cache saja yang perlu dirancang
dan diimplementasikan. Namun terdapat kecenderungan untuk menggunakan split cache, terutama pada mesin-mesin
superscalar seperti Pentium dan PowerPC yang menekankan pada parallel proses
dan perkiraan-perkiraan eksekusi yang akan terjadi. Kelebihan utama split cache
adalah mengutangi persaingan antara prosesor instruksi dan unit eksekusi untuk
mendapatkan cache, yang mana hal ini sangat utama bagi perancangan
prosesor-prosesor pipelining.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
cache memory itu sama fungsinya yang
menyebabkan perbedaan hanyalah padatempat,cara kerja dan kecepatan secara
spesifik.
•Mudah dan murah diimplementasikan.
•Mudah untuk menentukan letak salinan data
main memory pada cache.
–Kerugian:
•Setiap blok main memory hanya dipetakan
pada 1 line saja.
•terkait dengan sifat lokal pada main
memory, sangat mungkin mengakses blok yang dipetakan pada line yang
sama pada cache. Blok seperti ini akan menyebabkan seringnya sapu masuk dan
keluar data ke/dari cache, sehingga hitratio mengecil. Hit ratio adalah
perbandingan antara jumlah ditemukannya data pada cache dengan jumlah
usaha mengakses cache.
DAFTAR PUSTAKA
adamono.blogspot.com/2008/05/makalah-cache-memory.html
oktasilvia.blogspot.com/2011/05/tugas-orakom-memori-chache.html
No comments:
Post a Comment