KATA PENGANTAR
Dengan
mengucapkan puji syukur
kehadirat tuhan yang maha esa, kami telah dapat menyelesaikan buku ini, buku
ini berisi ringkasan materi, dan uraian
materi yang diberikan mengacu pada tujuan pembelajaran yang berlaku pada
saat ini. materi disajikan dalam bahasa yang tepat, lugas, dan jelas sehingga
mudah di pahami mahasiswa.
Perlu juga disadari, tujuan kuliah tidak hanya
menciptakan mahasiswa yang cerdas tetapa juga mahasiswa yang jujur, bertanggung
jawab dan peduli terhadap sesama.
Demikian dari
kami, semoga buku ini dapat diterima dan bermanfaat serta dapat menjadi
sarana besar utama, hasilnya pun semoga
dapat di terapkan dalam kehidupan sehari-hari.keberhasilan anda ada di tangan
anda,belajar terus dan jangan lupa berdo’a,sukses selalu untuk semua.
i
Daftar Isi
Cover
………………………………………………………………………
|
|
Kata
Pengantar
.............................................................................................
|
i
|
Daftar Isi
…………………………………………………………………..
|
ii
|
BAB I
PENDAHULUAN ….......................................................................
|
1
|
a. Latar Belakang
……............................................................................
|
1
|
b. Maksud dan Tujuan ……………........................................................
|
1
|
BAB II
POKOK PERMASALAHAN ………………………...…………..
|
3
|
BAB III
PENUTUP ……………………………………………………….
|
12
|
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................
|
13
|
ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Dalam dunia komunikasi
data global dan perkembangan teknologi informasi yang senantiasa berubah serta
cepatnya perkembangan software, keamanan merupakan suatu isu yang sangat
penting, baik itu keamanan fisik, keamanan data maupun keamanan aplikasi.
Perlu kita sadari
bahwa untuk mencapai suatu keamanan itu adalah suatu hal yang sangat mustahil,
seperti yang ada dalam dunia nyata sekarang ini. Tidak ada satu daerah pun yang
betul-betul aman kondisinya, walau penjaga keamanan telah ditempatkan di daerah
tersebut, begitu juga dengan keamanan sistem komputer. Namun yang bisa kita
lakukan adalah untuk mengurangi gangguan keamanan tersebut.
Salah satu
metode pengamanan sistem informasi yang umum diketahui oleh banyak orang adalah
password. Tanpa disadari password mempunyai peranan penting dalam
mengamankan informasi-informasi yang sifatnya pribadi (confidential).
Pada beberapa aplikasi yang berhubungan dengan piranti lunak, seperti HP, kartu
ATM, dll., ada juga sistem pengamanannya yang fungsinya mirip dengan password;
biasa dikenal sebagai Kode PIN. Walaupun hanya terdiri dari angka, namun
kegunaannya sama seperti password, yaitu untuk mengamankan informasi.
Informasi yang disimpan tersebut biasanya sudah berbentuk digital.
Tetapi
banyak dari para pengguna password yang membuat password secara
sembarangan tanpa mengetahui kebijakan pengamanan (password policy) dan
bagaimana membuat password yang kuat (strong password). Mereka
tidak sadar dengan bahayanya para ‘penyerang’ (attacker) yang dapat
mencuri atau mengacak-acak informasi tersebut. contoh kumpulan kkp makalah pendahuluan penelitian mahasiswa tentang teknik informatika komputer doc
B. Rumusan Masalah
Uraian rumusan masalahnya meliputi :
1. Apa
pengertian keamanan komputer ?
2. Apa
saja aspek-aspek keamanan komputer ?
3. Apa
saja langkah-langkah keamanan komputer ?
4. Apa
saja faktor-faktor untuk mencegah
terjadinya serangan pada komputer ?
5. Apa
yang dimaksud dengan password ?
C. Tujuan
Tujuan dalam
penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah keamanan komputer
serta dapat menambah pengetahuan dan diharapkan bermanfaat bagi kita semua.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Keamanan Komputer
Pengertian tentang
keamanan komputer ini beragam-ragam, sebagai contoh dapat kita lihat beberapa
defenisi keamanan komputer menurut para ahlinya, antara lain :
Menurut John D.
Howard dalam bukunya “An Analysis of security incidents on the internet”
menyatakan bahwa :
“Keamanan komputer adalah tindakan pencegahan
dari serangan pengguna komputer atau pengakses jaringan yang tidak bertanggung
jawab”.
Menurut Gollmann pada
tahun 1999 dalam bukunya “Computer Security” menyatakan bahwa :
“Keamanan
komputer adalah berhubungan dengan pencegahan diri dan deteksi terhadap
tindakan pengganggu yang tidak dikenali dalam system komputer”.
B. Aspek-aspek Keamanan Komputer
Inti
dari keamanan komputer adalah melindungi komputer dan jaringannya dengan tujuan
mengamankan informasi yang berada di dalamnya. Keamanan komputer sendiri meliputi beberapa
aspek , antara lain :
- Privacy, adalah sesuatu yang bersifat
rahasia(provate). Intinya adalah pencegahan agar informasi tersebut tidak
diakses oleh orang yang tidak berhak. Contohnya adalah email atau
file-file lain yang tidak boleh dibaca orang lain meskipun oleh
administrator. Pencegahan yang mungkin dilakukan adalah dengan menggunakan
teknologi enksripsi, jadi hanya pemilik informasi yang dapat mengetahui
informasi yang sesungguhnya.
- Confidentiality,
merupakan data yang diberikan ke pihak lain untuk tujuan khusus
tetapi tetap dijaga penyebarannya. Contohnya data yang bersifat pribadi
seperti : nama, alamat, no ktp, telpon dan sebagainya. Confidentiality
akan terlihat apabila diminta untuk membuktikan kejahatan seseorang,
apakah pemegang informasi akan memberikan infomasinya kepada orang yang
memintanya atau menjaga klientnya.
- Integrity, penekanannya adalah sebuah informasi
tidak boleh diubah kecuali oleh pemilik informasi. Terkadang data yang
telah terenskripsipun tidak terjaga integritasnya karena ada kemungkinan
chpertext dari enkripsi tersebut berubah. Contoh : Penyerangan Integritas
ketika sebuah email dikirimkan ditengah jalan disadap dan diganti isinya,
sehingga email yang sampai ketujuan sudah berubah.
- Autentication, ini akan dilakukan sewaktu user
login dengan menggunakan nama user dan passwordnya, apakah cocok atau
tidak, jika cocok diterima dan tidak akan ditolak. Ini biasanya
berhubungan dengan hak akses seseorang, apakah dia pengakses yang sah atau
tidak.
- Availability, aspek ini berkaitan dengan apakah
sebuah data tersedia saat dibutuhkan/diperlukan. Apabila sebuah data atau
informasi terlalu ketat pengamanannya akan menyulitkan dalam akses data
tersebut. Disamping itu akses yang lambat juga menghambat terpenuhnya aspe
availability. Serangan yang sering dilakukan pada aspek ini adalah denial
of service (DoS), yaitu penggagalan service sewaktu adanya permintaan data
sehingga komputer tidak bisa melayaninya. Contoh lain dari denial of
service ini adalah mengirimkan request yang berlebihan sehingga
menyebabkan komputer tidak bisa lagi menampung beban tersebut dan akhirnya
komputer down.
C. Langkah-langkah Keamanan Komputer
1. Aset : “Perlindungan aset merupakan hal yg
penting dan merupakan langkah awal dari berbagai implementasi keamanan
komputer.”
2. Analisa Resiko : “Identifikasi akan resiko yg mungkin
terjadi, sebuah even yg potensial yg bisa mengakibatkan suatu sistem
dirugikan.”
3. Perlindungan : “Pada era jaringan, perlu
dikwatirkan tentang keamanan dari sistem komp, baik PC atau yg terkoneksi dgn
jaringan.
4. Alat : “Tool yg
digunakan pd PC memiliki peran penting dlm hal keamanan krn tool yg digunakan
harus benar2 aman.”
5. Prioritas : “perlindungan PC secara menyeluruh.”
D. Ancaman atau Serangan yang Sering Terjadi
Pada Komputer
Memang salah
satu serangan yang mungkin anda paling takuti adalah virus, namun perlu anda
ketahui selain virus ada beberapa serangan/ancaman yang juga perlu anda
waspadai terutama dari internet. Ancaman/serangan yang bisa terjadi terhadap
komputer adalah sebagai berikut :
1. Sniffing
Pembacaan
data yang bukan tujuannya ini dikenal sebagai sniff. Program Sniffer yang
digunakan adalah Network Monitor dari Distinct Corporation. Program ini
merupakan versi trial yang berumur 10 hari. Di dalam komunikasi TCP/IP atau yang
menggunakan model komunikasi 7 layer OSI, sebuah komputer akan mengirim data
dengan alamat komputer tujuan. Pada sebuah LAN dengan topologi bus atau star
dengan menggunakan hub yang tidak dapat melakukan switch (hub tersebut
melakukan broadcast), setiap komputer dalam jaringan tersebut menerima data
tersebut. Standarnya hanya komputer dengan alamat yang bersesuaian dengan
alamat tujuanlah yang akan mengambil data tersebut. Tetapi pada saat snif,
komputer dengan alamat bukan alamat tujuan tetap mengambil data tersebut.
Dengan adanya sniffer ini, maka usaha untuk melakukan kriptografi dalam
database (dalam hal ini login user dan password) akan sia-sia saja.
2. Spoofing
Teknik
Spoofing adalah pemalsuan alamat IP attacker sehingga sasaran menganggap alamat
IP attacker adalah alamat IP dari host di dalam network bukan dari luar
network. Misalkan attacker mempunyai IP address 66.25.xx.xx ketika attacker
melakukan serangan jenis ini maka network yang diserang akan menganggap IP
attacker adalah bagian dari network-nya misal 192.xx.xx.x.
3. Finger Exploit
Awal
penggunaan finger exploit adalah untuk sharing informasi di antara pengguna
dalam sebuah jaringan. Namun seiring berkembangnya tingkat kejahatan dalam
dunia komputer, banyak terjadi salah penggunaan dari tools ini, karena melalui
tools ini sistem keamanan sangat minim bahkan tidak ada sama sekali.
4. Brute Force
Brute force
adalah salah satu metode dalam penjebolan keamanan yang menggunakan password.
Brute force adalah salah satu bagian dari password guessing, hanya saja bedanya
adalah waktu yang dipakai dalam brute force lebih singkat dari password
guessing karena metode brute force menggunakan beberapa tools cracking untuk
mendapatkan password yang dicari.
5. Password Cracking
Password
cracking adalah metoda untuk melawan perlindungan password yang dienkripsi yang
berada di dalam system. Dengan anggapan bahwa atacker telah masuk kedalam
system, ia bisa saja mengubah kekuasaannya didalam system dengan cara meng
crack password file menggunakan metode brute-force dictionary attack
(mencocokan kata-kata yang berada dalam kamus dengan kata-kata yang dienkripsi
dalam file password). Keberhasilan menggunakan cara ini bergantung pada
kecepatan prosesor dan program yang dimiliki oleh attacker. Cara yang terbaik
untuk menghindari serangan jenis ini adalah dengan memonitor kewenangan akses
pada file.
6. VIRUS
Virus
komputer bisa diartikan sebagai suatu program komputer biasa. Tetapi memiliki
perbedaan yang mendasar dengan program-program lainnya,yaitu virus dibuat untuk
menulari program-program lainnya, mengubah, memanipulasinya bahkan sampai
merusaknya.
Suatu program dapat disebut sebagai suatu virus apabila memenuhi minimal 5 kriteria berikut :
Suatu program dapat disebut sebagai suatu virus apabila memenuhi minimal 5 kriteria berikut :
1.
Kemampuan untuk mendapatkan informasi
2.
Kemampuan untuk memeriksa suatu file
3.
Kemampuan untuk menggandakan diri dan menularkan diri
4.
Kemampuan melakukan manipulasi
5.
Kemampuan untuk menyembunyikan diri.
E. Mencegah Terjadinya Serangan pada Komputer
Terdiri dari
4 faktor yang merupakan cara untuk mencegah terjadinya serangan atau kebocoran
sistem :
1.
Desain sistem : desain sistem yang baik tidak meninggalkan celah-celah
yang memungkinkan terjadinya penyusupan setelah sistem tersebut siap
dijalankan.
2.
Aplikasi yang Dipakai : aplikasi yang dipakai sudah diperiksa dengan
seksama untuk mengetahui apakah program yang akan dipakai dalam sistem tersebut
dapat diakses tanpa harus melalui prosedur yang seharusnya dan apakah aplikasi
sudah mendapatkan kepercayaan dari banyak orang.
3.
Manajemen : pada dasarnya untuk membuat suatu sistem yang secure tidak
lepas dari bagaimana mengelola suatu sistem dengan baik. Dengan demikian
persyaratan good practice standard seperti Standard Operating Procedure (SOP)
dan Security Policy haruslah diterapkan di samping memikirkan hal teknologinya.
4.
Manusia (Administrator) : manusia adalah salah satu fakor yang sangat
penting, tetapi sering kali dilupakan dalam pengembangan teknologi
informasi dan dan sistem keamanan. Sebagai contoh, penggunaan password yang
sulit menyebabkan pengguna malah menuliskannya pada kertas yang
ditempelkan di dekat komputer. Oleh karena itu, penyusunan kebijakan
keamanan faktor manusia dan budaya setempat haruslah sangat dipertimbangkan.
F. Password
1. Pengertian Password
Password
adalah suatu bentuk dari data otentikasi rahasia yang digunakan untuk
mengontrol akses ke dalam suatu sumber informasi. Password akan dirahasiakan
dari mereka yang tidak diijinkan untuk mengakses, dan mereka yang ingin
mengetahui akses tersebut akan diuji apakah layak atau tidak untuk
memperolehnya.
Walaupun
demikian, password bukan berarti suatu bentuk kata-kata; tentu saja password
yang bukan suatu kata yang mempunyai arti akan lebih sulit untuk ditebak.
Sebagai tambahan, password sering digunakan untuk menggambarkan sesuatu
yang lebih tepat disebut pass phrase. Password kadang-kadang
digunakan juga dalam suatu bentuk yang hanya berisi angka (numeric);
salah satu contohnya adalah Personal Identification Number (PIN). Password
umumnya cukup pendek sehingga mudah untuk diingat.
2. Perkembangan Password
Perkembangan otentikasi password ini
dapat dilihat dengan contoh-contoh dari kelemahan, sistem yang mudah
dibahayakan, yang kebanyakan masih digunakan sampai saat ini. Dibawah ini akan
diperlihatkan beberapa kategori utama dari sistem otentikasi password, bersamaan
dengan beberapa contoh implementasi yang mengilustrasikan kekurangan masing
masing :
1) Otentikasi Lemah (Weak
Authentication)
Secara umum, sistem dengan
otentikasi yang lemah dicirikan dengan protokol yang memiliki kebocoran password
langsung diatas jaringan atau membocorkan informasi yang cukup untuk
diketahui ‘penyerang’ sehingga password dapat dianalisis dan ditebak.
• Cleartext
Passwords
Metode otentikasi yang paling tidak aman adalah menyimpan password
pada database di suatu tempat di server. Selama otentikasi, user mengirim
password langsung ke server dan server akan membandingkan dengan password
yang ada di server. Masalah keamanan disini sangat jelas terlihat.
• Hashed Passwords
Password pengguna dapat dijalankan melalui
suatu fungsi one-way hash, dimana dapat mengubahnya ke
dalam urutan byte secara acak. Sebagai fungsi ini akan lebih susah
dikembalikkan: lebih mudah mengubah password menjadi hash daripada
hash menjadi password. Otentikasi terdiri dari menjalankan
fungsi hash ketika password diketik dan membandingkannya
dengan password yang telah disimpan. Sistem seperti ini masih
digunakan sampai sekarang pada sistem utama UNIX.
• Challange-Response
Untuk menghindari kemunculan password secara langsung pada jaringan
yang tidak terpercaya, dibuatlah sistem challangeresponse. Server
akan mengirim beberapa challange, yang mencirikan beberapa string
pendek secara acak. Sayangnya, sistem challange-response sudah
tidak mampu lagi mengimbangi aplikasi jaringan modern.
2)
Otentikasi Kuat (Strong Authentication)
Walaupun enkripsi yang baik sudah ada sejak beberapa dekade yang lalu,
pengembangan dari otentikasi protokol langsung yang kuat baru dimulai
tahun 1990 dengan publikasi dari “EKE family of algorithms”.
• EKE
Merupakan keluarga protokol yang terdiri dari simetrik dan publickey
cryptosystems untuk melakukan otentikasi password. Untuk pertama
kalinya, protokol dapat menghindari dictionary attacks dan memung-kinkan
pemberitahuan secara rahasia tanpa melibatkan pihak ketiga atau key-management.
• DH-EKE,
SPEKE
EKE yang paling terkenal dan aman, sama dengan protokol pengganti
kunci Diffie-Hellman. Sebagai contoh: DH-EKE, adalah EKE yang
di-implementasikan menggunakan Diffie-Hellman. Perbedaan yang
paling signifikan yaitu pada pertukaran pesan pada DH yang sekarang
dienkripsi dengan shared password. Demikian juga dengan SPEKE,
yang juga berbasis Diffie-Hellman. Tetapi password sekarang
digunakan untuk mempengaruhi pemilihan dari parameter generator di dalam
fungsi session-key generation.
• A-EKE
Merupakan modifikasi dari EKE, biasa disebut Augmented-EKE; di-mana
server dapat menyimpan beberapa yang tidak plaintextequivalent ke
password pengguna. Protokol ini adalah satu-satunya protokol yang
sampai saat ini tahan terhadap dictionary attacks dan tidak
mempunyai database password yang plaintext-equivalent. Sayangnya,
A-EKE mengorbankan kerahasiaan dalam usahanya untuk menghindari plaintext-equivalence.
3) Gangguan
Otentikasi (Inconvenient Authentication)
Ketidakhadiran otentikasi yang kuat, teknologi otentikasi password
yang mudah, membuat para pendesain sistem tahun 1980an mencoba teknik
lain untuk menjamin keamanan password. Kebanyakan dari sistem
yang ada, tidak sepenuhnya password-based dan sering membutuhkan
sesuatu yang lebih pada bagian pengguna, administrator, atau keduanya
untuk meng-operasikan secara halus. Ada tiga metode yang dapat dilakukan, yaitu
one-time passwords, Kerberos, dan SSH.
3.
Proteksi Password
Upaya untuk mengamankan proteksi password tersebut
antara lain:
a)
Salting
String password yang
diberikan pemakai ditambah suatu string pendek sehingga mencapai panjang
password tertentu.
b)
One-time Passwords
Password yang
dimiliki oleh pemakai diganti secara teratur, dimana seorang pemakai memiliki
daftar password sendiri sehingga untuk login ia selalu menggunakan password
berikutnya. Dengan cara ini pemakai akan menjadi lebih direpotkan karena harus
menjaga daftar password tersebut tidak sampai tercuri atau hilang.
c)
Satu pertanyaan dan jawaban yang panjang
Yang mengharuskan pemakai memberikan
satu pertanyaan yang panjang beserta jawabannya, yang mana pertanyaan dan
jawabannya dapat dipilih oleh pemakai, yang mudah untuk diingat sehingga ia
tidak perlu menuliskannya pada kertas.
d)
Tanggapan-tanggapan
Pemakai diberikan kebebasan untuk
menggunakan satu atau beberapa algoritma sekaligus.
4. Password Policy / Kebijakan Pengamanan
Kebijakan pengamanan atau yang biasa
dikenal dengan password policy adalah sekelompok peraturan yang dibuat
untuk meningkatkan keamanan informasi dengan mendorong pengguna untuk memakai password
yang kuat dan menggunakannya dengan tepat. Kebijakan pengamanan sering
menjadi bagian dari regulasi resmi suatu organisasi. Kebijakan pengamanan dapat
dilaporkan atau ditugaskan dengan melakukan berbagai jenis pengujian ke dalam operating
system.
Kebijaksanaan pengamanan biasanya
sederhana dan umum digunakan, dimana setiap pengguna dalam sistem dapat
mengerti dan mengikutinya. Isinya berupa tingkatan keamanan yang dapat
melindungi data-data penting yang disimpan oleh setiap user.
Beberapa hal yang dipertimbangkan
dalam kebijaksanaan pengamanan adalah siapa sajakah yang memiliki akses ke
sistem, siapa sajakah yang diizinkan untuk menginstall program ke dalam sistem,
siapa memiliki data apa, perbaikan terhadap kerusakan yang mungkin terjadi, dan
penggunaan yang wajar dari sistem.
5.
Kesalahan Utama Para Pengguna Password
Ada lima kesalahan yang biasanya
dilakukan orang sehingga mengakibatkan data mereka dapat dicuri orang lain, login
dapat di-hack, dan sebagainya. Umumya orang mengunci pintu rumahnya
terlebih dahulu sebelum pergi meninggalkan rumah. Namun dalam penggunaan
komputer, orang cenderung bertindak ceroboh. Tidak hanya pengguna saja, tetapi
termasuk juga administratornya.
Dari kelima kesalahan tersebut,
hanya empat yang berkaitan erat dengan penggunaan password. Berikut ini
adalah empat kesalahan utama yang berhubungan dengan pengamanan password:
1)
Menuliskan password di kertas. Pengguna biasanya menuliskan password di secarik
kertas dan kemudian menempelkannya di PC atau di samping monitor. Mereka
terlalu malas mengingat password itu sehingga mencatatnya di kertas dan
meletakkannya begitu saja sehingga semua orang dapat membacanya. Hal ini
didasarkan atas penelitian yang dilakukan oleh lembaga security di US yang
menyatakan sekitar 15-20% penggunan disuatu perusahaan melakukan hal ini.
2)
Pemilihan password yang buruk. Di dalam memilih password, orang cenderung
menggunakan nama orang dekat, seperti nama suami atau istri, nama pacar, nama
orang-tua, nama binatang kesayangan, atau tulisan disekitar mereka yang gampang
ditebak oleh orang lain. Atau bahkan menggunakan tanggal lahir mereka sendiri.
Password yang buruk akan dengan gampang dicrack, apalagi kalau password
itu sama dengan username. Jika anda menggunakan password dengan
kombinasi abjad, nomor, dan huruf besarkecil (case sensitive), maka akan
dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk meng-crack. Hal itu juga
tergantung seberapa panjang password yang digunakan. Saat ini beberapa situs
tertentu menggunakan kalimat sebagai password, misalnya situs “hushmail”.
3)
Meninggalkan komputer yang masih hidup begitu saja. Banyak orang meninggalkan
komputer mereka tanpa proteksi apa-apa. Dengan demikian orang lain tinggal
datang dan duduk untuk mengakses data. Berbagai sistem operasi sudah memberikan
fasilitas seperti screen saver yang bisa diaktifkan passwordnya setelah
lima menit (tergantung setting dari pengguna) atau bisa di-lock begitu
kita mau meninggalkan komputer kita.
4)
Tidak adanya kebijakan keamanan komputer di perusahaan. Bukan hal yang aneh
jika banyak perusahaan di Indonesia tidak memilikinya karena mereka masih belum
peduli dengan keamanan, terkecuali untuk perusahaan multinasional. Hal itupun
karena adanya keharusan dari headquarter yang mengharuskan mereka
menerapkan kebijakan itu di perusahaan mereka yang berada di Indonesia. Security
policy ini mengatur segala hal yang berkaitan dengan keamanan komputer,
seperti penerapan password untuk setiap orang (misalnya: panjang password minimal
9 karakter dengan kombinasi numerik dan karakter), yang juga disertai dengan
sanksi yang akan diberikan jika mereka melanggarnya.
6.
Penggunaan Password yang Baik
Ada beberapa cara untuk menjaga
keamanan komputer, terutama dalam hal pemakaian password. Password merupakan
hal vital dalam proses otentikasi.
Penggunaan password yang baik dan efektif seharusnya:
1)
Minimal mempunyai panjang 6-8 karakter, yang dikombinasikan dengan karakter
angka, simbol atau menggunakan sensitive case.
2)
Tidak memiliki maksud atau makna. Password yang memiliki makna relatif mudah
untuk ditebak. Jadi penggunaan nama anggota keluarga, alamat, tanggal lahir,
dan sejenisnya harus dihindari.
3) Tidak terdiri dari urutan abjad atau angka,
misalnya ‘67890’ atau ‘hijklmn’.
4)
Sebaiknya diberi periode berlaku. Ini berarti harus sering mengganti password.
5) Jangan
gunakan nama login (username) sebagai password dalam bentuk apapun, baik
dengan mengganti huruf kapital, dibalik, diulang, dan sebagainya.
6)
Jangan menggunakan kata-kata yang umum dan terdapat dalam kamus.
7)
Jangan pernah menuliskan password yang Anda pakai di tempat-tempat yang dapat
diakses umum.
8)
Jangan membuat password yang membuat Anda kesulitan untuk menghafalnya. Buatlah
password yang mudah diingat, namun sulit untuk ditebak.
9)
Jangan pernah memberitahu password Anda kepada orang lain.
10) Apabila diperlukan, ada
baiknya jika menggunakan software atau utilitas tambahan untuk menambah
keamanan komputer Anda.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Inti
dari keamanan komputer adalah melindungi komputer dan jaringannya dengan tujuan
mengamankan informasi yang berada di dalamnya. Mencegah terjadinya suatu serangan terhadap
sistem. Dengan demikian kita perlu memperhatikan desain dari sistem, aplikasi
yang dipakai, dan human (admin). Ketiga faktor tersebut merupakan cara yang
baik untuk mencegah terjadinya kebocoran sistem, serangan, dan lain-lain.
Password digunakan
untuk memproteksi hal-hal yang sifatnya confidential. Beberapa orang
sudah membuat password dengan menggabungkan beberapa jenis karakter
sehingga sulit untuk ditebak. Ini membuktikan bahwa mereka tidak ingin
informasi yang tersimpan didalamnya di-hack oleh pihak lain. Password
yang mereka punya juga tidak ditulis disembarang tempat atau diberikan
kepada sembarang orang. Bentuk apa pun yang membutuhkan validasi (login)
untuk mengaksesnya, tidak akan dibiarkan terbuka jika ingin ditinggalkan. Hanya
pembatasan saja yang masih jarang ditemukan. Namun, tanpa mengerti policy
password, orang sudah mengerti bagaimana cara membuat password yang
baik sehingga otentikasinya kuat.
B. Saran
Begitu banyak teknik
dalam mengamankan data dan informasi yang tersimpan pada sebuah media
penyimpanan di komputer. Teknik tersebut patut diterapkan apabila kita tidak
menginginkan terjadinya resiko kehilangan data penting. Namun, pemilihan teknik
tersebut perlu dilakukan dengan cermat.
Untuk yang
mempunyai password dalam jumlah yang banyak, lebih baik memakai password
management daripada ditulis disuatu tempat.
DAFTAR
PUSTAKA