KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat
tuhan yang maha esa, kami telah dapat
menyelesaikan buku ini, buku ini berisi ringkasan materi dan uraian materi yang
diberikan mengacu pada tujuan pembelajaran yang berlaku saat ini. materi disajikan
dalam bahasa yang tepat, lugas, dan
jelas sehingga mudah di pahami mahasiswa.
Perlu juga disadari, tujuan kuliah
tidak hanya menciptakan mahasiswa yang
cerdas tetapa juga mahasiswa yang jujur, bertanggung jawab, dan peduli terhadap sesama.
Demikian dari kami, semoga buku ini
dapat diterima dan bermanfaat serta dapat menjadi sarana besar utama, hasilnya pun semoga dapat di terapkan dalam
kehidupan sehari-hari. keberhasilan anda ada di tangan anda, belajar terus dan
jangan lupa berdo’a, sukses selalu untuk semua. kritik dan saran dari pembaca,
kami harapkan demi kesempurnaan buku
ini.
i.
DAFTAR ISI
Kata
Pengantar…………………………………………………………….....…….i
Daftar Isi…………………………………………………………………………….ii
BAB I Pendahuluan
A. Latar Belakang
Masalah………………………………….................1
B. Rumusan
Masalah…………………………………………...............1
BAB II Perencanaan dan Penetapan
Tujuan
1.Proses
Perencanaan
A. Pengertian
Perencanaan…………………………………..................2
B. Empat tahap dasar perencanaan………………….….........................2
C. Rencana
operasional………………………………………................3
D. Rencana
strategic………………………………………….................4
E. Faktor waktu dan
perencanaan………………………........................4
2.Penetapan
Tujuan
A. Misi dan tujuan
organisasi………………………………...................5
B. Fungsi tujuan
…………………………………………………...........5
C. MBO(Managemen By Objective)………………………....................6
BAB III Penutup
A. Kesimpulan………………………………………………………......8
B. Pesan dan
Kesan………………………………………………...........8
ii
BAB
I
Pendahuluan
A.
Latar Belakang Masalah
Perencanaan sangat penting sekali di
dalam suatu organisasi, sebab dengan tanpa adanya perencanaan organisasi
tersebut tidak akan berjalan dengan lancar. Dan perencanaan ini juga penting di
dalam perusahaan karena jika tidak ada perencanaan di dalam perusahaan maka perusahaan
tersebut tidak akan maju dan tidak akan di kenali oleh banyak orang. Jadi,
perusahaan tersebut harus mempunyai suatu perencanaan contohnya saja,
perusahaan harus mempunyai rencana untuk memperkenalkan perusahaannya kepada
banyak orang / publik entah itu lewat internet, televisi, radio dan sebagainya.
B.
Rumusan Masalah
Hal yang di bahas dalam buku ini
meliputi :
a) Pengertian perencanaan dan
tahapannya.
b) Macam-macam perencanaan.
c) Misi dan tujuan organisasi
beserta fungsinya.
1.
BAB II
1. PROSES PERENCANAAN
A. PENGERTIAN PERENCANAAN
Perencanaan adalah
proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai
tujuan, dan mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi. Menurut [1]Erly
Suandy perencanaan merupakan proses penentuan tujuan organisasi (perusahaan)
dan kemudian menyajikan
(mengartikulasikan) dengan jelas
strategi-strategi (program), taktik-taktik (tata cara pelaksanaan program) dan
operasi (tindakan) yang diperlukan untuk mencapai tujuan perusahaan secara menyeluruh.
Rencana informal adalah rencana yang
tidak tertulis dan bukan merupakan
tujuan bersama anggota suatu organisasi.
Perencanaan
merupakan salah satu fungsi pokok manajemen yang pertama harus dijalankan.
Sebab tahap awal dalam melakukan aktivitas perusahaan sehubungan dengan
pencapaian tujuan organisasi perusahaan adalah dengan membuat perencanaan.
Proses perencanaan dimulai dengan misi formal yang
menentukan dasar perusahaan, yang ditujukan terutama
untuk kalangan luar. Kedua,
manajemen puncak bertanggung
jawab untuk menentukan tujuan dan rencana strategi yang mencerminkan
komitmen terhadap efisiensi dan efektivitas perusahaan. Ketiga, Manajer harus menyusun rencana
taktis yang berfokus kepada langkah- langkah utama yang harus dikerjakan oleh visinya sebagai bagian
dari rencana strategik yang ditetapkan
oleh manajemen puncak.
B. 4 TAHAP DASAR PERENCANAAN
Semua kegiatan
perencanaan pada dasarnya melalui 4 tahapan berikut ini.
Tahap 1 : Menetapkan tujuan atau serangkaian tujuan
Perencanaan dimulai dengan keputusan-keputusan tentang
keinginan atau kebutuhan organisasi atau kelompok kerja. Tanpa rumusan tujuan
yang jelas, organisasi akan menggunakan sumber daya secara tidak efektif.
Tahap 2 : merumuskan keadaan saat ini
Pemahaman akan posisi perusahaan sekarang dari tujuan yang
hendak di capai atau sumber daya-sumber daya yang tersedia untuk pencapaian
tujuan adalah sangat penting, karena tujuan dan rencana menyangkut waktu yang
akan datang. Hanya setelah keadaan perusahaan saat ini dianalisa, rencana dapat
dirumuskan untuk menggambarkan rencana
kegiatan lebih lanjut. Tahap kedua ini memerlukan informasi,
terutama keuangan dan data statistik yang didapat melalui komunikasi dalam
organisasi.
Tahap 3 : mengidentifikasi segala kemudahan dan hambatan
Segala kekuatan dan kelemahan serta kemudahan dan hambatan
perlu di identifikasikan untuk mengukur kemampuan organisasi dalam mencapai
tujuan. Oleh karena itu perlu diketahui faktor-faktor lingkungan intern dan
ekstern yang dapat membantu organisasi mencapai tujuannya, atau yang mungkin menimbulkan masalah walaupun sulit dilakukan, antisipasi keadaan, masalah dan kesempatan
serta ancaman yang mungkin terjadi di
waktu mendatang adalah bagian esensi dari proses perencanaan.
Tahap 4 : mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan
untuk pencapaian tujuan
Tahap terakhir dalam proses perencanaan meliputi
pengembangaan berbagai alternatif kegiatan untuk pencapaian tujuan, penilaian
alternatif-alternatif tersebut dan pemilihan alternatif terbaik (paling memuaskan)
diantara berbagai alternatif yang ada.
C. RENCANA OPERASIONAL
Perencanaan
operasional :
kebutuhan apa saja yang harus dilakukan untuk mengimplementasikan perencanaan
strategi untuk mencapai tujuan strategi tersebut. Lingkup perencanaan ini lebih
sempit dibandingkan dengan perencanaan strategi.
Perencanaan operasional yang khas :
- Perencanaan
produksi (Production Plans) : Perencanaan yang berhubungan dengan metode
dan teknologi yang dibutuhkan dalam
pekerjaan.
- Perencanaan
keuangan (Financial Plans) : Perencanaan
yang berhubungan dengan dana yang dibutuhkan untuk aktivitas
operasional.
- Perencanaan
Fasilitas ( Facilites Plans) : Perencanaan yang berhubungan dengan
fasilitas & layout pekerjaan yang dibutuhkan untuk mendukung tugas.
- Perencanaan
pemasaran (Marketing Plans) : Berhubungan dengan keperluan penjualan dan
distribusi barang / jasa.
perencanaan sumber daya manusia (Human Resource Plans): berhubungan dengan
rekruitmen, penyeleksian dan penempatan orang-orang dalam berbagai
pekerjaan.
D. PERENCANAAN STRATEGIK
Perencanaan
strategik ( strategic planning)
adalah suatu perencanaan ke depan yang ditetapkan untuk dijadikan pegangan,
mulai dari tingkat korporet sampai pada tingkat unit bisnis, produk dan situasi
pasar. Perencanaan strategi merupakan strategik induk dari manajemen strategi
yaitu visi , misi, tujuan strategi dan kebijakan.
Manajemen strategik adalah seni dan ilmu penyusunan, penerapan, dan
keputusan-keputusan lintas, manajemen strategik berfokus pada proses penetapan
tujuan organisasi, pengembangan kebijakan dan perencanaan untuk
mencapai sasaran, serta mengalokasikan sumber
daya untuk menerapkan kebijakan dan merencanakan pencapaian tujuan
organisasi. Manajemen strategik mengkombinasikan aktivitas-aktivitas dari
berbagai bagian fungsional suatu bisnis untuk mencapai tujuan organisasi. Ada
tiga tahapan dalam manajemen strategik, yaitu perumusan strategi, pelaksanaan
strategi, dan evaluasi strategi.[1]
Beberapa pakar dalam ilmu manajemen mendefinisikan manajemen strategik
dengan cara yang berbeda-beda. Ketchen (2009) mendefinisikan manajemen
strategik sebagai analisis, keputusan, dan aksi yang dilakukan
perusahaan untuk menciptakan dan mempertahankan keunggulan
kompetitif.[2]
E. FAKTOR WAKTU DAN PERENCANAAN
Faktor waktu mempunyai pengaruh sangat besar terhadap
perencanaan dalam tiga hal, yaitu:
1. waktu sangat diperlukan untuk melaksanakan perencanaan
efektif
2. waktu sering diperlukan untuk melanjutkan setiap langkah
perencanaan
tanpa
informasi lengkap tentang
variable-variabel dan alternatif- alternatif, karena waktu diperlukan untuk mendapatkan
data dan memperhitungkan semua kemungkinan.
3. jumlah waktu yang akan dicakup dalam rencana harus
dipertimbangkan.
Faktor
waktu lainnya yang mempengaruhi perecanaan adalah seberapa sering rencana- rencana harus ditinjau kembali dan
diperbaiki. Ini tergantung pada sumber daya yang tersedia dan derajat ketetapan
perencanaan manajemen.[4]
Rencana jangka pendek, menengah dan
panjang
Rencana – rencana jangka pendek mencakup berbagai rencana
dari satu hari sampai satu tahun, rencana-rencana jangka menengah mempunyai
rentangan waktu antara beberapa bulan sampai tiga tahun, dan rencana- rencana
jangka panjang mengikuti kegiatan selama dua sampai lima tahun, dengan beberapa rencana yang diproyeksikan dua puluh lima
tahun atau lebih dimasa yang akan datang. Perencanaan jangka panjang berkenaan
dengan perencanaan strategik.
2. PENETAPAN TUJUAN
A. MISI dan TUJUAN ORGANISASI
Tujuan adalah suatu hasil akhir, titik akhir atau segala
sesuatu yang akan dicapai Misi dan Tujuan
Organisasi Sebelum organisasi
menentukan tujuannya, terlebih dulu menetapkan misi / maksud organisasi.
Misi adalah suatu pernyataan umum dan abadi tentang maksud
organisasi. Sedangkan Misi organisasi adalah maksud khas (unik) dan mendasar
yang membedakan organisasi dari organisasi-organisasi lainnya dan
mengidentifikasikan ruang lingkup operasi dalam hal produk dan pasar. [1] Sasaran sering pula
disebut tujuan, Sasaran memandu manajemen membuat keputusan dan membuat
kriteria untuk mengukur suatu pekerjaan.
Etzioni mendefinisikan tujuan organisasi sebagai berikut :
1. Suatu pernyataan tentang keadaan yang diinginkan dimana
organisasi bermaksud untuk merealisasikan.
2. Pernyataan tentang keadaan di waktu yang akan datang di
mana organisasi sebagai kolektifitas mencoba untuk menimbulkannya.
B. FUNGSI TUJUAN
- Pedoman
Bagi Kegiatan, melalui penggambaran hasil-hasil di waktu yang akan datang.
Fungsi tujuan memberikan arah dan pemusatan kegiatan organisasi mengenai
apa yang harus dan tidak harus
dilakukan
- Sumber
Legitimasi, akan meningkatkan kemampuan organisasi untuk mendapatkan
sumber daya dan dukungan dari lingkungan di sekitarnya
- Standar
Pelaksanaan, bila tujuan dilaksanakan secara jelas dan dipahami, akan memberikan
standar langsung bagi penilaian pelaksanaan kegiatan (prestasi)
organisasi.
- Standar
Motivasi, berfungsi sebagai motivasi dan identifikasi karyawan yang
penting.[5]
C. MANAGEMEN BY OBJECTIVE ( MBO )
Pertama kali diperkenalkan oleh [6]Peter
Drucker dalam bukunya The Practice of Management pada tahun 1954. Management by
objective dapat juga disebut sebagai manajemen berdasarkan sasaran, manajemen
berdasarkan hasil (Management by Result), Goals management, Work planning and review dan lain sebagainya
yang pada intinya sama. Management by
objective menekankan pada pentingnya peranan tujuan dalam perencanaan yang
efektif, dengan menetapkan prosedur pencapaian baik yang formal maupun
informal, pertama dengan menetapkan tujuan yang akan dicapai dilanjutkan dengan
kegiatan yang akan dilaksanakan sampai selesai baru diadakan peninjauan kembali
atas pekerjaan yang telah dilakukan. Kegiatan MBO singkatan dari management by
objective yaitu proses partisipasi yang melibatkan bawahan dan para manajer
dalam setiap tingkatan organisasi yang dirumuskan dengan bentuk misi atau
sasaran, yang dapat diukur dimana penggunaan ukuran ini sebagai pedoman bagi
pengoperasian satuan kerja.
1. Adanya
komitmen para manajer tujuan pribadi dan organisasi, sehingga dia harus berjumpa
dengan bawahannya untuk memberikan penetapan tujuan dan menilainya.
- Penetapan tujuan
manajemen puncak yang dinyatakan dalam nilai tertentu yang dapat diukur,
sehingga antara manajer dan bawahan mempunyai gagasan yang jelas tentang apa yang
diharapkan oleh manajemen puncak,
sehingga dapat diketahui antara individu dengan tujuan organisasi secara
keseluruhan.
- Tujuan
perseorangan, dimana antara manajer dan bawahan harus merumuskan tujuan
bersama dan tanggung jawab terhadap
bagiannya secara jelas guna memahami tentang apa yang akan dicapai.
- Perlunya
partisipasi semua pihak, dimana semakin besar partisipasi dari semua
anggota, maka semakin besar tujuan yang akan tercapai.
- Otonomi dan
implementasi rencana, disini bawahan dan manajer bebas untuk mengembangkan
dan mengimplementasikan program-program pencapaian tujuannya.
- Peninjauan
kembali prestasi yang dilakukan secara periodik terhadap kemajuan tujuan.
Kebaikan dan Kelemahan MBO
Kebaikan :
- Mengetahui
apa yang diharap-harapkan dari organisasi.
- Membantu
manajer membuat tujuan dan sasaran.
- Memperbaiki komunikasi vertikal antara manajer
dengan bawahan.
- Membuat
proses evaluasi.
Kelemahan :
- Kelemahan
yang melekat pada proses MBO, dalam
konsumsi waktu dan biaya yang besar.
- Dalam
hal pengembangan dan implementasi program-program MBO.
Unsur-unsur Efektivitas MBO
- Agar
MBO sukses maka manajer harus memahami dan mempunyai keterampilan.
- Tujuan
merupakan hal yang realistis dan mudah dipahami oleh siapa pun juga, sehingga tujuan ini sering
digunakan untuk mengevaluasi prestasi
kerja dari manajer, apakah dia berhasil dalam tugasnya atau gagal.
- Top
manajer harus menjaga sistem MBO ini tetap hidup dan berfungsi sebagaimana
mestinya.
- Tanpa
partisipasi semua pihak tidaklah mungkin program MBO ini berjalan, maka
semua pihak harus mengetahui posisinya dalam hubungannya dengan tujuan
yang akan dicapai, umpan balik terhadapnya sangat berguna.[7]
BAB III
A. KESIMPULAN
Meskipun ada perbedaan pendapat
tentang pengertian perencanaan, tetapi intinya sama yaitu untuk mencapai tujuan, dan
perlu di ingat bahwa perencanaan strategik
merupakan perencanaan ke depan yang di tetapkan untuk di jadikan
pegangan. perencanaan strategik ini merupakan induk dari manajemen strategi yaitu visi,misi,tujuan strategi dan kebijakan.
MBO atau yang di sebut dengan
Managemen By Objective memiliki kebaikan dan kelemahan. Kebaikan MBO
diantaranya mengetahui apa yang di harap-harapkan dari organisasi, dan
kelemahannya yaitu Dalam hal pengembangan dan implementasi program-program MBO.
B. PESAN DAN KESAN
Bagus
sekali buku ini karena menjelaskan secara lengkap dan semoga buku ini banyak
diminati oleh banyak orang.
8.
[1] Erly Suandy, Perencanaan
pajak, (2003)
1. ^ David
Fred R,
Manajemen strategi konsep konsep
edisi Sembilan , ( PT Indeks Kelompok Gramedia ,2004), ISBN 979-683-700-5.
4.
6.
7,
contoh kumpulan kkp makalah pendahuluan penelitian mahasiswa tentang teknik informatika komputer doc
contoh kumpulan kkp makalah pendahuluan penelitian mahasiswa tentang teknik informatika komputer doc
No comments:
Post a Comment